Menu

Warga Kota Solok Berharap pada Buya Mahyeldi “Saat jadi Gubernur, Jangan Gusur Kami!”

  Dibaca : 259 kali
Warga Kota Solok Berharap pada Buya Mahyeldi “Saat jadi Gubernur, Jangan Gusur Kami!”
DIALOG DENGAN PEDAGANG— Calon Gubernur Sumbar H Mahyeldi Ansharullah SP Dt Marajo berdialog dengan pedagang di Pasar Raya Kota Solok, Minggu (1/11).

SOLOK, METRO
Memimpin Kota Padang sejak 2014, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah dikenal dengan kesantunannya dalam mengelola kota. Pasar Raya dan sejumlah pasar satelit atau tradisional di ibu kota Sumbar itu ditata dengan baik. Bahkan, lacuik tangan Mahyeldi ini terasa lembut – selembut jiwanya sebagai seorang dai yang berceramah dari masjid ke masjid sampai hari ini.

Di tangan Mahyeldi, Pasar Raya Padang kembali hidup setelah “mati suri” karena gempa dahsyat 2009. Begitu juga dengan pasar-pasar penyebab kemacetan parah di Kota Padang, seperti Pasar Lubukbuaya di Kototangah, Pasar Siteba di Nanggalo dan Pasar Bandarbuat di Lubukkilangan. Kini, tiga pasar satelit besar itu terlihat jauh dari kata semrawut, macet parah di depannya juga sudah sirna.

Apakah Mahyeldi memakai tangan dinginnya sebagai penguasa kota? Tidak, Buya–sapaannya lebih mengedepankan dialog dan persuasif. Terkenal susahnya mengatur pedagang naik ke lantai dua di Lubukbuaya dan Bandarbuat terasa beda saat Mahyeldi tiba. Dengan tenang, tanpa ada penggusuran, tanpa ada kekerasan, pedagang pindah ke lantai dua. Jalan raya yang biasanya macet karena pasar “tumpah” itu kini lancar jaya.

Hal itu ternyata membekas, saat Mahyeldi berkunjung ke Kota Solok, Minggu (1/11) pagi. Calon Gubernur Sumbar itu mengunjungi dan menyapa para pedagang di Pasar Raya Kota Solok. Didampingi Anggota DPRD Kota Solok Taufik Nizam, Mahyeldi menyempatkan dialog dengan pedagang dan pengunjung. Meski masih dalam suasana pandemi Covid-19, ternyata pasar sudah cukup ramai di kota beras itu.

Sebuah pemandangan menarik hadir dari dialog Mahyeldi dengan pedagang. Tiba-tiba saja ada pedagang yang meminta Mahyeldi tidak melupakan pasar. Memberlakukan Pasar Raya Kota Solok seperti Pasar Raya Padang. “Pasan ciek pak, jan lupoan pasa. Jan gusur kami yo pak saat apak jadi Gubernur. Tetap caliak-caliak Kota Solok,” pesan seorang pedagang langsung kepada Mahyeldi.

Taufik Nizam menyebutkan, pedagang memang terkesan dengan kiprah Buya Mahyeldi di Kota Padang yang mampu menghidupkan kembali Pasar Raya Padang dan pasar-pasar satelit. “Kami dengar para pedagang ingin Buya Mahyeldi juga merawat dan membangun pasar di Kota Solok ini seperti di Padang,” kata kader PKS ini.

Mahyeldi menyebut, akan memperhatikan semua pasar di Sumbar, baik yang berstatus milik pemerintah, nagari sampai yang belum ada status. “Di Pasar ini kita bisa melihat bagaimana perekonomian masyarakat. Kalau sudah baik pasarnya, tentu ekonomi akan baik. Jika jadi Gubernur, kami akan meningkatkan kualitas dan fasilitas pasar-pasar di Sumbar, tidak hanya di Padang,” kata Mahyeldi yang disebut-sebut punya elektabilitas tertinggi sebagai calon Gubernur ini.

Bergerak dari Pasar Kota Solok, Mahyeldi  mengunjungi para petani yang sedang panen di sejumlah titik. Mahyeldi menyebutkan, akan mengalokasikan anggaran 10 persen dari APBD untuk sektor pertanian. “Kami bersama Audy Joinaldy akan fokus meningkatkan kualitas pertanian Sumbar. Karena saya alumni Fakultas Pertanian Unand, dan Audy pengusaha sukses di bidang pertanian di Kawasan Indonesia bagian Timur,” kata ketua alumni Fakultas Pertanian Unand (AFTA) Padang ini.

Berbeda dengan calon Gubernur lainnya, kemanapun Mahyeldi datang, Buya akan selalu memberikan tausyiah, seperti  ba’da Subuh di Masjid Nurul Ilmi, Kelurahan Simpang Rumbio, Kota Solok. Pemuda adalah tema yang disinggung oleh dai yang pernah mendapatkan penghargaan dari IKADI (Ikatan Dai Indonesia) Pusat ini.

“Mari kita berikan yang terbaik untuk pemuda kita hari ini. Semoga bangsa ini menjadi bangsa yang bisa menentukan nasib kita sendiri, tidak ditentukan oleh negara/bangsa lain. Karena itulah, pemuda atau milenial memiliki peran yang sangat vital dalam pembangunan,” ucap Buya diamini jamaah yang cukup banyak hadir Subuh itu.

Usai menjadi penceramah, Mahyeldi tak serta merta beristirahat. Wakil Ketua DPRD Sumbar 2004-2008 ini langsung bergabung dengan peserta senam pagi di Taman Syech Kukut, Kota Solok. Dengan ramah Buya juga menyapa para pedagang dan pengunjung taman. Tak mau ketinggalan, Mahyeldi juga mencicipi kuliner sate di kawasan itu. “Kami imbau  warga Kota Solok selalu menjaga kesehatan dan rajin olahraga untuk menghindari Covid-19,” kata Mahyeldi didampingi Rahmadani, calon Wakil Wali Kota Solok.

Audy ke Rumah PDRI
Sementara itu, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumbar, Audy Joinaldy menapakkan kaki di Bangunan Cagar Budaya Rumah Sidang Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), di Nagari Silantai, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung.

Ditemani oleh Calon Bupati Sijunjung, Hendri Susanto, Audy  melihat isi rumah yang beratap Banda Sembilan dari bahan seng tersebut. Rumah berbahan kayu ini merupakan saksi bisu Pertemuan Musyawarah Besar PDRI yang berlangsung dari 14 sampai 17 Mei 1949 yang dipimpin oleh Ketua PDRI, Sjafaruddin Prawiranegara. Terletak di pelosok batas timur Sumatera Barat, lokasi ini dipilih karena lebih aman dari sergapan Belanda.

Rumah bercat krem ini menyimpan beberapa peninggalan sejarah dari PDRI seperti piagam penghargaan, dokumentasi kegiatan, dan koleksi buku sejarah PDRI. Dengan penuh rasa ingin tahu, Audy memperhatikan tiap piagam dan foto yang tergantung di tembok kayu tersebut.

Sembari memegang buku sejarah PDRI, Audy mengatakan Sumpur Kudus menyimpan bukti sejarah perjuangan bangsa yang juga memiliki potensi wisata alam nan indah. “Sumpur Kudus merupakan bagian dari sejarah yang tertinggal kan. Untuk sampai kesini kita melewati pemandangan luas biasa seperti lembah dan gunung yang indah,” ungkap Audy. (uki)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional