Close

Warga Keturunan Ikut Membantu, Bayi Kembar 3 masih Menunggu Uluran Tangan Dermawan

KEMBAR TIGA— Khanza Shaqila Alfathunissa, Keano Raffasya Pradipta dan Keenan Raffasya Pradiptam bayi kembar 3 yang lahir pada November 2021 lalu.

ALANGLAWEH, METRO–Khanza Shaqila Alfathunissa, Keano Raffasya Pradipta dan Keenan Raffasya Pradipta saat ini berusia 3 bulan  yang lahir melalui operasi bedah cesar masih menunggu bantuan para dermawan. Sejak kemarin, baru satu orang dermawan warga keturunan Tiongha yang menjenguk si bayi kembar di Jalan Alang Laweh 1, No.7, Petak 5, Belakang Bulog, Kecamatan Padang Selatan.

Sementara untuk  ibu si kembar tidak bisa berbuat apa-apa karena operasi SC yang dialaminya masih belum sehat. Suci, ibu si kembar 3 ini hanya bisa merawat anak-anaknya dengan kesedihan yang mendalam. Karena di saat bayi kembar 3 tersebut masih berusia 3 bulan, sang ayah pergi begitu saja tanpa ada kabar.

“Alhamdulillah, sejak kemarin ada bantuan satu kali datang dari warga Kota Padang berasal dari warga keturunan yang enggan disebutkan namanya,” ungkap Ayang, sang nenek (56), didampingi ibu si kem­bar   Suci Agri Leoni (34),  kepada POSMETRO, Senin (11/1).

Dikatakan, Ayang  untuk kebutuhan sang bayi kem­bar tiga yang saat ini masih sehat walafiat itu, dirinya merogoh kocek Rp400 ribu setiap hari. Ayang takut jika upayanya untuk menghidupkan tiga cucunya ini terkendala. Sementara ketiganya masih butuh kasih sayang orangtuanya.

“Mungkin tak dapat dibayangkan, jika ketiga cucunya itu tidak ada lagi padanya,” kata Ayang lirih.

“Tapi saya bertekad setiap hari, setiap malam dan setiap pagi, bagaimana untuk mendapatkan rejeki untuk biaya menghidupi tiga orang cucu yang kini sangat lucu-lucunya. Biar si kembar mendapatkan asupan makanan yang bergizi. Kami rela makan apa adanya demi si kembar,” ucap Ayang.

Saat ditanya berapa didapat dari hasil menjual jasanya sebagai tukang cuci, Ayang mengaku men­dapatkan tiap bulan Rp1 juta. Untuk menutupi biaya harian, dirinya terpaksa mencari rejeki dari usaha lain seperti menggosok pakaian dari rumah ke rumah.

“Sebagai neneknya, tentu saya ingin cucu-cucu saya ini tumbuh dengan sehat dan mendapat kasih sayang dari orangtuanya seperti anak-anak lainnya. Kami butuhkan adalah kesederhanaan saja. Hanya itu,” ucap Ayang.

Namun demikian Ayang dan ibu si bayi Suci masih menunggu bantuan para dermawan atau langsung ke Rekening BNI 1065265852 atas Nama Ayang Rusli atau kontak person  HP 081266255882.

Sebelumnya, bayi kembar tiga ini lahir   dari pasangan Suci Agri Leoni (34) dan Refaldi (50) lahir dengan selamat di RS BMC, Tarandam, pada 2 Oktober 2021 lalu.  Namun, sayangnya ketika bayi ini berusia 3 bulan 2 hari dan tengah lucu-lucunya, sang ayah menghilang begitu saja, tanpa ada kabar.

Suci yang masih belum bisa bergerak banyak karena melahirkan dengan operasi (SC) pun tak ada pekerjaan. Kini Suci yang tinggal di rumah kontrakan di Alanglaweh 1 No.7, Petak 5, Kecamatan Padang Selatan (belakang kantor Bulong, Alanglaweh-red) tersebut tinggal bersama ibunya, Ayang (56). Bersama ibunya itulah Suci dan ketiga bayi kembarnya menggantungkan hidup, apalsgi sang suami  tak ada kabar. (ped)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top