Menu

Warga Guo Balimbiang Goro Kapalo Banda, Selamatkan Ratusan Hektare Lahan Masyarakat

  Dibaca : 145 kali
Warga Guo Balimbiang Goro Kapalo Banda, Selamatkan Ratusan Hektare Lahan Masyarakat
GORO— Warga Guo Balimbiang gorokan bendungan Kapalo Banda Tunggu Surian, Kelurahan Kuranji. Hadir dalam kegiatan ini yaitu Ketua MPA KAN Pauh IX Irwan Basir Dt Rajo Alam.

BALIMBIANG, METRO
Masyarakat Guo Balimbiang Pauh IX, Kecamatan Kuranji Kota Padang gelar gotong royong (Goro) memperbaiki kapalo banda sawah yang jebol lebih kurang sejak 10 tahun lalu, Minggu (5/7).

Bendungan Kapalo Banda Tunggu Surian ini mengairi lahan pertanian masyarakat Kelurahan Kuranji lebih kurang sekitar 300 hektare. Selain itu, goro ini juga dihadiri Ketua MPA KAN Pauh IX, Irwan Basir Dt Rajo Alam. “Karena jebolnya bendungan Kapalo Banda Tunggu Surian ini mengakibatkan pengairan sawah masyarakat kurang maksimal,” ujar Kadril Rj Darek, kemarin.

Dikatakan Rj Darek, kegiatan goro ini kan sudah menjadi budaya masyarakat Pauh IX Kuranji, terutama dalam hal mengerjakan fasilitasilitas umum. Diantaranya, seperti sarana dan prasarana pengairan lahan pertanian ini. Tentu diharapkan budaya bergoro untuk masa aka datang terus lestari dan terjaga.

Ketua MPA KAN Pauh IX Kuranji Kota Padang Irwan Basir Dt Rajo Alam mengatakan, kegiatan goro yang dilaksanakan anak nagari Pauh IX ini juga tak terlepas dari meningkatkan silaturahmi anak nagari.

“Kemudian sebagai budaya kebersamaan sehingga, yang ringan samo dijinjiang kok barek samo dipikua. Sehingga fasilitas umum yakni sarana pengairan lahan pertanian bisa mengairi lahan pertanian masyarakat,” ujar Irwan.

Dikatakan Irwan, unruk mengatisipasi ratusan hektare lahan sawah tidak kekeringan. Maka untuk sementara bendungan Kapalo Banda ini dipasang batu barojong sepanjang lebih kurang 20 meter. “Pemasangan batu barojong inilah dibiayai secara swadaya yang dikerjakan secara bergotong royong,” ujar Irwan.

Namun, Irwan mengharapkan, bendungan Kapalo Banda ini dibangun secara permanen, tentu dalam hal ini gawenya pemerintahan yakni Pemko Padang. Sebab, kalau tidak dibangun dengan permanen, tentu keberadaan batu beronjong ini tidak bertahan lama.

“Dikhawatirkan jika Batang Surkian Guo Kuranji meluap nanti, tak menutup kemungkinan batu beronjong ini bakal jebol kembali. Maka untuk itu perlu dibangun secara permanen untuk masa mendatang,” ujar Irwan.

Bahkan, bendungan Tunggu Surian ini sudah diusulkan ke Dinas PUPR Kota Padang, namun walupun pernah ditinjau tapi tidak perlu dibangun kembali. Dan bandungan sudah diusulkan setiap tahun.

Kadis Pertanian (Distan) Kota Padang Syahrial Kamat mengatakan, jika bendungan (Kapalo Banda) itu menjadi kewenangan dari SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penantaan Ruang (PUPR), bukan kewenangan dari Distan. “Sedangkan, kewenangan dari Distan hanya infrastruktur pengairan sekunder seperti tali banda tersier, yang berada di tengah lahan pertanian,” ujar Syahrial. (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional