Close

Warga dan Penggiat Wisata Kapalo Banda, Berharap Pemerintah Perbaiki Jalan

OBJEK WISATA KAPALO BANDA— Masyarakat pengunjung objek wisata Kapalo Banda berfoto bersama dengan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan N saat kunjungan ke Kapalo Banda, Taram, Selasa (26/10).

LIMAPULUH KOTA, METRO–Geliat pariwisata di tengah pendemi mulai terlihat. Seperti, di Objekwisata Kapalo Banda, Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Dimana, pengunjung dari berbagai daerah di Sumbar dan Propinsi tetangga seperti Riau, Jambi dan Beng­kulu, mulai berdatangan.  Meski tidak seramai dihari Sabtu-Minggu yang lebih dari Seribu orang kunjungan, pada hari biasa juga ramai dan mulai meningkat. Perekonomian masyarakat dikawasan wisata juga sudah tampak mulai bergairah. Para pedagang kuliner tampak melayani tamu dan pembeli yang berbelanja. Berlahan namun pasti, pundi-pundi uang dari wisatawan mulai mengalir dikawasan wisata.

Salah seorang penggiat wisata Kapalo Banda, Yahdi, beberapa waktu lalu menyebut dampak secara ekonomi masyarakat sekitar kawasan wisata dari kunjungan wisa­tawan sangat besar. Tingkat kunjungan yang lebih kurang mencapai 5000 orang perminggu, diperkirakan peredarañ uang di Kapalo Banda tidak kurang dari 300 juta.

Di tengah ramainya jumlah kunjungan wisatawan ke-Kapalo Banda, ada juga hambatan terkait akses jalan me­nuju objekwsiata. Mulai dari simpang dekat Kantor Wali Nagari sampai ke-Objekwisata Kapalo Banda, jalan masih kecil dan beberapa titik sudah rusak parah. Seperti, didepan Surau Tuo Taram, lobang me­nganga lebar, saat hujan jalan seperti kolom digenangi air.  “Harapannyo tentu jalan di­perhatikan. Soalnyo kan ting­kat kunjungan awak kapalo banda lah rami. Dan rusaknyo dari dulu lai,” ucapnya berharap kepada pemerintah.

Hal serupa juga disampaikan salah seorang pemuda setempat, Wiko Wijaya me­nyebut akibat Jalan rusak parah dengan lobang besar, banyak masyarakat pengguna jalan yang jatuh dari kenderaanya. Ketika hujan, air tergenang dalam, sehingga motor pengguna jalan mati total ketika melewati jalan itu.

“Pengunjung sudah mulai ramai datang ke-Kapalo Banda. Hambatan kita terkait akses kedalam, Jalan yang su­dah mulai rusak berat dibeberapa titik. Akibatnya, banyak orang yang jatuh dilokasi. Kami minta kepada Pemerintah Daerah untuk memperbaiki,” harap Wiko Wijaya, saat ditemui media dilokasi objekwisata Kapalo Banda, Selasa (26/10).

Dia juga menyebut, mulai meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke-Kapalo Banda, Taram setiap hari, bahkan pada hari libur seperti Sabtu-Minggu lebih dari 1000 orang wisata­wan yang datang keobjekwisata Kapalo Banda. “Hari biasa ramai, apalagi hari libur akhir pekan. Kebanyakan pengunjung kita datang dari Provinsi Riau, Jambi dan Bengkulu, disamping dari berbagai daerah di Sumbar,” ucapnya.

Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri, menghimbau kepada pengelola objekwisata dan wisa­ta­wan yang datang tetap me­ma­tuhi protokol kesehatan de­ngan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak. “Kami serukan kepada pengelola dan pengunjung untuk mematuhi prokes yang ketat,” harap Wakil Bupati yang penuh inovasi itu.

Dia juga menyampaikan terkait pengembangan kawasan objekwsiata perlu data dan kajian studi kelayakan dan master plan yang jelas. Wakil Bupati yang sangat muda ini juga menyebut sudah mengundang pihak perencana dan juga sudah membuat master plan.  “Salah satu yang sudah kami lakukan, sudah mengundang pihak perencana dan sudah membuat master plan. InsyaAlloh pada bulan November kita akan ekspos dikantor Wali Nagari dalam rangka memaparkan perencanaan dan meminta masukan tokoh-tokoh masyarakat dan warga,” sebut Wabup.

Di tengah kondisi keuangan daerah pada tahun 2022 yang minim, Wabup masih tetap optimis. Sebab, di luar belanja operasi dan yang diarahkan keuangan daerah hanya tersisa 50 Miliar. Dengan uang 50 Miliar, disampaikan Wabup tidak banyak yang bisa dilakukan, apalagi daerah Lima Puluh Kota sangat luas. “Jumlah keuangan 50 Miliar itu sangat sedikit untuk membangun Lima Puluh Kota yang sangat luas,” ucap Rizki Kurniawan N, dengan ramah kepada wartawan dikawasan objekwisata Kapalo Banda, Taram. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top