Menu

Warga Berharap PPKM Level IV tak Diperpanjang di Kota Padang, ”Naikkan saja Denda tak Pakai Masker, Biar Jera!”

  Dibaca : 98 kali
Warga Berharap PPKM Level IV tak Diperpanjang di Kota Padang, ”Naikkan saja Denda tak Pakai Masker, Biar Jera!”
Asisten Pemerintahan Pemko Padang, Edy Hasymi

SUDIRMAN, METRO–Kebijakan Pemberlakuan Pem­bata­san Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Padang berakhir Senin (2/8). Sejumlah warga kota berharap tak ada lagi perpanjangan PPKM dari pemerintah pusat. Sehingga tidak ada penyekatan dan pembatasan kegiatan dan usaha masyarakat dalam berusaha.

Akan tetapi, warga te­tap mendukung pene­ra­pan protokol kesehatan (pro­kes) yang ketat, seperti tetap memakai masker. Petugas pun diminta tetap melakukan razia masker agar masyarakat tetap menggunakan masker.

“Kalau disekat-sekat dan dibatasi orang makan diluar sekian menit, malah membuat ekonomi tambah hancur. Bagusnya sering saja diadakan razia dengan denda yang cukup besar, sehingga warga selalu pa­tuh dengan protokol ke­se­hatan,” sebut Ardi (30), war­ga di jalan Samudera, Senin (2/8).

Sebagai pedagang di kawasan tau, Ardi menga­ku sejak beberapa waktu be­lakangan tak bisa ber­jua­lan lagi. Karena pengun­jung tak dibolehkan masuk ke objek wisata. Padahal objek wisatanya di alam terbuka, sehingga cukup sulit untuk terjadi penu­laran Covid-19, ke­cuali me­mang pengunjung tidak memakai masker.

Informasi dari ko­le­ganya di negara lain se­per­ti Malaysia, disana mene­rap­kan sanksi berat jika tak bermasker. Yakni, denda Rp 1 juta. Dengan hukuman berat itu  warga menjadi takut dan waspada.

“Bagusnya dendanya saja dinaikkan biar semua­nya jera kalau tak pakai masker,” sebutnya.

Warga lainnya Dino (45), mengatakan penye­katan atau pelarangan berjualan di atas pukul 21.00 WIB berakibat mati­nya perekonomian mas­yarakat. Pemerintah menu­rutnya perlu  lebih memi­kirkan lagi cara yang paling efektif agar penularan bisa ditekan, namun eko­nomi masyarakat tetap hi­dup.

“Kalau sekarang seba­gian besar ekonomi ma­syarakat mati. Lama-lama bisa kelaparan semua,” katanya.

Sementara itu, hingga Senin sore pukul 17.30 WIB, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah apa­kah PPKM diperpanjang atau tidak.

Sebagaimana diketa­hui, perpanjangan PPKM Level 4 di Kota Padang sudah berjalan selama 7 hari. PPKM Level 4 di Pa­dang diberlakukan sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Sejumlah daerah me­ne­rapkan level PPKM ber­beda sesuai dengan kate­gori yang diatur peme­rin­ta­h. PPKM di Jawa-Bali di­dominasi level 3-4. Se­men­tara di luar Jawa-Bali, da­erah-daerah menerap­kan PPKM beragam dari level 2 hingga 4.

Saat mengumumkan masa perpanjangan, peme­rintah sudah mulai me­nye­suaikan sejumlah aktivitas masyarakat. Hal ini dila­kukan secara bertahap dengan ekstra hati-hati.

Selama PPKM Darurat atau Level IV, dilakukan pembatasan pada ber­ba­gai sektor kegiatan, mu­lai dari pekerjaan, pendidikan, usaha, wisata, transpor­tasi, seni budaya, sosial kemasyarakatan, dan lain­nya. Pembatasan juga dite­rapkan pada PPKM Level 3-4, hanya saja dilakukan sejumlah pelonggaran.

Selama masa PPKM Level 3 dan 4, warung ma­kan, pedagang kaki lima, lapak jajanan atau tempat usaha lainnya di ruang terbuka diperbolehkan bu­ka. Tak seperti PPKM se­belumnya yang hanya mem­­bolehkan sistem take away, pada masa PPKM Level 3 dan 4 pengunjung diperbolehkan makan di­tem­pat.

Namun demikian, dila­ku­kan pembatasan wak­tu dan kapasitas. Di daerah level 3 kegiatan makan di warung boleh dilakukan selama 30 menit, sedang­kan di daerah level 4 hanya boleh 20 menit. Kegiatan tersebut hanya diizinkan hingga pukul 20.00.

Selain itu, selama masa PPKM Level 4, pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari diperbolehkan buka seperti biasa dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kemudian, pasar rak­yat yang menjual selain ke­butuhan pokok sehari-hari diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 50 per­sen sampai dengan pukul 15.00.  Sementara, di da­erah level 3, pasar rak­yat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari bo­leh buka hingga pukul 17.00 dengan kapasitas mak­simal 50 persen. Lalu, pe­da­gang kaki lima, toko ke­lontong, agen atau outlet voucher, pangkas ram­but, laundry, pedagang aso­ngan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha-usaha kecil lain yang seje­nis juga diziinkan buka dengan protokol ke­sehatan yang ketat sam­pai dengan pukul 21.000.

Di daerah yang mene­rapkan PPKM Level 3 ter­da­pat sejumlah pe­long­garan lainnya seperti pem­­bukaan mal maksimal 25 persen dari kapasitas hingga pukul 17.000, pem­bukaan tempat ibadah dengan maksimal jemaah 25 persen, resepsi perni­kahan maksimal diha­diri 20 orang, dan lainnya.

 Dengan pembatasan tersebut pemerintah ber­harap dapat menekan laju penularan Covid-19 yang selama lebih dari sebulan mengalami lonjakan.

Asisten Pemerintahan Pemko Padang, Edy Hasy­mi mengatakan, belum ada informasi apapun. Hingga kini pihaknya masih me­nung­gu informasi resmi dari pemerintah pusat. “Kita masih menunggu in­for­masinya. Sebagai ne­gara kesatuan, tentu kita akan patuh dengan in­struk­si pusat. Apalagi demi ke­baikan bersama,” tandas­nya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional