Menu

Warga Berharap Hendri Septa Tuntaskan Bengkalai Kota “Jangan hanya Seremonial, Jangan Sampai Gadang Ota”

  Dibaca : 82 kali
Warga Berharap Hendri Septa Tuntaskan Bengkalai Kota “Jangan hanya Seremonial, Jangan Sampai Gadang Ota”
KONDISI PASAR RAYA— Salah satu kawasan Pasar Raya Padang yang harus diperhatikan dan dibenahi Wali Kota Padang Hendri Septa. Pedagang berharap wako menunaikan janji politik dan ikut membenahi Pasar Raya Padang.

PURUS, METRO
Usai dilantik beberapa waktu lalu menjadi wali kota, harapan besar disandarkan pada sosok Hendri Septa untuk bisa menunaikan janji-janji politiknya kepada masyarakat. Sosok wali kota baru ini diharapkan tidak hanya sekadar berjanji, namun minim realisasi alias gadang ota.

Kurniawan (45), salah seorang warga Purus mengungkapkan, Wali Kota Padang Hendri Septa dengan sisa jabatan yang hanya kurang lebih 2,5 tahun lagi, harus fokus menyelesaikan bengkalai-bengkalai yang ditinggalkan Mahyeldi.

Dalam catatannya, sebagai warga kota, ada beberapa bengkalai di Kota Padang yakni; plang merek PADANG di Gunung Padang, akibat terbakar tinggal NG saja lagi. “Kalau lah tidak dibangun lagi, baiknya dibesituakan saja. Malu kita,” ujarnya.

Selain itu menurutnya, kantor Camat Padang Barat dan Padang Timur, yang merupakan tempat pelayanan publik bagi masyarakat, sesegera mungkin dituntaskan. Katanya pelayanan kepada masyarakat harus yang utama. “Tolong juga nanti buktikan,” tukasnya lagi.

Terminal Anak Aia di Kecamatan Kototangah, yang katanya sudah bisa difungsikan harus segera digunakan oleh bus AKAP dan AKDP. Selama ini mereka membuat terminal-terminal bayangan di beberapa titik di Kota Padang, dan ini mengganggu kelancaran lalu lintas.

Walaupun yang membangun bukan Pemko Padang, tapi kelanjutan pembangunan jalan pantai Padang, ruas Hang Tuah – Olo Ladang, harus dituntaskan, sehingga menambah keindahan kota. Begitu juga dari belakang Hotel Pangeran ke Ulak Karang harus didesak segera dilanjutkan pula.

Bengkalai lainnya adalah hutan kota yang direncanakan di kawasan Malvinas di Nanggalo, harus kongkretkan pembangunannya agar ada destinasi (baru) wisata keluarga dan olahraga bagi warga kota.

Selain itu, Kota Satelit Sungai Bangek, Kecamatan Kototangah, yang investasinya senilai Rp5 triliun itu harus dilanjutkan. Jangan hanya sekadar cerita saja.

Dari semua bengkalai di atas, ada yang sifatnya jangka pendek, dan jangka panjang. Tetapi persoalan ini harus dituntaskan oleh Wali Kota Hendri Septa.

“Kalaulah hal ini bisa diselesaikan, maka Hendri Septa akan dikenang oleh warga kota sebagai pemimpin yang memang berkomitmen membangun, bukan sekadar hadir di acara rapat ke rapat, peresmian ke peresmian dan ceramah ke ceramah saja. Yang kebanyakan seremonialnya, sementara substansi membangun kota menjadi hampa. Itu namanya gadang ota,” sebut Kurnawan.

Di sisi lain, Tokoh Pasar Raya Padang, H Asril Manan juga berharap yang sama kepada Wali Kota Hendri Septa. Menurutnya, banyak sekali bengkalai Mahyeldi yang menyakitkan ditinggalkan di pasar. Salah satunya adalah membiarkan pedagang (PKL) berjualan di jalan Pasar Raya Barat yang berakibat bangkrutnya sebagian besar para pedagang toko.

“Kita juga menunggu gebrakan wali kota yang sekarang. Semoga dia mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik di pasar ini,” tandas ketua Komunitas Pedagang Pasar ini.

Terpisah, Wali Kota Hendri Septa yang dihubungi melalui handphone, belum memberikan komentar. Namun sebelumnya ia selalu berucap atau berjanji akan berupaya semaksimal mungkin menyelesaikan progul progul yang telah dijanjikan sebelumnya.

“Saya akan bekerja keras untuk menjalankan visi-misi kota Padang dan semua program unggulan (progul) yang telah dijanjikan bagi warga kota Padang dan itu akan kami lakukan secara terukur,” ujarnya kepada awak media pada saat pelantikan.

Wali kota muda itu juga mengharapkan doa, dukungan dan sinergi semua elemen dari warga untuk membangun Kota Padang menjadi lebih hingga masa mendatang.

Diawal kepemimpinannya, Hendri pun menyebut dari sejumlah hal yang akan dilakukan Ia akan memantapkan pelaksanaan 11 progul yang telah dimasukkan ke dalam RPJMD Kota Padang 2019-2024.

“Alhamdulillah, dari informasi Bappeda Kota Padang capaian hasil implementasi progul kita sampai saat ini sudah mencapai 46,59 persen. Masih banyak lagi tentunya yang mesti kita lakukan dan kejar ke depan untuk menuntaskan semua progul tersebut diantaranya upaya penambahan ruang kelas baru, pembuatan youth center di semua kecamatan, betonisasi jalan, penanggulangan banjir serta masih banyak lagi lainnya. Selain itu kita juga fokus untuk menangani pandemi Covid-19 yang masih mewabah,” pungkasnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional