Menu

Wapres Buka Kongres PII XXI, Sumbar Kekurangan 50 Tenaga Insinyur

  Dibaca : 49 kali
Wapres Buka Kongres PII XXI, Sumbar Kekurangan 50 Tenaga Insinyur
PUKUL GONG— Wapres Yusuf Kalla memukul gong tanda dibukanya Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) XXI dalam rangka Dialog Nasional di Grand Inna Padang, Kamis (6/12).

PADANG, METRO – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menekankan, insinyur Indonesia harus mampu bersaing dengan tenaga asing terutama dalam membangun infrastruktur dalam negeri. Pasalnya, tenaga insinyur Indonesia lebih cerdas, hal itu dibuktikan dengan banyak tenaga insinyur dari Indonesia yang dipakai di luar negeri.

“Kita harus bisa menjadi insinyur profesional, jangan setiap pembangunan kita masih mengharapkan tenaga insinyur dari luar negeri. Seperti pembangunan bandara, sejak masih zaman Soekarno kita masih pakai tenaga asing, sudah 60 tahun kita harus bangkit, jangan sedikit-dikit mengunakan tenaga insinyur asing,” kata Jusuf Kalla saat membuka Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) XXI dalam rangka Dialog Nasional di Grand Inna Padang, Kamis (6/12).

Yusuf Kalla mengajak, mulai sekarang mari manfaatkan tenaga insinyur nasional dan tidak ada lagi pembangunan bandara memakai tenaga insinyur asing. Ia menyampaikan, prihatin terhadap banyaknya tenaga insinyur dan tenaga ahli Indonesia bekerja di negara tetangga. Sehingga tenaga insiyur di dalam negeri jadi berkurang. “Kita menyadari juga bahwa soal pendapat dan gaji tenaga insiyur di Indonesia masih relatif murah sementara diluar negeri pendapat dan gaji lebih besar. Tentu ini perlu menjadi perhatian negeri ini,” kata Yusuf Kalla.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menyampaikan, apresiasi dan mengucapkan terima kasih diadakannya kongres PII ini diadakan di Padang. Karena pada saat ini di Sumbar masih banyak kekurangan tenaga insinyur. Ada sekitar 50 tenaga insinyur yang kurang di instansi Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA). “Kekurangan tenaga insiyur ini tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah pusat, agar dalam penerimaan pegawai menambah kuota bagi tenaga insiyur di Sumbar,” kata Nasrul.

Nasrul mengakui, daerah Sumbar ini merupakan rawan bencana karena ada gempa, tsunami, yang merupakan isu yang mengerikan bagi masyarakat Sumbar. Hal ini juga diperkuat oleh analisis lima profesor pakar gempa dari luar negeri yang mengatakan akan terjadi gempa 8,9 SR dengan gelombang setinggi 12 meter, sekitar 2,5 km kedaratan dengan kecepatan 800 km/jam. “Kami masih bersyukur, walau sering terjadi gempa-gempa kecil, masyarakat Sumbar tinggal lari keluar rumah dan mencari ketinggian, dan sosialisasi terus dilakukan,” ujar Nasrul.

Nasrul juga menyampaikan, kepada para peserta Kongres PII agar menikmati keindahan wisata Sumatera Barat serta membeli oleh-oleh sebagai ungkapan rasa cinta keluarga. “Jangan merasa telah puas, sebelum singgah ke lokasi wisata dan menikmati aslinya makanan randang yang kelezatannya telah mendunia,’ ujar Nasrul dalam satu pantun disambut dengan tepuk riuh perserta kongres PII.

Ketua Umum PII (The Instituion of Engineers Indonesia), Hermanto Dardak, mengatakan, PII ini sudah berjalan selama 21 tahun yang dilaksanakan setiap 3 tahun sekali dalam pelaksanaan kongres dan pemilihan pengurus yang baru. Pesertanya terdiri dari perwakilan 23 provinsi dan 150 cabang dari kabupaten/kota se-Indonesia.

Hermanto juga menyebutkan, pihaknya akan terus berupaya membangun sumber daya manusia di bidang keinsinyuran yang mampu memberi nilai tambah. Sehingga, insinyur Indonesia berdaya saing tinggi bisa lebih kompetitif dibanding negara lain.

Pembukaan Kongres PPI XXI dan Dialog Nasional dibuka Wapres dengan melakukan pemukulan gong dengan didampingi oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sebagai tanda peresmian pembukaan Kongres PII XXI dan Dialog Nasional.

Acara kongres ini bertema “Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Keinsinyuran dan Penerapan Teknologi Cerdas dalam Mewujudkan Kedaulatan Industri Indonesia” yang diikuti oleh ratusan anggota PII. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional