Menu

Wanita Tua Tewas Terpanggang

  Dibaca : 1216 kali
Wanita Tua Tewas Terpanggang
Kepala BPTD Wilayah III Provinsi Sumbar, Deny Kusdyana didampingi Kepala Dishub Provinsi Sumbar, Heri Nofiardi meninjau lukisan mural di halte Bus Trans Padang di kawasan Simpang Gia Tabing Padang, yang dilaksanakan komunitas artis mural di Kota Padang, Jumat (18/9).
evakuasi korban kebakaran - web

Petugas pemadam kebakaran menggotong kantong mayat berisi tubuh Fatimah (51), pemilik kios bensin eceran, yang terbakar hidup-hidup dalam kebakaran, Rabu (14/10/2015) siang di Nanggalo Padang.

PADANG, METRO–Wajah Ajo pucat. Dia takut sedemikian hebat. Seketika, berteriak sekencang-kencangnya. ”Tolong. Ado nan tabaka. Ado urang di dalam. Ibu Fatimah tabaka,” teriak Ajo. Sementara api membara kian hebat. Fatimah, yang terpanggang hidup-hidup tak terselamatkan. Tubuhnya gosong. Wanita berusia 51 tahun itu tak terselematkan. Api menjilati sekujur tubuhnya di siang Rabu (14/10) itu.

Kawasan Siteba benar-benar mencekam siang itu. Orang-orang berhamburan keluar. Berteriak-teriak, dan berlarian. Ada yang menenteng ember. Mencari air, hingga yang menguras isi toko, untuk diselamatkan. Setidaknya, ada delapan petak toko di Siteba, persisnya Jalan Jamal Jamil, Kelurahan, Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, nan lumat dilalap api, nan mulai membara pukul 10.30 WIB itu.

Sementara, Fatimah yang ada dalam kedai bensin ecerannya tak sempat menyelamatkan diri. Dia dilamun api dengan hebat. Informasinya, saat kejadian, Fatimah yang penjual bensin eceran tak sempat menyelamatkan diri. Sewaktu ditemukan, tubuhnya telah hitam. Gosong. Tubuhnya yang sudah tak bisa dikenali itu dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSUP) M Djamil Padang.

Selain Fatimah, api turut menghanguskan bangunan beserta isinya. Di antaranya, Kedai PMD yang dihuni Karim alias Ajo, kedai nasi Oyon, kedai Kacamata Deni, Fotocopi Doni dan kedai kosong yang direncanakan untuk Konter Hanphone Seluler. Sedangkan 4 petak kos-kosan milik Rosmini, (58) ditempati oleh Ajo (30) penjual sate menempati satu petak, 3 petak lainnya ditempati oleh mahasiswi.

Ditaksir kerugian akibat kebakaran itu hingga Rp500 juta.
Informasi yang dihimpun, kejadian itu berawal sewaktu Surya Yuniati salah seorang anak pemilik kedai berdiri di depan warung nasi dan melihat api berasal dari tempat penjual bensin di depan warung PMD, dan langsung membesar.

Api kemudian menyambar warung PMD. Surya Yuniati yang mengetahui kejadian itu langsung berteriak mintak tolong sambil berlari mengambil air ke dalam rumah untuk menyiram api tersebut. Warga langsung berlarian ke lokasi dan membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Saat itulah, warga mendapat kabar bahwa masih ada orang di dalam kios minyak eceran, berusaha untuk menyelamatkan korban Fatimah agar bisa keluar, namun api yang sudah terlanjur membesar akibat banyaknya bahan yang mudah terbakar, membuat korban tidak bisa keluar dari dalam kedainya. Korban terkepung dalam kobaran api yang mengakibatkan korban ikut terbakar di dalam kedainya.

Salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian, kemudian menghubungi BPBDPK Kota Padang. Tidak lama berselang beberapa unit armada pemadam kebakaran Kota Padang tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan pemadaman.

Sementara itu Polsek Nanggalo bersama dengan SPKT dan tim identifikasi Polresta Padang tiba di lokasi mengamankan lokasi dan olah TKP.
Kapolsekta Nanggalo Padang, AKP Gusdi mengatakan, setelah mendapat informasi kebakaran pihaknya bergegas menuju ke lokasi kebakaran yang membakar 5 petak kedai semi permanen dan 4 rumah kos.

”Dalam peristiwa kebakaran itu ditemukan satu orang korban meninggal dunia atas nama Fatimah umur 51 tahun. Menurut keterangan dari salah seorang saksi, korban sudah diupayakan untuk keluar dari kedainya, tetapi tidak bisa,” kata Kapolsek Nanggalo AKP Gusdi.

Korban yang meninggal dunia itu lanjut Gusdi, kemudian dievakuasi ke RSUP M Djamil Padang. Sedangkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan ditaksir kerugian materil sebesar Rp500 juta dan api dapat dipadamkan pukul 11.45 WIB. ”Kita masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran, kita tidak bisa menduga-duga, saat ini kita masih mengumpulkan keterangan saksi, dan lokasi kebakaran juga telah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan. Selain itu Tim Identifikasi Polresta Padang juga telah melakukan Olah TKP,” pungkasnya.

Kepala BPBD PK Kota Padang, Dedi Henidal mengatakan, setelah mendapat informasi kebakaran pihaknya langsung menerjunkan 5 unit mobil pemadam kebakaran dan 48 orang personel damkar. ”Sebanyak 5 unit mobil damkar dan 48 orang personel kita terjunkan untuk melakukan pemadaman. Kita berhasil memadamkan api sekitar 30 menit, setelah itu kita lakukan pendinginan agar tidak menimbulkan titik api yang baru. Saat pemadaman tidak ada kendala,” kata Dedi.

Setelah berhasil melakukan pemadaman, Dedi menambahkan, pihaknya juga menemukan adanya korban jiwa di dalam salah satu kios.

”Diduga korban tak sempat menyelamatkan diri, hingga akhirnya ikut terbakar. Untuk itu kita mengimbau kepada nasyarakat agar selalu waspada dan cepat tanggap serta tidak mudah panik, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Dedi.

Keluarga korban mengatakan, jenazah akan dikebumikan di Kampung Atas Ampalu, Kec. VII Koto, Padangpariaman. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional