Menu

Wanita Penjual Pakaian Mengambang di Tepi Sungai

  Dibaca : 1160 kali
Wanita Penjual Pakaian Mengambang di Tepi Sungai
IDENTIFIKASI— Aparat kepolisian melakukan identifikasi saat penemuan mayat wanita penjual kain yang mengambang di di tepi sungai Batang Pulakek.

SOLSEL, METRO – Mayat seorang perempuan ditemukan mengambang di Jorong Ampalu, Nagari Pauah Duo, Nagari Alam Pauah Duo, Kecamatan Pauah Duo, Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Kamis pagi (7/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Mayat pedagang kain Syafrianti (53), pertama kali ditemukan pekerja irigasi Mulyadi di tepi sungai Batang Pulakek.

Kapolsek Sungai Pagu Iptu Agustinus Pigay melalui Kanit Reskrim Aipda Deni Eka Savitra mengatakan, ketika pertama ditemukan, tidak ada identitas ditemukan di tubuh korban. Setelah dilakukan pemeriksaan dan meminta keterangan sejumlah warga, diketahui korban bernama Syafrianti, penjual pakaian di Padang Aro.

”Pengungkapan identitas melalui sidik jari mayat tersebut. Setelah melalui proses pencocokan sidik jari dengan sistem e-KTP didapatkan data bahwa mayat tersebut atas nama Syafrianti, lahir di Sungai Durian, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padangpariaman. Saat ini, korban tinggal di Sungai Padi Utara, Nagari Lubuak Gadang, Kecamatan Sangir,” ujar Aipda Deni.

Sementara itu, untuk memastikan penyebab kematian korban, petugas masih melakukan penyelidikan. “Belum bisa dipastikan yang menyebabkan korban mati dan tewas mengambang di tepi sungai. Apakah korban jatuh atau dibuang masih dalam penyelidikan,” tegasnya.

Sedangkan, pengakuan warga yang pertama kali menemukan korban, Mulyadi, ia akan memancing di sungai. Saat itulah dia melihat ada kaki. “Ketika didekati rupanya itu tubuh manusia. Mayat wanita itu tersangkut di semak-semak,” jelas Mulyadi.

Mulyadi menduga, jika mayat wanita paruh baya tersebut dibuang pada Rabu malam atau Kamis subuh. Pasalnya, pada Rabu sore, ia masih memarkir motor di sekitar lokasi, dan belum ada tanda-tanda mencurigakan.

Di sisi lain, Kepala Jorong Ampalu, Nagari Alam Pauah Duo, Ensuarni, memastikan jika korban bukan warga Ampalu. “Korban bukan warga kampung ini. Tidak ada yang mengenal korban,’ pungkasnya. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional