Menu

Wanita Muda Dibunuh Pacar lalu Diperkosa Depan Belakang

  Dibaca : 402 kali
Wanita Muda Dibunuh Pacar lalu Diperkosa Depan Belakang
PEMBUNUHAN SADIS— Polres Payakumbuh melakukan jumpa pers terkait dengan menghadirkan pelaku AM (19) yang melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap pacaranya. Selain itu, Polisi juga memperlihatkan barang bukti.

PAYAKUMBUH, METRO
Tewasnya perempuan muda dengan wajah bersimbah darah yang ditemukan tergeletak di dalam semak-semak di Jorong Bumbuang, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (9/12) lalu, akhirnya terkuak.

Ternyata, gadis berinisial IP (21) warga Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota itu, dibunuh dengan cara dicekik dan dipukuli oleh pacarnya AM (19) warga Koto Baru, Tanah Datar. Pemicunya, karena korban menolak untuk berhubungan badan dengan pacar biadabnya itu.

Pelaku yang sehari-hari bekerja di rumah makan di Kota Payakumbuh ini memaksa korban untuk memuaskan nafsu birahinya di dalam pondok dekat semak-semak lokasi korban ditemukan tak bernyawa. Korban yang bersikeras menolak, lantas berlari keluar dari pondok dan berteriak.

Takut aksinya diketahui oleh orang lain, membuat pelaku gelap mata dan langsung mengadu kepalanya ke wajah korban hingga mengeluarkan darah segar. Korban yang saat itu meringis kesakitan, kemudian dicekik oleh pelaku hingga tidak bergerak.

Melihat korban tak sadarkan diri, pelaku langsung melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban. Pelaku membuka celana korban lalu memperkosanya depan belakang. Setelah puas, pelaku pun pergi meninggalkan korban yang diduga sudah meninggal dunia dengan kondisi setengah telanjang.

Namun, menjelang pencoblosan Pilkada Serentak 2020, warga yang hendak pergi ke kebunnya tiba-tiba dibuat kaget dengan ditemukannya sesosok mayat perempuan muda yang pada awalnya tidak diketahui identitasnnya. Polres Payakumbuh yang mendapat laporan adanya penemuan mayat itu kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP.

Dari hasil penyelidikan, terungkaplah mayat perempuan muda itu berinisial IP yang berusia 21 tahun. Polisi juga melakukan autopsi terhadap jasad korban hingga terungkaplah kalau korban dibunuh. Pekerjaan Polisi belum selesai. Polisi berupaya mencari tahu siapa orang terakhir yang pergi bersama korban.

Beberapa hari melakukan penyelidikan, didapatkanlah informasi kalau korban terakhir kali terlihat pergi bersama pelaku AM yang dikenalnya melalui media sosial. Sementara, pelaku AM, usai menghabisi nyawa korban dan memperkosanya di sebuah pondok di kebun jagung dengan sadis dan biadap, sudah melarikan diri.

Tim Opsnal Satreskrim Polres Payakumbuh yang terus melacak keberadaan pelaku AM, berhasil menemukan pelaku saat berada di sebuah rumah makan di Kota Bukittinggi pada Rabu (16/12). Setelah itu, pelaku dibawa ke Mapolres Payakumbuh dan mengakui apa yang telah diperbuatnya kepada korban.

Kapolres Kota Payakumbuh AKBP Alex Prawira melalui Kasatreskrim AKP M Rosidi mengatakan, sebelum ditangkap, pelaku AM sempat kabur selama sepekan ke Kota Padang dan Kota Bukittinggi. Sementara itu, korban dihabisi oleh pelaku dua hari sebelum ditemukan.

“Korban menghabisi pelaku pada Senin malam (7/12) antara pukul pukul 21.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB di sebuah pondok di tengah kebun tidak beberapa meter dari tempat ditemukannya mayat korban di dalam semak-semak. Korban selanjutnya ditemukan Rabu pagi (9/12) oleh masyarakat yang hendak kekebunnya sekitar pukul 09.00 WIB,” kata Kasatreskrim Polres Payakumbuh AKP M.Rosidi saat press release pengungkapan kasus pembunuhan, Kamis (17/12) siang.

Dijelaskan AKP M Rosidi, motif dari aksi pembunuhan itu berawal dari keinginan tersangka, yang tidak lain pacar korban untuk melakukan hubungan badan di pondok yang terletak di tengah kebun itu. Tetapi, korban menolak. Walau menolak, pelaku tetap bersikeras dengan paksaan sehingga korban memberontak dan sempat berteriak-teriak.

“Saat diminta pelaku untuk membuka celana, korban menolak untuk disetubuhi, kemudian berteriak. Naas, karena nafsu pelaku sudah diubun-ubun, akhirnya teriakan pelaku dibungkam dengan memukulkan keningnya kebagian wajah korban hingga mengeluarkan darah segar, sebelum kemudian dicekik hingga tidak bergerak,” ungkap AKP M Rosidi.

Ketika korban sudah tidak bergerak karena dicekik dalam waktu lama, dikatakan AKP M Rosidi, barulah kemudian tersangka melampiaskan hasrat nafsu birahinya yang sudah memuncak kepada korban. Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan, ditemukan sperma di dalam dan luar kemaluan korban serta bagian belakang.

“Korban diduga sudah meninggal dunia baru kemudian disetubuhi oleh pelaku dan buktinya ditemukan sperma di dalam dan luar kemaluan korban. Dan bagian belakang korban juga sama,” sebut AKP M Rosidi.

Dijelaskan AKP M Rosidi, sebelum sampai di pondok yang dulu pernah dipakai pelaku untuk menunggu durian jatuh bersama rekan-rekannya, pelaku sempat membawa korban jalan-jalan ke Kota Payakumbuh setelah dijemput dari rumahnya di Kecamatan Akabilur sekitar pukul 19.30 WIB. Korban juga sempat diajak makan mi ayam.

“Setelah janjian dan dijemput, korban dibawa jalan-jalan dan makan mi ayam, kemudian dibawa ke lokasi pembunuhan. Kepada penyidik, pelaku mengakui perkenalan antara dirinya dengan korban dimulai dari media sosial. Setelah tiga bulan pacaran melalui media sosial dan juga video call, akhirnya pelaku mengajak korban bertemu. Itu pertemuan pertama pelaku dan korban” cerita AKP M Rosidi.

Selain itu, dikatakan AKP M Rosidi, pengungkapan kasus penganiayaan yang berujung kematian dan pemerkosaan ini, pihaknya sempat mengalami kesulitan, mengingat korban memiliki beberapa pacar. Namun, setelah mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi, terungkaplah aksi pembunuhan itu mengarah kepada pelaku.

“Pelaku juga mengaku setelah membunuh korban, pelaku kemudian membawa jasad korban ke semak-semak berjarak sekitar belasan meter dari pondok tempat korban menghabisi nyawa korban. Korban dibiarkan oleh pelaku dengan kondisi setengah telanjang,” tukas Kasat.

Sementara itu, pelaku AM yang diketahui sudah pisah dengan istrinya, saat ditanyai wartawan mengaku, usai membunuh korban, ia kemudian menelpon orang tuanya dan langsung pergi ke Bukittinggi. Setelah itu, ia bekerja di salah satu rumah makan, dan rencana setelah gajian saya akan pergi melarikan diri keluar provinsi.

“Saya mengajak jalan-jalan korban menggunakan motor yang dipinjam kepada paman. Ketika itu, setelah mengajak korban makan mi ayam, kemudian dilanjutkan dengan raun-raun hingga ke lokasi kejadian, hingga akhirnya terjadilah pembunuhan itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, masyarakat Jorong Bumbuang Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, digemparkan dengan penemuan mayat perempuan tanpa identitas di dalam semak-semak yang tak jauh dari pinggir jalan, Rabu (9/12) sekitar pukul 09.00 WIB.

Jasad wanita muda itu ditemukan warga disaat proses pemilihan kepala daerah masih berlangsung di sejumlah TPS di daerah tersebut. Mayat wanita muda yang diperkirakan berusia 20 tahun dengan ciri-ciri rambut ikal panjang sebahu dan masih memakai baju berwarna hitam. Kondisinya berlumuran darah di bagian wajah.

Mayat wanita itu pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang hendak menuju ladang jagung miliknya dan melihat ceceran darah. Karena merasa curiga, saksi mengikuti arah ceceran darah dan ternyata ada sesosok manusia tergeletak tak bernyawa.

Peristiwa itu sontak menggegerkan warga sekitar, sehingga lokasi penemuan mayat mendadak ramai dikunjungi masyarakat yang ingin melihat mayat yang ditemukan tergeletak dengan posisi tubuh meringkuk dengan celana jeans dan baju kaos.

Tak lama usai ditemukan, Polisi tiba ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap mayat tersebut. Setelah itu, Polisi dibantu TNI mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit untuk menjalani visum. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional