Menu

Wanita Hamil 8 Bulan Bantu Suami Jual Barang Curian

  Dibaca : 957 kali
Wanita Hamil 8 Bulan Bantu Suami Jual Barang Curian
Timw AR Center menyerahkan bantuan uang tunai dan beras dari Andre Rosiade kepada keluarga Ria di Mata Air, Padang Selatan.
Pasutri maling laptop

Wakapolres Bukittinggi memperlihatkan belasan laptop yang merupakan barang hasil curian Gogon Embia (32), yang ditangkap Senin (28/09/2015). Selain Gogon, petugas juga mengamankan istrinya yang sedang hamil 8 bulan. Sang istri juga dicurigai ikut serta membantu Gogon menjual barang hasil curian.

BUKITTINGGI, METRO–Petualangan Gogon Embia (32) warga asli Batusangkar, Tanahdatar mengupak belasan sekolah, terhenti sudah. Pria yang berdomisili di Garegeh, Kecamatan MKS Bukittinggi, diringkus polisi, Senin (28/9) malam. Tak hanya Gogon, istrinya yang sedang hamil 8 bulan juga ikut dibawa polisi karena terlibat dalam penjualan barang hasil curian.

Penangkapan Gogon merupakan puncak dari penyelidikan panjang yang dilakukan polisi dalam kasus pengupakan sekolah yang beberapa kali terjadi dalam bulan ini. Dalam penyelidikan, kecurigaan polisi mengarah pada Gogon. Sang istri juga dicurigai ikut serta membantu Gogon menjualkan barang hasil curiannya.

Dijelaskan Wakapolres Bukittinggi Kompol Heru Ekwanto, langkah Gogon sebenarnya sudah beberapa hari diintai. ”Dia dalang dari rentetan pengupakan sekolah yang selama ini terjadi dan sudah sangat meresahkan. Aksinya bukan sekali, tapi berulang. Istrinya juga ikut terlibat,” terang Kompol Heru Ekwanto, Jumat (2/10) siang.

Setelah memastikan keberadaan Gogon, pada pukul 18.30 WIB, beberapa petugas masuk ke rumah tersangka dan sebagian menunggu di luar rumah. Pada awalnya, tersangka tidak ada di rumah dan yang ada hanya isterinya. Agar tidak lepas buruannya, polisi menunggu di rumah dan isteri yang bersangkutan tetap diawasi dengan ketat, agar jangan sampai menghubugi suaminya. Setelah menunggu sekitar 30 menit di tempat itu, yang bersangkutan pulang dan langsung diringkus tanpa perlawanan.

Untuk pengembangan, tersangka langsung diamankan ke Polres Bukittinggi. Diketahui, dalam aksi pencurian yang dilakukan oleh tersangka beberapa kali dalam sebulan terakhir, dia mendapatkan kamera dan laptop. ”Tersangka yang merupakan residivis ditanya, dimana laptop dan kamera dia jual,” sebut Kasatreskrim Polres Bukittinggi AKP Albert Zai.

Satu persatu, tersangka disuruh menunjukkan tempat dia menitipkan dan menjual laptopnya. Tersangka tidak bisa mengelak lagi dan mengakui kalau isterinta Eca C (34) memang terlibat sebagai penjual laptop hasil curiannya. Laptop dikumpulkan setiap hari dan pada sampai Jumat (2/10) sudah terkumpul sebanyak 14 unit laptop, satu handicam dan dua kamera.

Adapun laptop yang berhasil dikumpulkan yaitu milik, sekolah SDN 01 Baringin, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam yang diketahui dicuri pada Rabu (9/9) sebanyak empat unit. Berikutnya SDN 18 Campago Guguak Bulek, Kecamatan Mandiangin Koto Salayan (MKS) Bukittinggi yang diketahui dicuri pada Selasa (8/9) dikumpulkan sebanyak satu unit. Terakhir yaitu SMPN 2 Bukittinggi yang diketahui dicuri pada Sabtu (12/9) berhasil dikumpulkan sebanyak lima unit. Selain itu juga diamankan dua unit laptop dengan TKP daerah Batu Sangkar dan dua unit TKP Payakumbuh.

Sesuai pengakuan dari tersangka yang merupakan resedivis kasus yang sama dan baru keluar LP dua bulan terakhir kalau dia mengupak sekolah tanpa ada perencanaan sebelumnya. Ketika dia berputar-putar menggunakan sepeda motornya dan melihat situasi memungkinkan langsung melancarkan aksinya dan membawa pulang. Selanjutnya, hasil curian tersebut dijual pada pemesan dan ada juga yang dijualkan oleh isteri tersangka.

Diakui oleh tersangka kalau menjalankan aksinya hanya sendiri dan mencongkel atau pengupakan menggunakan linggis dan pahat kayu. Semua hasil curiannya dia gunakan untuk keperluannya sehari-hari, sebab dia tidak punya penghasilan tetap sebagai seorang pengangguran.

Walaupun pengakuan tersangka, menjalankan aksinya dan isterinya yang sedang hamil delapan bulan sebagai penadah, ditegaskan Wakapolres, Kompol Heru kalau pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut kalau ada tersangka lain maupun penadah. Pihaknya juga masih terus mengumpulkan semua barang bukti hasil curian sesuai dengan laporan polisi yang ada.

Sampai berita ini diturunkan tersangka dan isterinya bersama barang bukti masih diamankan di Polres Bukittinggi untuk melengkapi berkas. Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang diancam hukuman tujuh tahun penjara dan isterinya dijerat pasal 480 KUHP tentang penadah dengan ancaman lima tahun penjara. (wan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional