Menu

Wanita di Bawah Umur Dijual di Hotel

  Dibaca : 493 kali
Wanita di Bawah Umur Dijual di Hotel
PERLIHATKA BUKTI— Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu memperlihatkan barang bukti hasil pengungkapan kasus prostitusi libatkan anak di bawah umur dengan satu orang muncikari sebagai tersangka.

PADANG, METRO
Meski berada di masa pandemi Covid-19, geliat prostitusi di Kota Padang masih tetap subur, padahal pemerintah sudah mengimbau agar masyarakat untuk tetap di rumah. Hal itu dibuktikan dengan hasil pengungkapan kasus prostitusi di bawah umur oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumbar.

Terungkapnya kasus prostitusi itu, setelah Tim Unit PPA Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumbar melakukan penggerebekan di Hotel Axana, Jalan Bundo Kanduang, Kecamatan Padang Barat, Sabtu (18/7). Dari penggerebekan itu, petugas menangkap seorang muncikari berinisial DEP (26) yang mengeksploitasi dan memperdagangkan wanita.

Sementara, di kamar 329 dan 340, ditemukan perempuan yang masih di bawah umur berinisial TR (16) dan seorang wanita dewasa berinisial TFP (20) yang dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) oleh pelaku DEP. Selain itu, petugas juga menyita barang bukti uang tunai Rp 1 juta hasil transaksi melayani lelaki hidung belang, dua unit handphone, dan kunci kamar hotel.

Kabid Humas Polda Sumbar Satake Bayu mengatakan, penangkapan ini berawal dari informasi yang didapatkan dari masyarakat yang resah karena marak terjadinya prostitusi di hotel tersebut. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Unit PPA Subdit IV Direskrimum Polda Sumbar dan melakukan penyelidikan hingga penangkapan.

“Muncikari dan dua wanita yang dipekerjakan sebagai PSK diamankan di Hotel Axana. Dua wanita tersebut disuruh oleh pelaku DEP melayani tamu dengan iming-iming diberikan imbalan uang. Salah satu wanita, umurnya masih berstatus di bawah umur,” kata Kombes Pol Satake Bayu didampingi Ipda Dono Rahmadian selaku Panit I Unit PPA Ditreskrimum Polda Sumbar saat press release di Mapolda, Rabu (22/7).

Dijelaskan Kombes Pol Satake Bayu, setelah dilakukan penangkapan dan pemeriksaan, pelaku DEP sebagai mucikari ditetapkan sebagai tersangka. Dari pengakuan tersangka jasa wanita muda itu sebesar Rp800 ribu untuk satu kali durasi pendek dan Rp1,9 juta untuk sekali dalam durasi panjang.

“Muncikari ini mendapatkan bagian Rp200 ribu per transaksi. Modus operandinya muncikari mencarikan pelanggan untuk kedua wanita tersebut, dengan cara menjalin komunikasi dengan calon pelanggan melalui aplikasi Whatsapp. Pelaku muncikari nekat,” ungkap Kombes Pol Satake Bayu.

Kombes Pol Satake Bayu menambahkan, dua wanita PSK yang diamankan di hotel itu, masing-masing berumur 16 tahun dan 19 tahun. Keduanya, setelah menjalani pemeriksaan berstatus sebagai saksi korban dan dititipkan di Panti Sosial Karya Wisata Andam Dewi Kabupaten Solok untuk direhabilitasi.

“Sedangkan pelaku DEP ditahan dengan surat perintah penahanan nomor SP.HAN/34/VII/2020 pada 19 Juli 2020. Untuk anak berumur 16 tahun putus sekolah dan sebelumnya bekerja sebagai salaes promotion girl (SPG) di Padang. Dia berasal dari luar Sumatera Barat,” ujar Kombes Pol Satake Bayu.

Selain itu, Kombes Pol Satake Bayu menuturkan, dari lokasi kejadian petugas mengamankan uang sebesar Rp1 juta dalam pecahan Rp100 ribu, dua unit handphone, satu buah kondom dan kunci kamar hotel.

“Pelaku ini disangkakan nomor 21 2007 tentang tindak pemberantasan perdagangan orang dan UU 1 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun pidana kurungan dan ditambah 1/3 dari ancaman karena korban merupakan anak di bawah umur,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional