Menu

Wanita 70 Tahun Dibantai Perampok di Limapuluh Kota

  Dibaca : 969 kali
Wanita 70 Tahun Dibantai Perampok di Limapuluh Kota
REKRUTMEN—KPU Pasaman saat melakukan rekrutmen KPPS. Namun, hingga batas waktu pendaftaran kuota petugas KPPS yang dibutuhkan belum terpenuhi.
Pembunuhan - dibunuh

ilustrasi

PAYAKUMBUH, METRO–Teriakan minta tolong terdengar keras saat sejumlah warga di Jorong Taratak, Nagari Tanjung Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota tengah melakukan aktifitasnya. Mereka gempar. Sebab, seorang nenek berusia 70 tahun yang diketahui bernama Yuliana ditemukan tewas di dalam rumahnya dengan darah berceceran dan luka di sekujur tubuhnya. Suara minta tolong itu berasal darinya.

Saat ditemukan oleh warga, kondisi nenek Yuliana sangat mengenaskan. Bagian kepalanya terdapat luka lebam dan robek sementara giginya juga copot dengan daun telinga yang mengalami luka. Selain itu, dari pemeriksaan didapati kalau telinga korban juga terputus.

“Saya tidak menyangka sama sekali pak. Nenek ditemukan dalam keadaan tertelungkup di dalam rumah,” kata Mimi, salah seorang tetangga korban yang pertama kali menemukannya, Jumat (18/12) lalu.

Dia menyebut, tidak mengetahui sama sekali apa yang menyebabkan tetangganya tersebut ditemukan tewas bersimbah darah. Bahkan selama ini, korban dikenal sebagai orang yang sangat mudah bergaul dengan tetangga. Tidak ada yang merasa dendam dengan korban, apalagi bermusuhan dengannya.

“Kami sekampung kaget pak. Padahal, nenek ini sangat senang membantu orang dan tidak banyak perangai,” jelas Mimi kepada polisi.

Sementara, Kapolres Payakumbuh, AKBP Yuliani mengatakan, korban ditemukan pada Kamis (17/11) sore. Pihak keluarga korban yang sudah dihubungi dan diberitahu perihal penemuan mayat ini juga menolak untuk melakukan otopsi. Namun, petugas saat ini masih terus melakukan penyelidikan terhadap penemuan mayat wanita tua itu.

“Kendati demikian, kami akan tetap melakukan penyelidikan untuk mencari tahu apa yang membuat korban terbunuh,” ujarnya.

Belakangan, polisi sedikit curiga dengan kondisi saat korban ditemukan meninggal di dalam rumahnya. Dugaan sementara, korban dibunuh oleh para perampok yang masuk ke dalam rumahnya. Sebab, dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) diketahui kalau perhiasan korban seberat tiga emas mengirap.
“Kita tidak bisa menerka dengan cepat. Tapi, dari kondisi korban ditemukan, kita duga ini motifnya perampokan,” paparnya.

Kemudian, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata yang mungkin melihat atau sempat tahu apa yang terjadi dengan korban sebelum ditemukan tewas. “Penyelidikan tetap dilakukan agar kasus ini bisa terungkap. Sementara, korban sendiri sudah dibawa oleh keluarga pulang,” pungkas Kapolres. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional