Menu

Walnag Susun Tata Ruang Inklusif

  Dibaca : 114 kali
Walnag Susun Tata Ruang Inklusif
FOTO BERSAMA— Program Manajer Echo Green di Kabupaten Padangpariaman Ramadhaniati foto bersama dengan peserta pelatihan.

PDG.PARIAMAN, METRO
Dukung program ECHO Green di Padangpariaman, wali nagari (walnag) segera susun rencana tata ruang dan tata guna lahan yang inklusif. Dalam rangka penguatan kader dan peningkatan kapasitas, untuk memfasilitasi bersama pelaksanaan Program Mendorong Inisiasi Ekonomi Hijau oleh Petani Perempuan dan Pemuda dalam Sektor Pertanian Berkelanjutan (ECHO-Green) di lapangan.

Konsil LSM Indonesia melaksanakan pelatihan Penyusunan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Nagari berbasis Perempuan dan Pemuda untuk Pertanian Berkelanjutan.

Pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari tersebut, diikuti sebanyak 60 orang peserta, yang merupakan utusan dari 25 Nagari di Kecamatan Ulakan Tapakis, Lubuk Alung dan Batang Anai di Aula Abdul Latif kampus INS Kayutanam Padangpariaman.

Usai acara penutupan, Ramadhaniati selaku Program Manajer ECHO Green di Kabupaten Padangpariaman menyampaikan pihaknya akan memperkuat keterlibatan perempuan dan pemuda dalam pembangunan Nagari khususnya di sektor pertanian.

Karena berdasarkan UU No. 6 tahun tahun 2014 tentang Desa, dijelaskan bahwa Pemerintah Desa/Nagari memiliki wewenang untuk menyusun Rencana Tata Ruang dan Rencana Tata Guna Lahan yang terintegrasi.

Artinya, proses perencanaan yang dilakukan harus partisipatif, memastikan keterlibatan efektif perempuan, generasi muda dan kelompok-kelompok terpinggirkan lainnya.

“Untuk tercapainya proses perencanaan yang partisipatif diatas, salah satunya diperlukan kelompok kader dari masyarakat, sebagai fasilitator lokal dalam perencanaan tata ruang dan tata guna lahan di masing-masing nagari,” jelasnya.

Konsil LSM Indonesia mengharapkan, melalui pelatihan ini akan tersedia Kader ECHO Green disetiap nagari. Mereka mampu menjadi Fasilitator atau penghubung Sub District Coordinator (SDC) dalam memfasilitasi Nagari terutama terkait penyusunan RTRW.

“Setibanya para peserta pelatihan di Nagarinya, mereka bisa membantu kami dalam memfasilitasi Nagari, terutama terkait penyusunan RTRW. Kemudian membuat peta lahan berdasarkan aplikasi yang tersedia, karena selama 4 hari ini mereka sudah dilatih untuk mencari titik koordinat dengan GPS dan membaca peta GIS serta teknik sederhana membaca google earth. Dan selanjutnya bersama Wali Nagari menyusun legalitas terkait rencana tata ruang dan tata guna lahan yang inklusif dalam bentuk Peraturan Nagari,” ujarnya.

Berkaitan dengan itu, sebagai peserta Pelatihan Wali Nagari Padang Ulakan Bakhri menyampaikan, bahwa mewakili nagari yang ditunjuk sebagai pilot proyek program ECHO Green ini, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Konsil LSM Indonesia bersama konsorsium.

Karena telah menambah wawasan dan membuka cakrawala berfikir kami, terutama dalam penyusunan rencana tata ruang dan tata guna lahan terkait program ekonomi hijau dan sektor pertanian berkelanjutan. “Dalam upaya mendukung program ECHO Green dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian, kami akan siapkan RTRW secepatnya serta melibatkan kaum perempuan dan para pemuda secara efektif dalam setiap gerak pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” tandasnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

<span class="blue2 bdrblue">Fanpage</span> <span class="red">Facebook<span>

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional