Menu

Wali Kota Padang Sampaikan RAPBDP 2021 kepada DPRD

  Dibaca : 77 kali
Wali Kota Padang Sampaikan RAPBDP 2021 kepada DPRD
Wali Kota Padang Hendri Septa menyerahan Nota Keuangan RAPBDP Kota Padang Tahun Anggaran 2021 kepada Wakil Ketua DPRD Arnedi Yarmen.

PADANG, METRO–Wali Kota Padang Hen­dri Septa menyam­paikan secara resmi Nota Keuangan Rancangan Ang­garan Pendapatan dan Belanja Daerah Peru­bahan (RAPBDP) Kota Pa­dang Tahun Anggaran (TA) 2021 kepada DPRD Kota Padang.

Hal itu ia sampaikan dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Padang di Ruang Sidang Utama Kan­tor DPRD setempat, Sabtu (4/9/2021).

Anggota DPRD Padang yang mengkuti rapat paripurna.

Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Pa­dang Arnedi Yarmen itu, juga diikuti Wakil Ketua DPRD Amril Amin, Sekretaris DPRD Hendrizal Azhar dan para anggota DPRD Padang. Selain itu unsur Forkopimda, kepala OPD terkait dan stakehoder terkait baik secara lang­sung maupun virtual.

Wako Hendri me­nye­butkan, berdasarkan pe­rubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prio­ritas Plafon Anggaran Se­mentara (PPAS) tahun 2021 yang telah disepakati, bahwa RAPBDP Kota Pa­dang tahun 2021 diarahkan untuk percepatan capaian visi dan misi serta me­wujudkan 9 (sembilan) pro­gram prioritas pem­bangunan, sebagaimana yang tertuang dalam Peru­bahan Rencana Kerja Pe­merintah Daerah (RKPD) Kota Padang tahun 2021.

“Selanjutnya kita tetap fokus pada pencegahan dan penanggulangan pan­demi Covid-19 yang me­wabah sampai saat ini ham­pir dua tahun,” ung­kap orang nomor satu di Kota Padang tersebut.

Dalam RAPBDP 2021 ini, Hendri Septa menga­takan pendapatan daerah direncanakan mencapai Rp 2,526 triliun. Jumlah ini turun sebesar Rp 99,806 miliar atau 3,80 persen dari target pendapatan daerah pada APBD awal tahun 2021 yakni sebesar Rp 2,626 triliun.

Sementara sebut Hen­dri, untuk mendukung ter­capainya sasaran stra­tegis sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan dalam Pe­rubahan KUA dan PPAS tahun 2021, belanja daerah di­rencanakan sebesar Rp2,540 triliun. Jumlah ini turun Rp109,58 miliar atau 4,14 persen dari pagu be­lanja daerah pada APBD awal tahun 2021 yang se­besar Rp2,649 triliun.

“Penurunan belanja daerah tersebut berada pada belanja pegawai, belanja subsidi, belanja bantuan sosial, belanja modal tanah, belanja mo­dal gedung dan bangunan serta belanja modal jalan, jaringan, irigasi san be­lanja bantuan keuangan,” jelasnya.

“Dari sisi penerimaan kita harus mampu me­ningkatkan, menggali dan mengembangkan sum­ber-sumber pendapatan daerah terutama penda­patan asli daerah (PAD). Sementara dari sisi be­lanja kita harus dapat me­ningkatkan kualitas dan produktivitas belanja. Se­hingga setiap rupiah yang kuta belanjakan harus digunakan untuk kegiatan dan program yang benar-benar produktif dan mam­pu memberikan nilai tam­bah sebesar-beaarnya bagi masyarakat,” cetus­nya menambahkan.

Lebih lanjut wako juga berharap, RAPBDP 2021 beserta rencana ang­ga­ran yang disampaikan dapat dijadikan prioritas bersama DPRD Kota Pa­dang.

“Kita butuh penyem­purnaan. Untuk itu dalam proses selanjutnya se­moga bisa lebih disem­purbakan melalui kon­sultasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Padang dengan Tim Anggaran Pe­merintah Daerah (TAPD) serta OPD sebelum dite­tapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Semoga semuanya berjalan de­ngan lancar tentunya,” harap wali kota muda ter­sebut.

­Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Padang Ar­nedi Yarmen meminta ke­pada OPD terkait di Pemko Padang untuk da­pat me­maksimalkan men­jalan­kan program-program yang sudah disusun de­ngan baik.

“Soal penurunan pen­da­patan, kita akan bahas bersama TAPD dan DPRD untuk solusinya ke depan. Penurunan yang terjadi se­karang juga karena ada­nya pengurangan DAU dari Pusat,” pung­kasnya.(*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional