Menu

Waktunya Menggalang Aksi Tolak TdS

  Dibaca : 982 kali
Waktunya Menggalang Aksi Tolak TdS
Timw AR Center menyerahkan bantuan uang tunai dan beras dari Andre Rosiade kepada keluarga Ria di Mata Air, Padang Selatan.
TdS 2015 - start padangpariaman

Pembalap peserta TdS 2015 memulai start dari Kantor Bupati Padangpariaman, Minggu (04/10/2015).

PADANG, METRO–Dua hari wara-wiri di dalam Kota Padang, iven Tour de Singkarak (TdS) 2015 mulai memancing “kebencian” warga. Hari pertama Sabtu (3/10) membuat jalan-jalan utama kota bingkuang mati suri lebih dari dua jam. Parahnya, di hari kedua, Minggu (4/1) hal serupa juga terjadi. Aparat dan pemerintah, seperti tak pernah bisa belajar agar lebih baik.

Seorang warga Kota Padang, Faizal menyebutkan, TdS sudah dapat dipastikan tidak memiliki dampak yang baik bagi Padang dan Sumbar umumnya. Sumpah serapah, caci maki, bahkan sebuah “harapan” buruk saling bersahutan di kiri kanan jalan yang dipagari oleh aparat. Saat start TdS dimulai pukul 11.00 WIB dari Padangpariaman, jalan-jalan sudah ditutup sejak pukul 09.00 WIB.

“Aneh saya lihat. Aparat sepertinya terlalu kaku dalam menjalankan pekerjaan mereka untuk pengamanan. Koordinasi dengan panitia juga sepertinya tidak jelas. Hari pertama sudah bagalau, kedua juga masih,” sebut anggota DPRD Padang 2004-2009 itu.

Menurut Faizal, dia sudah mengancang-ancang untuk menggalang aksi menolak TdS digelar lagi tahun-tahun mendatang. Minimal, iven tak bermanfaat ini hanya digelar sekali dalam tiga tahun saja. Karena, dia meyakini, selama 6 tahun digelar, tidak jelas apa manfaat untuk Sumbar.

“Kalau disebut berguna untuk pariwisata, saya rasa tidak. Apalagi saat ini, tak ada keindahan alam yang bisa terlihat, karena kabut pekat di mana-mana. Kami merasa, harus ada penggalangan tolak TdS segera,” sebut pengusaha travel agen ini.

Di dunia maya, banyak netizen yang mengeluhkan TdS yang mengganggu aktivitas mereka. Seperti seorang facebooker Dedet Nolly yang menyebut, TdS Sumbar sungguh sangat menengangkan dalam penantian panjang pada aktivitas warga. “Capek,” tulisnya.

Namun ada juga yang merasa, TdS memberikan dampak langsung kepada masyarakat Sumbar—terutama yang dilewati para pembalap. “Mungkin keuntungannya, jalan-jalan kita diperbaiki setiap tahunnya. Kalau tidak, kapan lagi aspal akan diperbaiki,” sebut Deni (40), warga Kuranji. (h)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional