Close

Wako Zul Elfian Kukuhkan TPPS Kota Solok

TANDATANGAN—Sekda Kota Solok Syaiful menandatangi komitmen bersama.

SOLOK, METRO–Wali Kota Solok, Zul Elfian mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Solok. Zul Elfian mengatakan, TPPS ini tidak hanya sekedar dikukuhkan kemudian hilang. Namun harus melakukan tindakan nyata untuk mengatasi stunting di Kota Solok. Setelah dikukuhkan hendaknya langsung me­lakukan pemetaan, menciptakan langkah strategis serta inovasi untuk penanggulangan stunting.  “Kita tidak boleh puas diri meskipun angka stunting Kota Solok terendah di Provinsi Sumbar dengan angka 18,5 persen,” ujarnya.

Diharapkan tahun 2024 angka stunting tidak hanya dibawah 10 persen, Jika bisa angka stunting Kota Solok dibawah lima persen. Namun perlu menjadi perhatian bersama dan bersungguh-sungguh agar tar­get dapat tercapai. Penanganan stunting harus direncanakan dari calon pengantin sebelum menikah sampai nanti melahirkan anak.  Para kader ha­rus bekerja keras dan giat mengatasi masalah stunting di Kota Solok.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Fatmawati menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Solok dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota solok yang telah melakukan pengukuhan dan konsolidasi TPPS. Saat ini hampir seluruh 19 Kota dan Kabupaten di Sumbar telah me­ngukuhkan TPPS.  “Ini merupakan bukti nyata keseriusan dan komitmen kita menurunkan angka stunting di Sumbar, khu­susnya di Kota Solok,” sebutnya.

Menurutnya, Kota Solok merupakan daerah de­ngan prevalensi angka stunting terendah di Pro­vinsi Sumbar dengan 18,5 persen. Adapaun toleransi angka stunting di suatu wilayah secara nasional di angka 20 persen. Namun berdasarkan target Perpres Nomor 72 Tahun 2021 angka stunting harus berada 14 persen.

Untuk itu, harus bekerja bersama-sama seluruh elemen terkait dalam penanganan stunting ini. Calon pengantin, ibu hamil, baduta dan balita. Diambil dari pendataan keluarga.  Adapun salah satu indikator adalah satu kepala keluarga memiliki baduta diatas dua orang. “Kedepan, semoga Kota Solok dapat menjadi pilot project dalam penanganan stunting di Provinsi Sumbar,” ujar Fatmawati.

Pengukuhan TPPS merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Tahun 2024 nanti diharapkan angka stunting se-Indonesia berada di angka 14 persen.

Saat ini, Kota Solok membentuk TPPS di dua kecamatan dan 13 kelurahan yang ada di Kota Solok sebagai wujud keseriusan Pemko Solok melaksanakan amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021. Tujuan pemgukuhan TPPS ialah untuk meningkatkan komitmen dan peran pemerintah daerah serta mitra kerja dalam penurunan stunting di Kota Solok. (vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top