Menu

Wako Pariaman jadi Narasumber Webinar Asia Pasific

  Dibaca : 282 kali
Wako Pariaman jadi Narasumber Webinar Asia Pasific
Genius Umar

PARIAMAN, METRO
Wali Kota Pariaman Genius Umar berkesempatan menjadi narasumber dalam webinar (web seminar) United Cities Local Governments Asia-Pasific (UCLG-ASPAC) bersama Walikota Pangkal Pinang Maulan Aklil yang langsung dipandu oleh Sekjen UCLG-ASPAC Bernadia I Tjandradewi sebagai moderator.

Webinar tersebut mengangkat tema “Strategi dan Tantangan Pemerintah Daerah Dalam Pencapaian Sasaran Jangka Pendek dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Masa Pandemi Covid-19”.

Wali Kota Pariaman H Genius Umar, kemarin, mengatakan, tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) di masa pandemi Covid-19 ini ialah untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Strategi Pemko Pariaman lainnya dalam pencapaian goal dan SDGs di masa pandemi covid-19 atau tanpa kelaparan dan tanpa kemiskinan ialah dengan cara memperkuat sistem perlindungan sosial untuk masyarakat miskin melalui penyaluran bantuan sosial tunai bagi masyarakat yang terdampak sosial ekonomi covid-19 secara cepat tanpa konflik dan alhamdulillah juga mendapat apresiasi dari Kemendes PDT. Diperkirakan sebanyak 20.931 yang mendapatkan BST dari 24 ribu KK di Kota Pariaman,”  ujar Genius.

Pemerintah juga memastikan updating atau pembaharuan data terpatu kesejahteraan sosial yang digunakan untuk memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dimana update berkala selama pandemi serta memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat Kota Pariaman di masa pandemi, dengan mengatur tata kelola niaga, berupa pertanian.

Kemudian, lanjut Genius, goal selanjutnya ialah pada bidang kesehatan, Pemko Pariaman telah memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan protokol kesehatan, meningkatkan layanan di RSUD dr. Sadikin dengan menambah dokter spesialis, meningkatkan kapasitas petugas untuk deteksi covid-19, meningkatkan peralatan dan mengaktifkan unit-unit layanan pendukung, membuat Pos pemeriksaan 24 jam bekerjasama dengan lintas sektor di perbatasan Kota, dengan dukungan 60 lebih relawan khusus kesehatan, kurang lebih ada sebanyak 74.300 orang yang di razia kemudian diperiksa terhitung data per 5 Juni 2020.

“Pemusatan layanan persalinan untuk mencegah dan mengontrol penularan Covid-19 serta melakukan surveilance dan tracking harian untuk kasus PPT, ODP, PDP, dan kasus covid-19, “ tambahnya.

Sedangkan, pada bidang pendidikan, kita telah melakukan berbagai upaya dimana peserta didik melakukan proses belajar mengajar melalui daring secara (virtual) dari rumah. Saat hasil rapor keluar, rapor tersebut diantar ke rumah murid tersebut oleh wali kelasnya.

Kemudian, Penerimaan Peserta Didik Baru dengan menggunakan aplikasi SIPINTAR (Sistem Informasi Pendaftaran) MASUK SEKOLAH, sistem pendaftaran program SAGA SAJA ( Satu Keluarga Satu Sarjana ) dikelola secara daring, dimana pada tahun 2020 ini sekitar 100 orang anak Kota Pariaman yang berkesempatan kuliah di beberapa kampus ternama di indonesia.

Sementara itu, dibidang ekonomi, industri, inovasi dan infrastruktur, Pemerintah memastikan para tenaga kerja di berbagai sektor yang terdampak covid-19 langsung mendapat layanan bantuan sosial tunai dan kartu pra kerja. Memperkuat kapasitas layanan perijinan secara daring/online selama masa pandemi covid-19 dan memastikan layanan pasar tradisional berjalan dengan protokol kesehatan, Operasi Pasar untuk komoditi tertentu, Relaksasi pinjaman UMKM di BUMD.

Genius juga menanggapi pertanyaan dari beberapa peserta webinar yang juga diikuti oleh Bappeda (Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah) seluruh indonesia terkait peningkatan PAD ditengah pandemi Covid-19.

Genius menjawab, Pemkot Pariaman telah memutuskan selama masa tanggap darurat sampai tanggal 29 Juni 2020 mendatang, penarikan retribusi masuk kawasan pantai hanya diberlakukan pada hari jumat, sabtu, minggu saja, dimana jam operasional petugas di lapangan dari jam 8 pagi sampai pukul 5 sore.

“Kita juga memastikan pembukaan kawasan wisata dengan penerapan protokoler kesehatan covid-19 sesuai Perwako Nomor 27 Tahun 2020 tentang New Normal, dengan memberlakukan retribusi di tempat wisata yang secara tidak langsung, “ pungkasnya.

“Karena objek wisata Kota Pariaman di Provinsi Sumatera Barat itu sangatlah diminati oleh pengunjung di berbagai daerah bahkan dari wisatawan mancanegara saat Pesata Budaya Hoyak Tabuik. Tapi dengan situasi pandemi saat ini, cukup menjatuhkan pariwisata kita sehingga berdampak pula bagi ekonomi masyarakatnya, “ tandasnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional