Menu

Wako Pariaman Genius Umar Sidak, Proyek Water Front City Tersendat

  Dibaca : 196 kali
Wako Pariaman Genius Umar Sidak, Proyek Water Front City Tersendat
SIDAK— Wali Kota Pariaman H Genius Umar, saat sidak proyek water front city Batang Air Pampan, di Kelurahan Pondok Duo Kecamatan Pariaman Tengah.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar, kemarin, sidak proyek water front city Batang Air Pampan, di Kelurahan Pondok Duo Kecamatan Pariaman Te­ngah. “Kita  intruksikan untuk proyek tersebut da­pat dituntaskan sece­pat­nya,” kata Genius Umar, kemarin..

Dia mengatakan demi­kian karena saat sidak ini menemukan kondisi pro­yek yang berasal dari program KOTAKU 2020/2021 ini, mengalami ke­ter­lam­batan penyelesaian volume pekerjaan dari yang seharusnya, dan beliau menemukan di lokasi pro­yek hanya ada satu orang pengawas, sementara akti­fitas pengerjaan proyek tidak ada sama sekali.

“Dari keterangan pe­ngawas, diperoleh infor­masi bahwa pengerjaan proyek baru mencapai 60 persen, sementara kontrak akan berakhir pada bulan Agustus 2021 ini, dan ini tidak benar,” ujarnya.

Tidak puas dengan kete­rangan pengawas, Genius Umar menginstruksikan kepada pengawas untuk mendatangkan pelaksana proyek ini hadir di lokasi dan sekaligus meng­hu­bungi Kepala Balai Prasa­rana Pemukiman Kemen­terian PUPR, Koesworo.

Setelah cukup lama me­nunggu akhirnya hadir dilokasi proyek  pelaksana proyek dan perwakilan dari Balai Prasarana Per­muki­manan Kementerian  PUPR berserta Kadis Perkim dan LH, M. Syukri, dan turut hadir juga dari BPKP Per­wakilan Sumbar yang ke­betulan juga sedang mela­kukan monitoring pelak­sanaan proyek Water Front City KOTAKU Kota Pariaman 2020/2021.

“Dari temuan ini kita semua bersepekat, agar proyek Water Front City yang berasal dari dana Kementerian ini, agar da­pat dituntaskan, tentu se­suai dengan peraturan yang berlaku, sehingga dapat dirasakan manfaat­nya oleh masyarakat, ja­ngan sampai tidak tuntas,” tuturnya.

Kepada semua yang hadir Wako Pariaman ini dengan tegas meminta agar proyek ini harus ter­lak­sana sampai selesai dan tidak ada item-item pe­kerjaan yang tidak selesai.

Akhirnya perwakilan dari Balai Prasarana Per­mukimanan Kementerian  PUPR, Pelaksana Proyek dan Pengawas, dengan disaksikan oleh Kadis Per­kim dan LH serta tim monitoring dari BPKP, menyang­gupi instruksi Walikota tersebut, dan menjelaskan bahwa akan dilakukan A­den­dumdengan penam­ba­han waktu 75 hari kerja, dari kontrak awal, sehingga tersedia waktu 4,5 bulan untuk penyelesaian proyek tersebut.

“Waktu 4,5 bulan ini agar bisa dimanfaatkan untuk penyelesaian peker­jaan, karena  manfaat dari proyek ini sangat di tunggu-tunggu oleh masyarakat, dan jika proyek ini tidak selesai, yang rugi adalah masyarakat  dan Kota Pa­riaman sendiri, apalagi tambahan dana dari Ke­men­terian PUPR melalui Balai Prasarana Pemu­ki­man pada tahun ini juga sudah tersedia,” tutup­nya.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional