Close

Wako Pariaman Akui Miliki Kawasan Konservasi Penyu

NARA SUMBER— Wali Kota Pariaman, Genius Umar menjadi narasumber kuliah umum Prodi Ilmu Lingkungan Hidup S2 dan S3 Universitas Negeri Padang (UNP).

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman, Genius Umar  menjadi na­ra­sumber kuliah umum prodi ilmu lingkungan hidup S2 dan S3 UNP (Universitas Negeri Padang), de­ngan tema kebijakan ma­na­jemen lingkungan di Ko­ta Pariaman.

Genius Umar mema­parkan bahwa pem­ba­ngu­nan berwawasan ling­ku­ngan merupakan penge­lolaan sumber daya secara bijaksana, pembangunan yang berkesinambungan dan peningkatan mutu hi­dup. Dalam era sekarang ini pembangunan dilak­sanakan hampir di segala bidang, dan pembangunan hendaknya mempunyai sasaran untuk mening­katkan kesejahteraan ma­nusia.

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan ilmu manajemen lingkungan dan kebijakan yang telah saya lakukan di kota Paria­man, mulai dari mewu­judkan pembangunan yang berkelanjutan, mewu­jud­kan Water front city,  serta penataan kawasan pe­si­sir,” ujarnya.

Khusus untuk penataan kawasan pesisir, dimana Kota Pariaman mem­pu­nyai kawasan konservasi penyu dan mangrove, di­mana kedua hal tersebut terus kita jaga ekologinya, sehingga saat ini kawasan yang berdekatan ini, men­jadi magnet untuk pengun­jung datang, baik dari na­sional dan internasional, ucapnya.

“Kawasan penyu dan mangrove ini, telah banyak didatangi oleh peneliti, mahasiswa sampai National Geographi, pernah melaksanakan penelitian di kawasan ini. Selain itu kawasan ini juga rutin di datangi mahasiswa dan pelajar dari seluruh Indonesia, ada yang dari aceh, sampai sekolah elit di Ja­karta setiap tahun me­ngirimkan siswanya untuk belajar di kawasan ini,” ujarnya.

Genius menyadari, ter­kadang kebijakan untuk pembangunan lingkungan yang berkelanjutan, ka­dang tidak populer di ma­syarakat, karena terka­dang berbenturan dengan profesi dan pembangunan daerah, tetapi hal ini tidak menyurutkan langkah kami untuk terus merawat dan menjaga kelestarian ling­kungan yang berkelanjutan untuk generasi yang akan datang.

“Selain itu, kita juga mempunyai zona konser­vasi, dimana untuk pulau kasiak yang merupakan zona inti kawasan kon­servasi, betul-betul kita jaga untuk pengunjung hanya khusus penelitian saja dan mempuinyai izin, sedangkan zonasi peman­faatan seperti pulau angso duo yang menjadi tujuan pengunjung dan wisatawan dan telah menjadi icon pariwisata Kota Pariaman,” ungkapnya.

Lulusan S3 IPB ini juga mengatakan akan mem­fasilitasi bagi Mahasiswa UNP yang akan menga­dakan penelitian di Kota Pariaman. Setelah mem­berikan Kuliah umum, di­lanjutkan dengan tanya jawab, yang dibabat habis oleh orang nomor satu di Kota Pariaman ini, se­hing­ga mendapat tepuk tangan dari moderator, akademisi dan mahasiswa/wi S2 dan S3 UNP, yang ikut dalam Kuliah Umum secara virtual ini. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top