Menu

Wako Padang Siap Gelar PTM di Sekolah, Hari ini Keputusan PPKM Level IV Diperpanjang atau Tidak

  Dibaca : 120 kali
Wako Padang Siap Gelar PTM di Sekolah, Hari ini Keputusan PPKM Level IV Diperpanjang atau Tidak
wako Hendri Septa.

SAWAHAN, METRO–Jika Kota Padang keluar dari status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Ma­syarakat (PPKM) Level 4, proses Pembela­jaran Tatap Muka (PTM) akan kembali dilaksanakan. Hal ini ditegaskan Wali Kota Padang, Hendri Septa usai menyampaikan APBD P Tahun Anggaran 2021 dalam sidang paripurna di DPRD Padang, Sabtu (4/9).

“Keluar dari PPKM Level 4 adalah ke­inginan kita bersama, dan juga menjawab keinginan dari orang tua agar Pemko Padang segera membuka sekolah tatap muka,” kata Wako Hendri Septa.

Ia menambahkan,  jika sekolah tatap muka di­gelar, sistemnya akan sa­ma dengan sebelumnya. Pelak­sanaannya dilakukan selang-seling. “Sistemnya yakni 3 hari di rumah dan 3 hari di sekolah,” jelasnya.

Ia berharap (PPKM) yang akan berakhir pada 6 September ini tidak lagi diperpanjang. Wali Kota optimis PPKM Level 4 tidak diperpanjang di Kota Pa­dang, mengingat kasus sem­buh terus meningkat dan kasus masyarakat yang terpapar Covid-19 tidak lagi tinggi.

“Alhamdulillah, kasus sembuh sudah mengalami peningkatan. Begitu juga warga yang terpapar Co­vid-19 kini juga tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Beranjak dari kondisi itu, Hendri Septa berharap tanggal 6 September nanti, Kota Padang bisa keluar dari PPKM Level 4. ”Itu harapan kita. Namun se­muanya tergantung dari ke­putusan pemerintah pu­sat. Dan kita terus mem­berikan laporan ke pusat,” jelas Hendri

Sebelumnya, Direktur RS Tamar Medical Centre (TMC) Pariaman Kol Purn dr Far­haan Abd sp THT -KL menekankan PTM dapat di­gelar ketika daerah ter­sebut su­dah berada dilevel aman da­lam hal pandemi Covid-19.

“Jangan memaksakan diri untuk membuka kem­bali PTM di saat Kota Pa­dang masih berada di PPKM level 4. Kalau sudah berada di level 3 dan 2, PTM sudah bisa dilaksanakan, ucap­nya.

Lebih lanjut,  Kol Purn dr Farhaan Abd sp THT -KL menjelaskan, jika da­erah-daerah yang sudah me­laksanakan PTM, se­baik­nya dibarengi de­ngan kesiapan pemerintah da­erah khususnya rumah sakit dalam hal mengan­tisipasi jika terjadi kembali lonjakan Covid-19 akibat PTM yang tidak komitmen dalam hal penerepan pro­kes di sekolah.

“Rumah sakit apakah sudah siap jika terjadi lon­jakan Covid-19. Seharus­nya kesiapan ini yang ha­rus dipersiapkan untuk meng­antisipasi risiko ke­tika PTM kembali dilak­sa­nakan,” tambahnya.

Kol Purn dr Farhaan Abd sp THT -KL menje­laskan juga proses PTM tidak hanya melakukan transfer ilmu saja kepada siswa, tetapi menanamkan etika dan Budi pekerti ke­pada siswa.

“Oleh karena itu, da­erah yang akan member­la­kukan PTM harus mene­rap­kan prokes dengan ke­tat. Setiap siswa yang akan mengikuti PTM sebaiknya dilakukan Swab PCR atau Rapid tesr antigen kepada setiap siswa, guru dan perangkap sekolah lain­nya. Selain itu, penerapan prokes 3M dengan ketat di sekolah,” jelasnya.

PTM Jangan Dipaksakan

Sementara itu, Pakar Pendidikan dari Universitas Negeri Padang, DR Fitri Arsih menjelaskan PTM bisa dibuka kembali di Kota Pa­dang, ketika Kota Pa­dang sudah lepas dari PPKM Level 4 dan pandemi di Kota Padang sudah mu­lai mereda.

“Pemerintah jangan ter­la­lu cepat menetapkan kapan PTM bisa di lakukan di sekolah. Sangat berisiko bagi keselamatan siswa, guru, orang tua, dan ma­syarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan juga, semua komponen yang ada di sekolah, pada saat ini belum siap jika sekolah kembali menerapkan PTM di sekolah. Apalagi pada saat ini, implementasi pro­kes masih belum optimal diterapkan oleh masya­rakat.

“Apakah sekolah telah menerapkan prokes de­ngan benar. Setiap elemen di sekolah saat berinteraksi masih banyak yang abai terhadap prokes. Yang sulit itu adalah pengawasan. Di atas kertas memang telah dibuatkan kebijakan-ke­bija­kan­nya, tetapi imple­men­tasinya yang masih sulit dilakukan,” tegasnya.

Sebelumnya, Semen­tara itu, Kabid Diknas Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Syafrizal Syair, S.Pd, MM, Jumat (3/9) lalu mengungkapkan, jika nanti PTM sudah boleh dila­ku­kan di Kota Padang, maka khusus untuk pelajar SMP diminta sudah melakukan vaksinasi. Saat ini, vak­sinasi untuk pelajar berusia 12 hingga 17 tahun masih terus dilakukan.

“Ya, kalau untuk PTM masih menunggu Padang turun level dulu PPKM. Selain itu, siswa diimbau mau disuntik vaksin. Sekarang, kan sudah ada vaksinasi untuk anak-anak berusia 12-17 tahun,” kata Syafrizal Syair, kemarin.

Vaksinasi pelajar ini nantinya dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Selain itu, siswa juga bisa men­datangi Puskesmas ter­dekat di tempat tinggalnya untuk divaksin.

Kepala Dinas Kese­ha­tan Kota Padang Feri Mu­lyani Hamid menjelaskan, Dinkes Padang telah mela­yani para pelajar yang akan vaksin dengan lokasi di masing-masing Puskes­mas di Kota Padang.

“Pelajar yang akan di­vak­sin silahkan datang ke Pus­kesmas terdekat se­suai domisilinya. Syaratnya perlihatkan kartu pelajar ke petugas yang ada,” papar­nya.

Ia mengimbau kepada masyarakat lainnya yang belum ikut vaksin, supaya datang juga ke Puskesmas karena dengan vaksin imun tubuh akan kuat dan penyebaran virus corona dapat dicegah.

Selain itu, kepada mas­yarakat diingatkan agar tetap mematuhi prokes dalam melakukan aktivitas. Agar penularan virus tak terjadi dan keselamatan warga terjamin. “Warga mesti pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Apa­bila tak ada keperluan pen­ting, lebih baik stay at home,” lugasnya. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional