Menu

Wako Padang Mahyeldi, 12 Jam di Tengah Banjir

  Dibaca : 415 kali
Wako Padang Mahyeldi, 12 Jam di Tengah Banjir
HIBAH TANAH— Bupati Pasbar H. Syahiran menyerahkan cendera mata kepada Kakanwil Direktorat Jendral Pajak (DJP) Sumbar dan Jambi, Aim Nursalim Saleh, Kamis (20/9) di ruang pertemuan bupati, usai penyerahan tanah hibah seluas 2.800 meter persegi kepada Kementerian Keuangan RI melalui DJP Sumbar dan Jambi.
Wako Padang Mahyeldi Dt Marajo menaiki perahu karet untuk menjangkau lokasi warga yang terkepung banjir.

Wako Padang Mahyeldi Dt Marajo menaiki perahu karet untuk menjangkau lokasi warga yang terkepung banjir, Selasa (22/3) pagi. Wako tetap mengikuti perkembangan banjir di lokasi lain melalui HP.

PADANG, METRO–Pemimpin terbaik, adalah yang hadir saat yang dipimpinnya membutuhkan. Apalagi di saat saat susah, dan ingin mendapatkan perhatian. Dan, itulah yang dilakukan Wali Kota Padang, Mahyeldi Dt Marajo saat banjir melanda Kota Padang, Selasa (22/3) dini hari. Wako bersama masyarakat dan menjadi penyemangat.

Begitu hujan deras disertai banjir melanda, wako bersama istri, Harneli Mahyeldi langsung mendatangi warganya. Bahkan, belum terdengar azan Subuh di masjid, keduanya sudah meluncur ke daerah yang terkena bencana. Sekitar pukul 04.00 WIB, sampai di Kecamatan Kuranji. Di sana melihat langsung kondisi banjir setinggi pinggang orang dewasa.

Orang nomor satu kota itu menerobos banjir untuk bisa sampai ke rumah warga yang terendam. Bantuan makanan ringan kepada warga terdampak banjir di daerah itu kemudian diserahkan. Ini adalah bantuan pertama, dan sangat dibutuhkan masyarakat, saat dingin merasuk.

Usai itu, Mahyeldi juga melihat langsung kondisi jalan Bypass. Persisnya di depan RS Gigi Baiturrahamah, Aia Pacah. Jembatan yang sedang dikerjakan hampir putus akibat terjangan banjir. Beruntung saat itu perahu karet milik Marinir Angkatan Laut (AL) membantu warga yang ingin melintasi jalur tersebut. Shalat Subuh berjamaah tetap dilakukannya.

Hari mulai pagi, wako mulai berjalan berombongan. Tingginya debit air di sejumlah titik membuat rombongan sering terhenti. Sekitar pukul 07.00 WIB, wako dan tim menyusuri jalan Adinegoro, Koto Tangah. Tabing, Simpang Kalumpang dan dekat Pasar Lubukbuaya hingga Puskesmas Lubukbuaya, tak bisa lagi dilalui kendaraan. Bahkan, tanpa mengenakan alas kaki, berjalan hingga ke depan Polsek Koto Tangah.

Walikota sempat mengatur kendaraan yang terjebak macet akibat banjir. Dia memandu kendaraan agar kemacetan segera terputus. ”Awak kiro sia yang pakai baju kuniang nan maatur jalan tu. Dikiro Polisi, ruponyo setelah dicaliak dari dakek ruponyo Pak Wali awak,” celetuk Rita Gusveniza, General Manager Padang TV (grup POSMETRO) yang kebetulan melintas.

Tidak hanya itu, wako juga sempat melihat jalur rel kereta api yang bergeser akibat terjangan banjir. Agar jalur rel tidak dilintasi kendaraan, jalur ditutup dengan menggunakan papan kayu. Sehingga kendaraan tak bisa lagi melewati rel tersebut. ”Jalur ini tentu belum bisa dilewati kereta,” kata Wako.

Di Simpang Kalumpang, wako melihat drainase yang tersumbat. Drainase dibersihkan dengan mengeluarkan sampah yang menutup jalur drainase tersebut. Dia berjalan cukup jauh. Langkah wako juga diikuti sejumlah orang yang melihat pak walinya sedang bekerja.

Di Pasar Lubukbuaya, Wako juga turut mendorong ke pinggir truk yang ditinggal sopirnya di tengah badan jalan. Kondisi ini membuat semangat warga seperti bangkit, dan ingin bersama-sama wako. Kerumunan warga yang melihat, juga mulai merapat satu persatu, agar jalur bisa dilewati kendaraan.

Setiba di Polsek Koto Tangah, kemudian Mahyeldi menyempatkan diri melihat langsung kondisi SMAN 7 Padang. Selepas itu melakukan dialog di Padang TV. Kepedulian wako sangat terlihat, dan benar-benar dirasakan masyarakat kota.
Masih terus bergerak, seperti tak pernah kehabisan energi, wako juga melihat warga di Kompleks Perumahan Bumi Serdang Damai II, di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Koto Tangah. Wako mencoba membujuk warga setempat agar mau dievakuasi ke tempat lebih aman. Namun warga terlihat enggan untuk meninggalkan rumahnya.

“Bialah kami di siko Pak Wali,” ujar seorang warga.

Melihat keteguhan hati warga, wako kemudian mengimbau kepada SKPD terkait untuk menyiagakan satu unit perahu karet di kompleks perumahan tersebut. Gunanya untuk evakuasi warga jika debit air terus naik. Wako bersama Dandim  masih memantau banjir yang sudah 80 cm, dan tetap berkoordinasi melalui telepon seluler dan peralatan lain.

Tanpa mengenal letih dan lelah, wako terus berada di tengah warganya yang sedang dilanda musibah banjir. Tak mengenal pakaiannya yang telah basah kuyup akibat banjir, dia tetap menenangkan warganya dan menginstruksikan SKPD terkait supaya menyiapkan logistik dan bantuan. Hingga akhirnya sekitar pukul 16.00 WIB, Walikota menuju kediamannya di Jalan A. Yani. Sekitar 12 jam, wako bersama warganya. (*/cr2)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional