Close

Wako Genius Umar Tanggapi Pandangan Fraksi, Pemko Tetap Perjuangkan Nasib Honorer

PANDANGAN FRAKSI— Wako Genius Umar saat serahkan berkas tanggapn tentang pandangan fraksi DPRD kepada ketua DPRD.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman Genius Umar memberikan tanggapan terhadap pandangan masing – masing fraksi terkait nota keua­ngan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan) Kota Pariaman tahun anggaran 2022, kemarin. Penyampaian tanggapan dari ma­sing – masing fraksi dihadiri juga oleh Wakil Walikota Pariaman Mardison Mah­yuddin, Forkopimda Kota Pariaman, Pimpinan Bank Nagari Pariaman Ibnu Supriadi, Sekdako Pariaman Yota Balad, Asisten I Sekretariat  Daerah Kota Pariaman Yaminurizal dan seluruh Kepala OPD serta Camat dilingkungan Pemko Pariaman.

“Setelah mendengarkan langsung pandangan dari masing – masing juru bicara fraksi, secara umum kita mengucapkan terimakasih kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pariaman yang telah meneliti dan mengoreksi Rancangan APBD Kota Pariaman Ta­hun Anggaran 2022 melalui nota keuangan yang telah kami sampaikan de­ngan memberikan panda­ngan umum berupa saran, himbauan dan penjelasan serta pertanyaan demi terwujudnya Roda Peme­rin­tahan yang baik dan lancar di Kota Pariaman, “ ujar­nya.

Ia menambahkan mengenai kebijakan yang di tetapkan oleh pemerintah pusat, Pemko Pariaman akan selalu memperhatikan tenaga honorer, karna sangat penting. Pemko Pariaman bersama  DPR akan perjuangkan nasib tenaga honor di Kota Pariaman karena kehadiran tenaga honorer banyak membantu  peme­rintahan daerah.

“Dalam penyusunan pembahasan  RAPBD P Tahun 2022, harus berpegang teguh pada prinsip efisien, ekonomis dan ha­rus memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan ke­naikan harga BBM, kita sadar akan berpengaruh terhadap barang dan jasa yang dengan sendirinya akan mempengaruhi ma­syarakat. Antisipaasinya kita Pemko Pariaman harus menganggarkan belanja wajib perlindungan sosial untuk periode bulan oktober 2022 s/d bulan desember 2022 sebesar 2% yang bersumber dari Dana Trans­fer Umum. Hal ini sudah kita anggarkan da­lam APBD tahun 2022, “ tambahnya.

Akibat dampak covid-19 selama 3 tahun terakhir berdampak kepada APBD kota Pariaman yang dari tahun ke tahun setelah mengalami pengurangan DTU dari pemerintah Pusat yang akibatnya banyak kegiatan-kegiatan yang tertunda untuk dilaksanakan. Untuk itu, Pemko Pa­riaman mengusahakan ke­giatan yang benar-benar menunjang visi misi Pemko Pariaman yang dilaksanakan. Disamping itu pagu program kegitan yang benar-benar me­nyen­tuh masyarakat telah dianggarkan dalam APBD  perubahan 2022.

“Terkiat bantuan sosial yang dikurangkan seperti yang disampaikan Fraksi Golkar melalui Ali Bakri dan Fraksi keadilan De­mokrat yang disampaikan oleh M.Yasin sebenarnya bukan pengurangan bantuan sosial, melainkan perbaikan atas kesalahan pem­bebanan rekening pa­da beberapa OPD. Jadi pengura­ngan BANSOS ini hanya penyesuaian kode reke­ning tanpa mengu­rangi o­rang penerima bansos ter­sebut,” ujar­nya.

Ia berharap jawaban ini dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada masing – masing fraksi, sehingga akan melahirkan suatu kesepakan demi berlangsungnya kegiatan – kegiatan Pemko Pariaman yang akan berdampak terhadap kelangsungan hidup masyarakat di kota Pa­riaman. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top