Menu

Wako Bukittinggi Kunjungi Kampung Tageh Pakan Labuah

  Dibaca : 876 kali
Wako Bukittinggi Kunjungi Kampung Tageh Pakan Labuah
TINJAU KAMPUNG TAGEH— Wali Kota Bukittinggi Erman Safar meninjau Kampung Tageh Pakan Labuah Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh.

BUKITTINGGI, METRO–WaliKota Bukittinggi Erman Safar didampingi Plt Asisten Adm Umum Melwizardi dan Beny Yusrial anggota DPRD Bukittinggi dari Partai Gerindra mengunjungi Kampung Tageh Kelurahan Pakan Labuah, Rabu (9/6). Kampuang Tageh ini  juga tengah mempersiapkan rumah isolasi bagi warganya yang terpapar Covid-19,  sekaligus mengecek kesiapan kelurahan tersebut da­lam pelacakan dan pemantauan Covid-19,

Kedatangan Walikota tersebut disambut Camat Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Hendri, Kanit Binmas Polsek Hamrizal, Lurah Pakan Labuah Suhaimi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta Satgas Penanganan Covid Kel. Pakan Labuah.

Walikota Bukittinggi Erman Safar mengapresiasi adanya rumah Isolasi yang diprakarsai oleh Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kelurahan Pakan Labuah dan sekaligus memberikan arahan kepada tim untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dijalankan oleh warga, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan air sabun dan menjaga jarak fisik.

”Saat ini pandemi Covid-19 belum lagi usai dan kita belum tahu kapan berakhirnya, agar tingkat penyebarannya tidak semakin parah untuk itu dihimbau kepada ma­syarakat untuk tetap berada dirumah dan menerapkan protokol isolasi mandiri, terutama bagi yang mengalami gejala Covid-19. Dengan adanya rumah isolasi ini tentu akan sangat bermanfaat sekali dalam memutus rantai penyebaran covid-19, karena mereka yang terpapar Covid akan dipantau dan diawasi oleh Dinas Ke­se­hatan dan Puskesmas nan­tinya, untuk kesiapan sarana dan prasarananya agar dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan,” ujar Erman.

Kemudian Erman meminta, lurah dan tim satgas kelurahan agar memastikan warga untuk selalu memakai masker pada semua kegiatan diluar rumah, mencuci tangan serta menjaga jarak fisik.

Sementara, Camat ABTB Hendri mengatakan, rumah isolasi ini dinamakan dengan Rumah Sehat agar namanya tidak terkesan menakutkan bagi masyarakat dan rumah sehat ini memanfaatkan eks.Puskesmas Tigo Ba­leh yang lama.

­”Sesuai dengan arahan Mendagri bahwa di setiap kelurahan harus ada rumah isolasi, agar namanya tidak terkesan menakutkan maka forkompimcam sepakat menamakan dengan rumah sehat, karena masyarakat kalau diisolasi mandiri di rumah masing – masing sering tidak disiplin, rumah sehat ini untuk 4 kelurahan di nagari Tigo Baleh,” kata Hendri.

Senada dengan Hendri, Kanit Binmas Polsek Kota Bukittinggi Hamrizal mengatakan,  Polsek Kota dalam pengendalian Covid ini sangat intens, namun tingkat disiplin masyarakat masih sangat kurang, dengan adanya memanfaatkan bangu­nan eks Puskesmas sebagai rumah isolasi bagi yang terpapar Covid akan sangat bermanfaat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional