Close

Wako Bukittinggi Betemu Pedagang Jalan Minangkabau, Pembangunan Awning Tak Menzalimi Pedagang

Erman Safar.

BUKITTINGGI, METRO–Wali Kota Bukittinggi memenuhi permintaan pe­dagang Jalan Minangkabau, Pasar Atas untuk bertemu langsung terkait rencana pembangunan Awning yang mendapat penolakan. Wali Kota Erman Safar menjelaskan, tujuan pembuatan awning ini a­da­lah untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh ma­syarakat Bukittinggi dan pemerintah memposisikan diri sebagai organisasi untuk seluruh pihak.

“Masih banyak warga yang mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan harian mereka, cari pagi, sore atau malamnya langsung habis, ini tentunya harus menjadi perhatian, kami melakukan pendekatan ekonomi, Ini murni kepen­tingan kami untuk rakyat Bukittinggi, kami harus perhatikan kesejahteraan ma­syarakat,” jelas Erman Safar, Jumat (17/6).

Wako mengatakan, ketika objek yang akan diba­ngun melekat pada milik pedagang, pemkot memang harus meminta izin pada pemilik, tapi menurutnya pembangunan awning ini tidak akan menganggu aset milik pedagang karena akan dibangun dengan memanfaatkan bahu jalan. “Awning tidak menciderai hak apapun dari pemilik toko karena tidak ada yang akan menghalangi toko, tidak ada sedikitpun niat untuk menzalimi, tujuan kami memperindah kota yang dampaknya nanti ada­lah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Erman.

Sementara, perwakilan pedagang, Muhammad Fa­dhli menyampaikan bah­wa pedagang pemilik toko Ja­lan Minangkabau bukan tidak peduli dengan pedagang lainnya dengan penolakan itu. “Buktinya, kami memberikan akses untuk PKL untuk berdagang, dari pukul 5 sore hingga malam, itu sudah berjalan lama,” kata Fadhli.

Namun, untuk masalah awning, menurut Fadhli pedagang tetap menolak karena menghalangi me­rek toko, memperkecil akses jalan, mengurangi fung­si jalan, keindahan jalan. “Pedagang lainnya juga menilai pembangunan awning akan berdampak pada semakin banyak gas emisi kendaraan masuk ke toko, akan mengganggu masuknya sinar matahari, mengganggu sirkulasi u­dara dan beberapa alasan lainnya,” kata Fadhli.

Menurutnya, pedagang lainnya juga menilai pembangunan awning akan berdampak pada semakin banyak gas emisi kendaraan masuk ke toko, akan mengganggu masuk­nya sinar matahari, mengganggu sirkulasi udara dan beberapa alasan lainnya.

Dari pertemuan tersebut, setiap poin keberatan yang disampaikan pedagang, telah dicatat oleh Pemkot Bukittinggi yang akan menjadi bahan eva­luasi untuk mencarikan solusi terbaik dengan rencana tersebut. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top