Menu

Wako: ABS-SBK Terapkan pada Semua Lapisan Masyarakat

  Dibaca : 62 kali
Wako: ABS-SBK Terapkan pada Semua Lapisan Masyarakat
BERSAMA DUBALANG— Wako dan kapolres saat bersama dubalang dan barakai.

WALI Kota Pariaman H Genius Umar mengatakan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) harus diterapkan kepada semua masyarakat Kota Pariaman.

”Artinya, ABS-SBK perlu intens dilakukan kepada generasi muda, agar pemahaman adat meningkat demi membentuk generasi yang berbudaya. Baik itu cara berpakaian bertutur kata dan tau dengan kato nan ampek,” kata Walikota Pariaman melalui Asisten II Yanrileza, kemarin.

Menurutnya, tujuan pelatihan ASB-SBK ini juga untuk memperjelas kembali jati diri minangkabau kepada generasi muda dimana sebagai sumber harapan dan kekuatan yang mampu menggerakan ruang lingkup kehidupan.

Kabag Kesra Armaizal juga menyebutkan penerapan ABS-SBK dalam kehidupan sehari-hari, dapat mengantisipasi penyakit masyarakat yang sering terjadi belakangan ini.

Contohnya saja kenakalan remaja, judi, miras, narkoba, dan pelecehan seksual, lesbian gay biseksual dan transgender (LGBT). Fenomena ini terjadi karena rendahnya pemahaman dan pengamalan ajaran agama, adat dan budaya khususnya generasi muda.

Sementara itu, Priyaldi selaku narasumber yang juga merupakan Sekretaris LKAAM Kota Pariaman mengatakan adat dan budaya adalah merupakan realita sosial yang berlaku ditengah masyarakat. Sebagai realita sosial, adat dan budaya juga merupakan kebutuhan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik komunikasi sosial, kekerabatan, status sosial, stratifikasi sosial dan juga seni/hiburan.

Priyaldi mengatakan, menurut masyarakat minangkabau adat merupakan peraturan hidup sehari-hari yang diwariskan secara turun temurun. Orang minang bisa dikatakan tidak beradat kalau hidupnya tanpa aturan. Bagi orang minang duduk, tegak, berdiri, berjalan, berbicara, makan minum, bertamu bahkan mengucap pun ada adatnya.

“Kita perlu pahami aturan tak tertulis dimanapun yaitu adab raso jo pareso. Tepat waktu dimanapun kita berada dalam artian kedisiplinan, kenakan busana yang pantas dan sopan, biasakan meminta izin bertutur sopan santun dan rasa terimakasih (sumbang duo baleh),” ujarnya.

”Generasi muda banyak yang tidak memahami kato nan ampek. Adab sopan dan santun sudah banyak yang hilang pada anak sekarang. Etika dalam masyarakat itu harus ada, agar budaya ketimuran kita tidak luntur,” tambahnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional