Menu

Wakil Rektor III UIN IB Padang Positif Covid-19, Seluruh Pegawai Dites Swab

  Dibaca : 167 kali
Wakil Rektor III UIN IB Padang Positif Covid-19, Seluruh Pegawai Dites Swab
Ilustrasi

PADANG, METRO
Wakil Rektor (WR) III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang berinisial IM terkonfirmasi positif Covid-19 setelah hasil swabnya keluar, Rabu (26/8). Sebelumnya, IM sempat mengalami demam selama sepekan dan dirawat di Rumah Sakit (RS) Yos Sudarso.

Selain itu, di lingkungan UIN IB Padang juga ada dua orang lagi yang dinyatakan positif Covid-19 yaitu YZ (47) menjabat sebagai Kabag Kepegawaian yang dirawat di Semen Padang Hospital lantaran sudah demam juga semenjak seminggu belakangan. Selanjutnya, kasus ketiga yaitu AY (51).

Kasubbag Humas UIN Imam Bonjol Padang, Getri Ardenis mengatakan, WR III awalnya mengalami demam. Setalah sepekan mengalami demam, IM akhirnya mengikuti tes swab dan dinyatakan positif Covid-19. Meski belum diketahui dimana IM tertular, tak ada perjalanan ke luar daerah yang dilakukan IM beberapa waktu belakangan.

“Belakang tidak keluar daerah, sesuai arahan mentri kan sangat dibatasi dinas luar daerah. Pihak kampus sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Padang. Pembatasan aktifitas hingga kini juga masih diterapkan di kampus UIN IB,” jelas Getri.

Ditambahkan Getri, sampai saat ini, selain WR III juga ada dua orang lagi warga UIN IB yang positif Covid-19. Totalnya sudah tiga orang. Untuk itu, petugas Dinas Kesehatan Kota Padang Padang wilayah tugas Puskesmas Ambacang Kecamatan Kuranji untuk melaksanakan tracking terhadap orang-orang yang pernah kontak erat langsung dengan IM, YZ, dan AY dalam dua minggu terakhir ini.

“Direncanakan para pegawai yang pernah kontak dengan pasien Covid-19 tersebut akan mengikuti tes swab, Kamis (27/8)). Hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tracking dilakukan di kampus UIN IB Lubuk Lintah,” jelas Getri.

Rektor UIN IB, Prof Eka Putra Wirman mengatakan, Covid-19 bukan aib. Wabah dapat mengintai dan bisa menimpa siapa saja. Bisa terjangkit Covid-19 dari orang-orang terdekat, yang berkontak dengan orang lain.  Bagi mereka yang terpapar, berikan simpati, empati dan doa, semoga segera sembuh. Sarankan kepada mereka untuk tidak panik dan tetap optimis dalam menghadapi Covid-19 ini.

“Sedangkan bagi yang tidak terpapar, jangan menganggap enteng penyebaran Covid-19. Hanya ada satu solusi, patuhi protokol kesehatan pakai masker, cuci tangan dan hindari kerumunan. Kesalahpahaman masyarakat banyak sekali, antara lain berupaya mempengaruhi orang lain bahwa Covid-19 itu tidak ada, sehingga prilakunya tidak utuh dalam melaksanakan protokol kesehatan,” ujar Eka.

Kemudian, Eka menuturkan, salah memahami zonasi, hijau, kuning, orange dan merah. Zona hijau dipahami sebagai daerah bebas Covid-19, sehingga mereka hidup seperti di masa sebelum Covid. Padahal Indonesia sudah menetapkan diri, bahwa di setiap sudutnya terdampak Covid-19.

“Oleh karena itu, di seluruh zona tetap berlaku protokol kesehatan. Hanya saja bagi zona hijau diperbolehkan melakukan kegiatan massal, seperti belajar di sekolah, namun tetap mematuhi protokol kesehatan,” pesan rektor. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional