Menu

Wagub Tutup Festival Bahari Rabab Pasisia, Inovasi Penampilan Kesenian Tradisi Bisa Memperluas Pasar

  Dibaca : 55 kali
Wagub Tutup Festival Bahari Rabab Pasisia, Inovasi Penampilan Kesenian Tradisi Bisa Memperluas Pasar
BERSAMA—Wagub Sumbar, Audy Joinaldy bersama Anggota DPRD Sumbar, Muhayatul, Wakil Bupati Pessel, Rudi Hariyansyah, menutup Festival Bahari Rabab Pasisia di Amphi Teather Sungai Nyalo, Pessel, Minggu (8/8).

PESSEL, METRO–Inovasi terhadap penampilan kesenian tradisi dengan meng­gunakan bahasa asing, dinilai bisa memperluas pasar untuk menarik wisatawan agar datang berkunjung. “Inovasi menggunakan bahasa asing mungkin salah satu ke­mung­kinan yang bisa dilakukan, tanpa mengurangi nilai-nilai budaya yang ada dalam kesenian tradisi ter­sebut,” ujar Wakil Gubernur (Wa­gub) Sumbar, Audy Joinaldy saat menutup Festival Bahari Rabab Pasisia di Amphi Teather Sungai Nyalo, Pesisir Selatan (Pessel), Minggu (8/8).

Hadir pada penutupan Festival Bahari Rabab Pasisia tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Ma­syarakat Desa (DPMD) Provinsi Sumbar, Syafrizal, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, Nov­rial,

Menurutnya platform digital dan media sosial telah menghapus sekat antar bangsa. Sehingga siapa pun bisa menikmati kesenian tradisi Rabab Pasisia atau babiola melalui berbagai media.

Namun bahasa tentu akan men­jadi kendala karena tidak semua orang mengerti bahasa yang di­gunakan penutur dalam kesenian tersebut. Karena itu mungkin pesan yang ingin disampaikan dalam Rabab Pasisia atau Babiola itu bisa dilakukan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. “Ini hanya untuk satu atau dua penampilan saja guna menjaring wisatawan,” ujarnya.

Lebih jauh Audy mendukung se­gala upaya untuk pelestarian kesenian tradisi yang memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain, seperti Rabab Pasisia atau Babiola.

Kegiatan Festival Bahari Rabab Pasisia terselenggara berkat dana pokok-pokok pikiran Anggota DRPD Provinsi Sumbar, Muhayatul. ke­giatan ini berlangsung selama dua hari. Diselenggarakan tanpa pe­nonton dikarenakan pandemi Co­vid-19, namun kegiatan ini disiarkan secara online.

Muhayatul mengajak seluruh pihak dan Pemprov Sumbar, untuk terus membangun seni tradisional Rabab Pasisia.

Mneurutnya, seni tradisional Rabab Pasisia ini memiliki ke­khasan, hanya ada di Pesisir Se­latan. Selain sebagai kesenian, Rabab Pasisia juga berfungsi se­bagai media penyampaian kabar dan pesan.

“Tidak ada daerah lain yang memiliki kesenian seperti ini. Oleh karena itu mari kita lestarikan, sehingga Rabab ini tetap singgah di hati masyarakat Minangkabau,” tutur Muhayatul.

Wakil Bupati Pessel, Rudi Ha­riyansyah mengatakan festival yang digelar selain dalam upaya pelestarian, juga untuk memancing minat generasi muda terhadap kesenian tersebut.

“Penikmat kesenian ini seba­gian besar adalah usia dewasa dan banyak juga yang sudah tua. Perlu dipikirkan regenerasi untuk men­jaga kesenian Rabab Pasisie ini agar tetap eksis,” ujarnya.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional