Menu

Wagub Sumbar Minta Jangan Curigai Investasi

  Dibaca : 451 kali
Wagub Sumbar Minta Jangan Curigai Investasi
Wakil Gubernur Sumbar H Nasrul Abit saat berkunjung ke PT SEML terlihat PLT Bupati Solsel H Abdul Rahman, Ketua DPRD Zigot Rolanda dan rombongan lainnya.

SOLSEL, METRO
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meminta semua elemen untuk mendukung investasi Panas Bumi yang ada di Provinsi ini. PT Supreme Energy Muaro Laboh (SEML) bisa menjadi contoh, karena telah berproduksi dan mampu menggeliatkan ekonomi bagi daerah maupun masyarakat setempat.

“Jangan dulu curiga pada perusahaan yang mau berinvestasi di provinsi ini, Berpikirlah positif, karena dari investasi ini akan mampu membuat daerah kita bangkit dan mengejar ketertinggalannya dari Provinsi Lain,” ujar H Nasrul Abit saat mengunjungi ke PT SEML di Pekonina Kecamatan Pauah Duo Solsel, Rabu (9/6).

Untuk itu, pemerintah baik dari pusat hingga ke pemerintahan terendah, yaitu Nagari serta semua elemen masyarakat harus kompak untuk berpikiran maju, dimana panas bumi tidak merusak alam.

Pengerjaan panas bumi ini memakai teknologi tinggi, dan orang orang teknologi tentu tidak akan mau menyengsarakan masyarakat. Seperti contoh di PT SEML ini, hutan tertata dengan baik, dan pengelolaan pengerjaan tertata dengan bagus.“Artinya, kajian yang dilakukan oleh para ahli teknologi untuk panas bumi ini telah memenuhi persyaratan teknologi. Dimana dalam pengerjaan nya memakai teknologi tinggi,” ungkapnya.

Kedepannya, lanjut Nasrul Abit, diharapkan masyarakat Sumbar memahami akan Panas Bumi ini dan pembangunan di bidang Energy di provinsi ini bisa berjalan dengan baik. “Tentunya ketika masyarakat paham bahwa panas bumi tidak memiliki dampak buruk, Investasi di bidang panas bumi tidak akan pernah terjadi kendala, semoga masyarakat paham akan hal tersebut,”sebutnya.

Sumbar memiliki potensi panas bumi sekitar 1.600 Megawatt. Dengan potensi itu, tentunya suplai listrik akan berlebih. Selain itu, dari investasi panas bumi ini akan mampu memberi dampak baik ditengah masyarakat. Seperti adanya tanggung jawab sosial perusahaan, membuka peluang kerja,ekonomi beerjalan dan banyak dampak lainnya yang akan mampu membawa kemajuan kepada daerah.

Sementara itu, Field Senior Representatif PT SEML Yulnofrin Napilus, didampingi Jumiatul Ikhlas, QAC Manager PT SEML, mengatakan, untuk tahap awal Supreme Energy telah mampu memproduksi listrik sebesar 85 Megawatt dimana telah disuplai ke PLN sejak 16 Desember 2019.“Dengan berhasilnya tahap satu, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Solsel, karena dengan berhasilnya tahap satu maka kami bisa lanjut ke tahap dua,”katanya.

Untuk tahap dua ini dengan nilai investasi 400 juta dolar atau sekitar Rp 5,6 Triliun, PT SEML bersama pemerintah pusat dan PLN berjalan lancar, sehingga diharapkan tahun depan bisa dimulai. “Bagaimanapun, untuk tahap dua ini kita perlu dukungan dari pemerintah dan masyarakat, sehingga kembali berjalan Sebagai mana yang diharapkan,”pungkasnya. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional