Menu

Wagub Sumbar Ajak Masyarakat Makan Telur Banyak-banyak

  Dibaca : 193 kali
Wagub Sumbar Ajak Masyarakat Makan Telur Banyak-banyak
ARAHAN—Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Audy Joinaldy berikan arahan saat pimpin apel pagi di Dinas Peternakan.

PADANG, METRO–Wakil Gubernur Su­ma­tera Barat (Wagub Sum­bar), Audy Joinaldy me­ngatakan, keberadaan pe­ter­nakan hewan besar di tengah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein. Terutama di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Hal ini disam­pai­kan Audy, saat mengambil apel di Kantor Dinas Peter­nakan dan Kesehatan He­wan Sumbar, Senin pagi (30/8).

Audy yang merupakan Sarjana Peternakan di In­s­titut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2005 silam, mengimbau masyarakat Sumbar untuk meningkat­kan konsumsi makanan berprotein tinggi untuk kesehatan dan kecerdasan otak.

Menurutnya, masya­rakat Indonesia per kapita per tahun mengkonsumsi telur hanya sebanyak 120 butir. Sementara penduduk negara ini lebih 200 juta jiwa. Sedangkan Malaysia memiliki tingkat konsumsi telur sebanyak 330 butir per kapita per tahun. “Makan telur itik bagus karena memiliki banyak protein di dalamnya. Untuk telur a­yam sendiri, sebutirnya terkandung 8mg protein. Tubuh kita secara alami butuh waktu untuk men­cerna protein. Ayo, makan sarapan telur setiap hari. Sebutir telur ayam setiap hari juga bisa bikin kita jadi pintar,” ajak Audy.

Kandungan vitamin B4 atau kolin dalam telur (se­kitar 250mg) berperan da­lam kinerja otak ditingkat sel. Tepatnya dengan me­nyampaikan sinyal dari luar, melalui membran sel, dan menuju ke dalam sel otak. Kolin juga me­ning­katkan perkembangan dan memori otak, sehingga dapat bekerja secara mak­simal.  “Maka, konsumsi telur secara teratur dapat menjaga kadar asupan ko­lin sehingga dapat men­jaga kesehatan otak,” ucap­nya.

Selain itu, Audy optimis jika tingkat konsumsi telur masyarakat Indonesia naik pada digit di bawah Malaysia, tentu berpengaruh pada permintaan pasar dan pro­duksi telur yang digeluti masyarakat peter­nak.

Dikatakan, hingga saat ini telur menjadi  sumber protein hewani per gram yang paling murah di Indonesia  jika dibandingkan tahu, tempe,  dan daging. “Malaysia saja konsum­sinya sudah 330 butir per tahun, tiga kali lipat dari konsumsi Indonesia. Ba­yang­kan, jika  kita naik sepuluh butir per tahun berarti  kita butuh, 2,7 miliar butir telur setiap tahun­nya,” ungkapnya.

Saat ini persoalan yang dihadapi, stunting atau  masalah kurang gizi kronis yang mengakibatkan  gang­guan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih rendah  atau pendek (kerdil)  dari stan­dar usianya.

Menanggapi hal itu, Audy, pihaknya minta pe­merintah daerah meng­galakkan untuk konsumsi telur bagi anak sedari kecil. Khususnya bagi ibu hamil untuk mencukupi nilai gizi yang dibutuhkan tu­buh.”Saya saja sehari ha­rus makan tiga butir telur. Telur ini merupakan sum­ber protein hewani per gram paling murah di Indonesia,” ucapnya.

Audy mengatakan, ge­rakan makan telur ini dila­kukan dengan menyo­siali­sasikan juga kepada orang­tua, agar lebih apik dalam memberikan asupan ma­kanan kepada anak-anak­nya. “Karena di usia 7-13 tahun ini adalah masa per­tumbuhan yang memiliki risiko stunting. Kalau asu­pan gizinya baik, anak-anak kita akan se­hat,”tam­bahnya.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional