Menu

Wagub: Stok Oksigen di Sumbar Dipastikan Aman

  Dibaca : 91 kali
Wagub: Stok Oksigen di Sumbar Dipastikan Aman
KUNJUNGI SUPLIER OKSIGEN— Wagub Sumbar, Audy Joinaldy saat mengunjungi perusahaan suplier oksigen CV. Asiana Gasindo di By Pass Padang, Minggu (11/7).

PADANG, METRO–Wakil Gubernur Suma­tera Barat (Wagub Sumbar) Audy Joinaldy meninjau ketersediaan stok oksigen pada salah satu peru­sa­haan suplier di Kota Pa­dang, Minggu (11/7). Penin­jauan dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi kete­rse­diaan oksigen jika terjadi lonjakan kasus di daerah itu.

“Informasinya kebu­tuhan di beberapa daerah seperti Pesisir Selatan, Bukittinggi, Lubuk Basung memang terjadi pening­katan. Namun suplai masih terkendali,” kata Audy saat mengunjungi perusahaan suplier oksigen CV. Asiana Gasindo di By Pass Padang, Minggu (11/7).

Menurutnya tindakan preventif yang dilakukan sesuai dengan arahan men­teri kesehatan RI dalam rapat koordinasi terkait PPKM sebelumnya.

Dalam rapat itu, dise­butkan pemerintah daerah terutama yang memiliki ikut dalam kebijakan PPKM Darurat, untuk memas­tikan ketersediaan oksigen di daerah dan memastikan kebutuhan serta men­simu­lasikan kemungkinan lon­jakan kebutuhan saat ka­sus meningkat. “Kita be­lajar dari Jawa dan Bali karena itu ketersediaan oksigen harus menjadi sa­lah satu fokus,” ujarnya.

Ia juga minta kepala dinas terkait, untuk me­man­tau perusahaan supplier lain dan memastikan berapa kapasitas produksi dan berapa peningkatan yang bisa dilakukan, untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Informasi sebelumnya ada enam perusahaan sup­plier oksigen yang ada di Sumbar. Namun dia me­minta hal itu dipastikan lagi agar tidak terjadi kesalahan dalam penghitungan data.

Kepala Pemasaran CV. Asiana Gasindo, Mu­ham­mad William mengatakan, hari-hari terakhir ini me­mang terjadi peningkatan permintaan oksigen dari beberapa pihak. Terutama rumah sakit.

Normalnya kebutuhan oksigen yang disuplai ha­nya 400-500 tabung hari. Di an­taranya untuk meme­nuhi kebutuhan beberapa rumah sakit di Bukittinggi, Lubuk Basung, Solok Sela­tan, Sa­wah­lunto, Pariaman, Pa­dang Panjang dan Pa­dang.

Namun dalam sebulan terakhir ada peningkatan permintaan bahkan sampai 800 tabung. Meski demikian ia memastikan bahwa pe­ru­sahaannya masih sang­gup untuk memenuhi ke­butuhan tersebut.

Kendalanya, kata William adalah, adanya ke­terlambatan pembayaran oleh pihak rumah sakit. Sehingga pihak peru­sa­haan harus mencarikan dana talangan. Ia berharap ken­dala itu bisa teratasi agar suplai bisa tetap lan­car.

Untuk kebutuhan ru­mah sakit, William menga­takan pihaknya terbuka selama 24 jam. Kapan pun rumah sakit butuh, pi­hak­nya akan tetap melayani, apalagi jika nanti terjadi kondisi darurat.

Dalam kunjungan itu, Audy didampingi Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Sumbar selaku Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Pe­nanganan Covid-19, Jas­man Rizal, Kepala BPBD Provinsi Sumbar Erman Rahman, Kepala Dinas Ke­se­hatan Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, Kepala Satpol PP Provinsi Sumbar Dedy Diantolany. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional