Menu

Wagub Pimpin Rakor Pemulihan Danau Maninjau, Pemerintah Pusat Kucurkan Rp237 M

  Dibaca : 91 kali
Wagub Pimpin Rakor Pemulihan Danau Maninjau, Pemerintah Pusat Kucurkan Rp237 M
PIMPIN RAKOR— Wagub Sumbar Audy Joinaldy didampingi Bupati Agam Andri Warman memimpin rapat koordinasi program pemulihan Danau Maninjau bersama Forkopimda Sumbar.

AGAM, METRO–Pemprov Sumbar meng­gelar Rapat Koordinasi (Ra­kor), terkait upaya penyela­matan Danau Maninjau, di ruang Rapat Istana Guber­nuran Sumbar, Kamis (24/6). Rakor tersebut dipimpin Wakil Gubernur Sumbar Audy Joi­nal­dy, dihadiri Bupati Agam, Dr Andri Warman, Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Toni Har­man­to, Danrem 032 Wira­braja, Brigjen TNI Arief Gajah Mada, Kajati Sumbar, Anwarudin Sulistyono, kepala OPD terkait dan lainnya.

Wagub Sumbar, Audy Joi­nal­dy mengatakan, dalam upa­ya penyelamatan Danau Ma­ninjau, pihaknya menda­pat dukungan penuh dari pe­me­­­rintah pusat. “Berda­sarkan rapat dengan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Pak Luhut meminta agar Pem­prov Sumbar, bersama Ka­polda, Dandim dan Kajati serta Pemkab Agam, bisa ber­koor­dinasi dalam upaya penye­lamatan Danau Maninjau, khususnya dalam penertiban Ke­ramba Jaring Apung (KJA),” ujar Audy.

Dikatakan, salah satu fak­tor terbesar dalam pence­maran Danau Maninjau, bera­sal dari KJA, karena sisa-sisa pakan ikan telah menumpuk di dasar danau, sehingga mem­buat perairan tersebut terce­mar. “Oleh sebab itu, untuk menyedot sedimen yang be­ra­da di dasar danau, peme­rintah pusat memberikan ban­tuan dana lebih kurang sebe­sar Rp 237 miliar,” jelas Audy.

Berdasarkan arahan ters­ebut, Wagub Sumbar meminta kepastian jumlah KJA yang ada di Danau Maninjau. “Kita harus tau siapa-siapa saja pemilik dari KJA tersebut, by name by addressnya,” tegas wagub.

Dijelaskan, dalam pengu­rangan jumlah KJA, bukan hanya masalah teknikal saja, namun lebih kepada sosial masyarakatnya. “Harus ada data yang realnya, berapa jumlah KJA yang masih aktif dan berapa jumlah KJA yang sudah tidak terpakai lagi, inti­nya data harus valid. KJA yang dikurangi terlebih dahulu ada­lah KJA yang sudah tidak ter­pakai lagi, jangan lupa ber­koordinasi dengan pihak ter­kait,” tegas Audy.

Sementara itu, Bupati Agam, Dr Andri Warman meng­­ucapkan terimakasih kepada Pemprov Sumbar, Kapolda, Danrem, Kajati Sum­bar dan pihak terkait lainnya, atas perhatiannya terhadap kon­­disi Danau Maninjau. “Atas­ nama Pemkab Agam, saya ucapkan terimakasih, karena saat ini, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, Kapolda, Dan­rem dan pihak terkait lainnya, sudah mendu­kung penuh upa­ya penyela­matan Danau Ma­ninjau,” ujar Andri.

Dijelaskan, sebelumnya pihaknya juga telah meng­gelar rapat koordinasi dengan forkopimda. “Alhamdulillah, saat ini, kita telah menda­patkan dukungan dan perha­tian penuh dari semua pihak, mulai dari pemerintah pusat sampai ke sampai pe­me­rintah nagari,” terang bu­pati.

Andri menjelaskan, 10 Juli nanti pihaknya akan melak­sanakan Goro di Danau Ma­nin­jau. Goro akan fokus ke­pada karamba yang sudah terbengkalai atau sudah tidak terpakai lagi. “Untuk masalah peralihan mata pencaharian masyarakat lokal, masih mem­butuhkan waktu dan kajian serta pertimbangan-pertim­bangan lainnya. Saat ini kita akan fokus terhadap pengang­katan KJA yang sudah tidak ter­pakai lagi,” tutup bupati. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional