Close

Wagub : Kuliah Langkah Awal Menjadi Enterpreneur

Audy Joinaldy.

PADANG, METRO–Wakil Gubernur Audy Joinaldy menyebut kuliah bukan hanya sekadar aktivitas untuk menuntut ilmu dan menjadi lulusan terbaik, tetapi merupakan langkah awal menjadi seorang enterpreneur muda dengan meluaskan jari­ngan dan memupuk soft skill. “Saat kuliah, peluang untuk menjadi seorang enterpreneur, seorang pe­ngusaha muda itu terbuka luas yaitu dengan aktif berorganisasi guna menambah jejaring atau networ­king, memupuk soft skill seperti comunication skill, cognitive skill hingga organization skill yang sangat dibutuhkan untuk bisa men­capai kesuksesan,” sebutnya.

Wagub mengatakan itu saat menghadiri acara Pe­latihan Kewirausahaan Meng­hasilkan Mahasiswa Memiliki Star Up di Gedung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Senin, (25/10). Ia menyebut dibalik faktor kesuksesan itu, IQ ternyata hanya peringkar 20, nilai yang tinggi hanya pe­ring­kat 35. Karena itu sangat rugi jika mahasiswa hanya datang ke kampus, belajar lalu pulang lagi.

“Kuliah penting untuk mendapatkan informasi baru, pengetahuan baru yang semula kita tidak tahu. Tetapi menempa diri, memupuk soft skill juga sangat penting,” katanya.

Menurutnya saat ini jumlah pengusaha di Indonesia sangat sedikit hanya sekitar 2-2,5 persen dari jumlah penduduk kalah dari Thailand yang sudah 5 persen, Malaysia 6 persen apalagi Singapura yang sudah mencapai dua digit.

Hal itulah yang membuat perekonomian Indonesia bergerak lambat. Untuk memacu pertumbuhan ekonomi setidaknya menurut Audy, 4 persen masyarakat Indoensia ha­rus jadi pengusaha. Dan peluang itu terbuka sangat lebar untuk generasi muda yang saat ini tengah kuliah yang sudah sangat akrab dengan teknologi, smartphone dan dunia digital.

“Dunia sekarang ber­gerak kearah digitalisasi sebagai salah satu dam­pak positif dari pandemi CO­VID-19. Termasuk untuk ekonomi, kesehatan hingga pendidikan. Ini adalah waktu yang sangat tepat bagi millenial yang me­nguasai teknologi muncul sebagai seorang enterpreneur,” ujarnya.

Pemikiran tamat kuliah lalu tes dan jadi PNS menurutnya adalah salah satu penyebab rendahnya jumlah pengusaha di Indonesia karena itu dia mengimbau mahasiswa untuk lebih kreatif dan inovatif serta segera mengambil langkah untuk menjadi seorang pe­ngusaha muda. “Men­dikbud Nadiem pernah me­ngatakan kawan-kawab pemuda jagan menunggu dunia berubah, dunia ada di tangan mu, asal berani melangkah tak akan pernah kalah. Jadikan itu motivasi,” tegasnya.

Wagub Audy juga me­rombak pola pikir bahwa untuk menjadi pengusaha yang paling dibutuhkan a­dalah modal. Ia menyebut berdasarkan pengalaman dari ratusan perusahaan di dunia, lima faktor sukses itu adalah timing, team, idea, business modal, dan terakhir baru founding.  “Uang bukanlah faktor utama, tetapi merupakan faktor paling bawah. Founding itu bisa didapatkan dari networking, silahturahmi. Jadi jangan ragu untuk memulai langkah pertama menjadi seorang pengusaha,” katanya.

Ancar-ancar yang perlu diperhatikan bagi pe­ngusaha muda adalah belajar dari banyak kegaga­lan pihak lain. Start up mudah didirikan tetapi juga mu­dah gagal. Rata-rata faktor kegagalan itu karena tidak fokus pada satu usaha hingga sukses dan kelemahan dalam ma­najerial.

Sementara itu Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Tafdil Husni, SE, MBA mengatakan kampusnya ikut mendorong mahasis­wa untuk bisa menjadi enterpreneur bahkan mem­buka peluang untuk memberikan pendampingan. “Salah satu program pendukunganya adalah magang di perusahaan. Bahkan ada beberapa mahasiswa kita yang lulus seleksi dan magang di BUMN,” ujarnya.

Ikut hadir dalam kegiatan itu Wakil Rektor : Dr. Hidayat ST, MT, Dinas Perindustrian dan Perdaga­ngan Prov Sumbar Hotna Hirawati, Ketua IPEMI Ko­ta Padang Dr. Fitri Majid, Spd. M,Pd, Ketua Akuman­diri Sumbar Yulviadi ST, Pendamping UMKM dan Dosen UNP Arif Maulana SE, MM. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top