Close

Wagub: Kebersihan dan Pelayanan jadi Kunci Pengembangan Pariwisata

wagub saat wawancara dengan wartawan usai acara keamrin.

PADANG, METRO–Pengembangan pariwisata Sumatera Barat harus memperhatikan dua faktor utama yang paling diperhatikan wisatawan saat berwisata yaitu ke­bersihan dan pelayanan.

“Pengembangan pariwisata Sumbar ke depan juga harus mempertimbangkan apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh wisatawan seperti kebersihan dan pelayanan yang baik,” kata Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy saat membuka “Bimbingan Teknis Sadar Wisata” di Hotel Axana Padang, Rabu (22/9).

Audy mengatakan dirinya bukan ahli pariwisata, tetapi seorang penikmat pariwisata. Sebelum pandemi ia dan keluarga rutin berwisata empat kali se­tahun. Dua wisata di ber­bagai daerah di Indonesia dan dua di luar negeri.

Sebagai penikmat pa­riwi­sata dua hal yang mem­buat ia dan keluarga bisa nyaman adalah kebersihan destinasi yang dikunjungi serta pelayanan termasuk keramah­tamahan masya­rakat di da­erah yang dikunjungi.

Ia menilai belum semua destinasi wisata di Sumbar yang menerapkan dua hal itu secara maksimal. Karena itu, ia meminta agar hal tersebut bisa menjadi perhatian dinas terkait serta pengelola des­tinasi wisata.

Selain itu data statistik kepariwisataan juga harus jadi pedoman. Berdasarkan data, 24 persen wisatawan yang datang je Sumbar adalah karena budaya yang khas, 17 persen karena kuliner, 11 persen karena keindahan alam dan budaya dan sisanya karena kepentingan lain seperti karena pekerjaan atau kunjungan keluarga.

“Kalau kita lihat komposisi wisatawan yang datang ke Sumbar itu sebagian besar adalah orang Minang diperantauan, dan orang yang memiliki ke­terikatan budaya Melayu sementara wisatawan dari daerah lain atau luar ne­geri belum terlalu banyak,” katanya.

Ia yakin dengan pe­ngembangan wisata yang memperhatikan kebersihan, pelayanan serta data statistik Sumbar akan bisa menjadi salah satu destinasi wisata utama Indonesia.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pariwisata Sum­bar, Taufik mengatakan bimbingan teknis ditujukan untuk Wali Nagari se-Pasaman untuk me­ningkatkan kapa­sitas guna pengembangan pariwisata di daerah.

Ia menyebut banyak potensi wisata yang ter­sem­bunyi di nagari yang akan memberikan efek pe­ningkatan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik.

Menurutnya anggaran bimbingan teknis itu berasal dari pokok pikiran anggota DPRD. Ada 11 anggota DPRD Sumbar yang me­nyalurkan pokok pikiran di Dinas Pariwisata dengan total anggaran Rp4,8 miliar.

Anggota DPRD Sumbar Sawal Dt. Putiah menyebut tujuan akhir dari bimbingan teknis itu adalah me­ning­katkan kesejahteraan ma­syarakat di nagari.

Ia berharap setelah kegiatan itu akan ada dampak positif terhadap pe­ningkatan pengelolaan wi­sata di nagari.(fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top