Menu

Wacana Usia Lanjut Didepak Tuai Masalah

  Dibaca : 104 kali
Wacana Usia Lanjut Didepak Tuai Masalah
PAPARKAN PROGRAM— Ketua Koperbam Chandra memaparkan program kerja kepada KRP saat rapat Rabu (2/12).

PADANG, METRO
Sebagai Wakil Ketua Induk Koperasi (Inkop), Indoensia, dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Koordinator Bidang SDM Wilayah Sumatera, Ketua Koperbam Chandra bertanggungjawab untuk melakukan pembenahan demi mencapai kinerja yang apik. Chandra berserta pengurus terpaksa olah otak untuk memperbaiki SDM Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Telukbayur, khususnya bagi anggota yang sudah berusia lanjut usia 56 ke atas.

Seperti diketahui organisasi Koperbam adalah usaha yang bergerak dalam bidang jasa bongkar muat di areal pelabuhan Telukbayur dan bukan PNS atau BUMN lainnya yang tidak ada menerima uang pensiun.

Dari jumlah 643 anggota Koperbam dengan 62 Kepala Regu Kerja (KRK) sekitar 30 persen adalah usai lanjut. Namun mereka memiliki kemampuan fisik yang handal, cekatan dalam pekerjaan. Merekapun sudah melakukan registrasi ulang. Bahkan dalam waktu dekat ini mereka akan menjalankan registrasi ulang lagi. Jikapun wacana pemberhentian anggota usia lanjut itu terjadi, siapa yang akan membayar uang pensangon mereka. Ini salahsatu permasalahan yang jelas akan timbul nanti.

Mendata ratusan anggota Koperbam yang memasuki lanjut usai (lansia) ini jadi perhatian khususnya bagi pengurus Koperbam Telukbayur. Mereka imerupakan pahlawan dan perpanjangan tangan Koperbam yang sudah berbakti puluhan tahun untuk organisasi. Untuk masalah anggota lanjut usia kita sudah membicarakannya pada tingkat pusat. Pengurus sudah berkoordinasi dengan Induk Koperasi, tiga menteri yakni menteri tenaga kerja, koperasi dan perhubungan untuk membicarakan nasib mereka.

”Kita tak bisa semudah itu memberhentikan mereka. Mereka harus mendapatkan hak hak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jadi mereka tetap kita pekerjakaan namun aktivitas tentu saja sesuai dengan usia mereka,” sebut Chandra didampingi Sekretaris Nursal Uce M, SH, Bendahara Osman Z, Ketua SPTI Paiman dan anggota Sandi Suardi kepada POSMETRO usai rapat KRK kemarin.

Apalagi jelas Chandra, yang dipercaya Inkop untuk urusan SDM di Wilayah Sumatera itu dalam rapat Inkop di Jakarta baru baru ini, dengan pihak Dirjen Perhubungan Laut diikuti oleh seluruh Koperasi TKBM sebanyak 105 di Indonesia, membahas nasib anggota usia lanjut belum mencapai kata sepakat. Hingga saat ini masalah anggota usia lanjut itu belum mencair dan belum ada kata sepakat. “Artinya kesimpulan rapat tak ada alias nihil an masih dalam pembahasan. Ini yang harus dipelototi,” tegas Chandra.

Dijelaskan Chandra, wacana didepaknya anggota usia lanjut itu baru terbesit di Telukbayur saja. Sementara di TKBM lainnya di Indonesia tak ada wacana seperti itu. Padalah bertentangan dengan Udang UIndang Ketenagakerjaan. Tapi kok hanya di Telukbayur yang terendus. Namun demikian, kita akan tetap melakukan kegiatan bongkar muat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tentun saja dengan meningkatkan disiplin anggota menuju tatanan organsasasi yang kuat dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), Koperasi Bongkar Muat (Koperbam) Telukbayur selalu mengedapankan pelayanan.

Selanjutnya Wakil Ketua Inkop ini mengingatkan kepada anggotanya untuk menjaga tatanan organisasi sesuai peraturan yang berlaku. Tunjukan kinerja yang mampu memberikan kesejahteraan bersama. Apalagi dalam era persaingan dan segelintir orang yang saat ini mencoba merorong keberadaan TKBM Koperbam Telukbayur. Kebersamaan dan kekompakan itu adalah kekuatan kita yang harus dijaga demi kelangsungan organisasi dan kesejahteraan anhggota.

“Sesuai dengan KM-35 SKB 2 Dirjen 1 Deputi, jelas legalitasi TKBM Koperbam adalah satu satunya koperasi yang sah dalam wilayah Pelabuhan Telukbayur. KM-35 SKB 2 Dirjen, 1 Deputi inilah rohnya TKBM Koperbam Telukbayur yang miliki legalitas yang syah diakui pemerintah,” ujar Chandra.

Jadi saya ingatkan kepada KRK yang berjumlah 62 orang itu jangan coba coba membawa anggota yang tidak memiliki PAS pelabuhan untuk bekerja. Jika terbukti saya akan memberikan tindakan tegas kepada KRK dan anggota. Setipa melakukan aktivitas isi SPK, lengkapi diri dengan memakai kartu pas pelabuhan, APD dan melakukan cek barang sebelum dibongkar. Jika ada kerusakan barang sebelum dibongkar, laporkan segera.

Meningkatkan disiplin anggota menuju tatanan organsasasi yang kuat dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), Koperasi Bongkar Muat (Koperbam) Telukbayur selalu mengedapankan pelayanan. Jagalah tatanan organisasi sesuai peraturan yang berlaku. Tunjukan kinerja yang mampu memberikan kesejahteraan bersama. Apalagi dalam era persaingan dan segelintir orang yang saat ini mencoba merorong keberadaan TKBM Koperbam Telukbayur. “Rapatkan barisan, hanya itulah kekuatan organisasi. Jangan mempercayai pihak yang tak baik yang akan merusak organisasi,”ingat Chandra. (ped)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional