Menu

Wacana Sistem Kerja Ganjil Genap, DPRD: Pelayanan ke Warga Jangan Terganggu

  Dibaca : 176 kali
Wacana Sistem Kerja Ganjil Genap, DPRD: Pelayanan ke Warga Jangan Terganggu
Anggota Komisi I DPRD Kota Padang, Budi Syahrial

SAWAHAN, METRO
Anggota Komisi I DPRD Kota Padang, Budi Syahrial mendukung penerapan sistem kerja ganjil-genap bagi ASN Pemko Padang, asalkan pelayanan bagi masyarakat tidak terganggu. Namun bila berdampak terhadap pelayan, maka perlu dikaji ulang penerapannya.

“Apakah sistem ganjil genap yang akan diterapkan konsepnya sudah matang dan pelayanan bagi warga maksimal nantinya atau tidak? Ini perlu diperhitungkan,” ujar kader Gerindra, Kamis (15/10).

Menurutnya, apabila klaster perkantoran di Balai Kota Padang di Aiapacah masih belum tinggi ASN yang positif Covid 19, lebih baik sistem kerja diberlakukan seperti biasa saja. Jika klaster perkantoran telah mencapai 70 persen dari jumlah ASN yang ada di sana, barulah direalisasikan sistem ganjil-genap.

“Kita berharap penerapan sistem kerja ganjil- genap tak diputuskan secepat itu,” ucapnya.

Ia mengingatkan kepada ASN yang bertugas, untuk tetap jaga jarak, pakai masker dan sering cuci tangan dalam beraktivitas. Supaya penyebaran virus corona tak terjadi dan kesehatan terjamin.

“Jangan ASN pula yang tak mematuhi aturan. Itu kan tidak benar. Perwako No 49 Tahun 2020 harus diterapkan selalu. Jangan saat ngantor saja, di luar kantor juga harus,” paparnya.

Dalam melayani warga sambung Budi, ASN harus ingatkan juga masyarakat yang datang. Apabila tidak memakai masker, suruh pulang dan minta untuk menjemputnya.

Anggota Komisi I DPRD Kota Padang lainnya, Jumadi menyetujui hal itu serta memang semestinya diterapkan, agar klaster perkantoran menjadi zona aman dan masyarakat yang berurusan tidak cemas pula. “Kita menyambut baik hal itu,” ujar kader Golkar ini.

Selanjutnya dalam rapat bersama pimpinan lanjutnya, jika tidak urgen, bisa dilaksanakan lewat Zoom saja. Agar mata rantai penyebaran Covid-19 bisa terputus dan kenyamanan ASN dalam bekerja terealisasi.

Sebelumnya, Plt Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, akan menerapkan sistem kerja ganjil genap terhadap sejumlah OPD. Wacana tersebut diambil seiring dengan meningkatnya jumlah ASN di lingkungan Pemko Padang yang positif Covid-19.

Dengan sistem ini terang Hendri, ASN akan dibagi dua. Pada tanggal genap, yang kebagian bekerja pada tanggal genap akan datang ke kantor seperti biasa. Sementara yang kebagian tanggal ganjil akan bekerja di rumah begitu sebaliknya.

Ia menjelaskan, bagi ASN yang kebagian bekerja di rumah diwajibkan tetap melapor pada pimpinan OPD yang bersangkutan. Ia juga menekankan kebijakan ini hanya berlaku pada instansi yang memiliki banyak pegawai.

Sementara untuk instansi/OPD yang personelnya sedikit ungkap Hendri, kebijakan ini tidak berlaku, agar tidak mengganggu aktivitas terutama terhadap pelayanan masyarakat. “Kebijakan ganjil genap ini juga khusus diberlakukan untuk staf, sementara untuk pejabat eselon tetap bekerja seperti biasa,” ujarnya. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional