Menu

Wacana Loting Ulang, Pedagang Pasa Ateh Resah

  Dibaca : 85 kali
Wacana Loting Ulang, Pedagang Pasa Ateh Resah
TEMUI—Pedagang yang tergabung dalam Perkumpulan Pedagang Pertokoan Pasar Bertingkat (P4B) Bukittingg menemui pimpinan DPRD Bukitting menyusul keresahan mereka dengan adanya isu wacana aloting ulang.

BUKITTINGGI, METRO–Beberapa waktu terakhir pedagang Pasa Ateh resah dengan wacana akan adanya lotting ulang untuk pedagang Pasa Ateh. Keresahan itu disampaikan lang­sung pedagang kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Bukittinggi di Gedung DPRD, Senin (7/6). Ketua Perkumpulan Pedagang Pertokoan Pasar Bertingkat (P4B) Bukittinggi, Azwir Ibrahim menyampaikan, bahwa pedagang yang bertemu dengan anggota DPRD Bukittinggi untuk audiensi, menyampaikan keluh kesah mereka. Terutana keresahan itudi­tengarai dengan adanya wa­cana akan ada lotting ulang pedagang di Pasa Ateh.

“Kami dengar pemko akan melakukan penataan kembali pedagang Pasa Ateh. Wacana ini juga pernah disampaikan Wali Kota di beberapa kesempatan termasuk juga Wakil Wali Kota. Ini sangat meresahkan kami. Kemudian juga terkait masalah penempatan PKL di dalam Pasa Ateh. Serta pemberian awning di seputaran jalan Minangkabau, yang juga akan berdampak banyak pada kami pedagang,” jelas Azwir.

Azwir atas nama pedagang Pasa Ateh, secara tegas menolak rencana lotting atau penataan ulang pedagang itu. “Kami tidak ingin resah dengan adanya wacana lotting ulang. Kami ingin tenang dalam berdagang. Apa yang telah dilakukan pemerintah sebelumnya saat proses pen­daftaran, lotting hingga penempatan toko, itu kan sudah legal. Kenapa ada lagi muncul persoalan ba­ru. Kami ingin wako dan wawako berikan ketenangan pada masyarakat. Jangan bikin resah. Kami tidak ingin lagi ada lotting ulang dan pedagang Jalan Minangkabau juga menolak pembangunan auning,” tegas Azwir.

Ketua DPRD Bukittinggi Herman Sofyan mengapresiasi kedatangan rom­bongan pedagang P4B ke kantor DPRD untuk me­nyampaikan keluh kesahnya dengan tertib. “Keresahan masyarakat pedagang tentu kita fasilitasi. Sehingga apapun masalah masyarakat, dapat diselesaikan dengan baik,” ungkap Herman.

Tiga persoalan yang disampaikan, setelah hearing dapat disimpulkan bahwa, informasi itu masih dalam bentuk wacana. Belum ada keputusan pasti dan resmi. “Jadi masyara­kat pedagang jangan resah lagi. Semua sudah dijelaskan, baik itu masalah lotting ulang, belum ada keputusan resmi. PKL juga belum ada kepastian, termasuk masalah awning, juga belum ada kepastiannya,” ujar Herman.

Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Rusdy Nurman meminta, agar Pemko Bukittinggi terutama, kepala daerah untuk berhati hati mengeluarkan statement. Ucapan seorang pemimpin itu di tengah masyarakat bisa dinilai merupakan sebuah keputusan. “Jadi kami berharap, jangan ada sta­temen yang belum jelas membuat atau menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kami juga mendengar ada rencana dana refocusing diarahkan untuk pembuatan awning jalan Minangkabau. Itu harus dikaji ulang. Karena refocusing dilakukan untuk dana bantuan dampak Co­vid-19, bukan untuk pembangunan auning peruntukannya. Untuk itu, kami juga tegaskan, jangan jadikan pasar sebagai komoditi politik,” kata Rusdy.

Plt Asisten II Setdako Isra Yonza menjelaskan, saat ini bukan persoalan legal dan tidak legal. Namun, hal utamanya saat ini adalah bagaimana Pasa Ateh itu asetnya diserahkan secara keseluruhan kepada pemko Bukittinggi. “Bagai­mana secepatnya, hibah ini diserahkan secara sepenuhnya kepada Pemko Bukittinggi. Jika itu sudah selesai nantinya, berarti semua yang telah dilaksanakan merupakan sebuah kebenaran. Jadi sampai saat ini tidak ada wacana wacana itu yang dilaksanakan. Sehingga jangan ada keresahan lagi, karena pemerintah dan pedagang ini sebenarnya sejalan, tidak ada berseberangan. Kita satu tujuan untuk kemaslahatan,” jelas Isra. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional