Menu

Wabup: Maulid Nabi, Mengingat Kelahiran Nabi Muhammad SAW

  Dibaca : 38 kali
Wabup: Maulid Nabi, Mengingat Kelahiran Nabi Muhammad SAW
MAULUD NABI— Wabup Suhatri Bur bersama tomas saat Maulid Nabi Muhammad SAW di Ladang Laweh.

PADANGPARIAMAN, METRO – Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Padangpariaman dilaksanakan masyarakat sepanjang tahun. Artinya,semua masyarakat Padangpariaman selalu mengingatkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap saat.

Pada saat itu, masyarakat juga berkumpul bersama-sama saat pelaksanaan Maulid Nabi. Kondisi demikian dipergunakan masyarakat untuk menjalin tali silaturahim untuk kemajuan masjid atau suraunya ke depan.

Persoalan tersebut diakui Wakil Bupati (Wabup) Padangpariaman Suhatri Bur saat memperingati Maulid Nabi besar Muhammad SAW di Surau Batu Sicincin Ladang Laweh, Kenagarian Sicincin, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, kemarin.

Artinya, tiap-tiap daerah di Indonesia hingga seluruh dunia memiliki cara masing-masing untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mereka melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bertujuan untuk memuliakan Nabi Muhammad SAW dan membangkitkan semangat umat Islam.

Apalagi katanya, berbagai tradisi bermunculan saat memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW tersebut. “Kalau kita di Padangpariaman banyak memakai tradisi bungo lado.

Katanya, wujud bungo lado adalah pohon hias yang berdaunkan uang atau yang biasa disebut juga pohon uang. Bungo lado merupakan perwujudan euforia masyarakat dalam menyambut hari lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW.

Dalam pelaksanaan Bungo Lado, masyarakat dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menghias pohon masing-masing. Melalui kegiatan menghias pohon tersebut, masyarakat berlomba-lomba untuk kebaikan, yakni menyumbangkan uang yang biasanya digunakan untuk keperluan pembangunan masjid atau kesejahteraan masjid.

Nominal uang yang dipasang pada ranting-ranting pohon mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 100.000. ”Tak heran uang tersebut sampai terkumpul 100 juta lebih, karena masing-masing masyarakat senang dan bahagia membuang bungo lado tersebut,” ujarnya.

Ditambah lagi katanya, masyarakat juga menyumpang nasi jamba dan lemang untuk dihidangkan di lokasi mereka melaksanakan maulud nabi. ”Tradisi ini telah turun temurun semenjak dahulunya hingga kini. Makanya masyarakat masing-masing nagari di Padangpariaman memperingatinya sepanjang tahun,” tandasnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional