Menu

Wabup Agam Ikuti Peringatan Harganas Virtual, ”Keluarga Keren, Cegah Stunting”

  Dibaca : 95 kali
Wabup Agam Ikuti Peringatan Harganas Virtual, ”Keluarga Keren, Cegah Stunting”
PERINGATAN HARGANAS— Wabup Agam, Irwan Fikri Dt Parpatiah SH mengikuti, peringatan Harganas ke -28 yang digelar BKKBN, Selasa (29/6). Acara yang dibuka Wapres RI, KH. Ma’ruf Amin secara virtual di seluruh Perwakilan BKKBN Provinsi di Indonesia, Menteri Indonesia Maju, dan para Gubernur, Bupati dan Walikota.

AGAM, METRO–Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri Dt Parpatiah SH mengikuti, peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke -28 yang digelar Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Selasa (29/6). Acara yang dibuka Wapres RI, KH. Ma’ruf Amin secara virtual di seluruh Perwakilan BKKBN Provinsi di Indonesia, para Menteri Indonesia Maju, dan para Gubernur, Bupati dan Walikota.

Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo SPOG (K)  da­lam laporannya mengatakan, Harganas yang mengusung tema “Keluarga Keren Cegah Stunting itu merupakan refleksi dalam pembangunan keluarga”. “Tema ini sesuai tugas dari presiden dalam mencegah Stunting. BKKBN diberi man­dat untuk mewujudkan ke­luarga berkualitas. Program Bangga Kencana me­wu­judkan keluarga yang berkualitas mandiri dan bahagia,” ucap Hasto.

Disampaikan, dalam situasi pandemi Covid-19, BKKBN gencar melakukan kegiatan penurunan stunting. Kemudian mengawal ibu hamil agar tidak terjadi stunting, dan mengawal pasca kelahiran. “Langkah penting dalam peringatan Harganas melakukan Pendataan Keluarga tahun 2021. Dan Alhamdulilah 96,8 persen sudah tercapai, data tersebut KK dengan keluarga resiko tinggi lahir dengan Stunting, dan BKKBN melakukan layanan sejuta akseptor dan memberi beberapa penghargaan,” ucap Hasto.

Wapres RI KH Ma’ruf Amin menyampaikan, tema Keluarga Keren Cegah Stunting di Hari Keluarga Nasional sangat tepat karena pemerintah secara sungguh-sungguh mengurangi Stunting. Menurutnya, keluarga merupakan unit terkecil dan mempunyai 8 fungsi, keluarga menjadi tempat nilai agama dipraktekkan, kasih sayang diberikan secara langsung.

Keluarga punya peran penting dalam memperkenalkan nilai sosial budaya, nilai toleransi, bersosialisasi dengan orang lain. “Oleh karena itu keluarga merupakan sekolah pertama dalam menyiapkan generasi yang akan datang, jika berhasil banyak keluarga berkarakter, dan pendidikan akan menjamin negara ini akan baik,” ujar Ma’ruf.

Menurutnya, pembangunan bangsa dimulai dari membangun keluarga. BKKBN mempunyai peran penting untuk itu, BKKBN harus bisa memastikan keluarga sehat dibangun atas perencanaan yang baik melalui perkawinan yang sah dan bertakwa kepada Allah SWT.

Nilai-nilai kasih sayang, lanjut Wapres, diberikan secara langsung dari orang tua kepada anaknya. Sejak bayi dilahirkan, sejak itu pula ia mengenal kasih sayang. Perasaan disayangi sangat penting bagi seorang anak, karena kelak ia akan tumbuh menjadi seseorang yang mampu menyayangi pula.

Selanjutnya fungsi perlindungan. Kata Ma’ruf Amin, idealnya keluarga mampu menjadi tempat yang membuat anggotanya merasa aman dan tentram.

”Nilai-nilai saling menghormati dan toleransi bisa ditanamkan sejak dikeluarga,” tegas Wapres.

Selain itu, fungsi sosial budaya, di mana keluarga juga mempunyai peran penting dalam memperkenalkan anak kepada nilai-nilai sosial budaya yang ada di masyarakat. Terlebih lagi di Indonesia, sopan santun sangat dijunjung tinggi, dengan berbagai macam norma, adat istiadat, dan budi pekerti yang berlaku di masya­ra­kat.

Dalam fungsi reproduksi, lanjut Ma’ruf Amin, me­lalui pernikahan yang sah, keluarga menjadi entitas yang mampu menghasilkan generasi penerus bangsa. Pendidikan seks sejak dini dan sikap menghargai lawan jenis perlu ditanamkan dalam keluarga.

Fungsi pendidikan, menjadikan keluarga sebagai tempat pertama seorang anak belajar bersosialisasi dengan orang lain, yaitu orangtua dan saudara-saudaranya. Di da­lam keluarga pula proses pendidikan untuk pertama kalinya diterima oleh anak.

Pada fungsi ekonomi, kata Ma’ruf Amin biasanya mempengaruhi keharmonisan keluarga. Karena itu, mengajarkan anak untuk berhemat dan menumbuhkan jiwa wirausaha akan membuat mereka kelak dapat cerdas secara finansial.

Dan terkahir fungsi pem­­­binaan lingkungan. Gaya hidup ramah lingkungan dapat terwujud jika ditanamkan sejak dini dalam keluarga. Begitu juga dengan kebiasaan peduli dengan lingkungan sekitar seperti tetangga dan mas­ya­­rakat secara umum. (pry)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional