Menu

Wabah DBD Tewaskan 2 Warga Dharmasraya

  Dibaca : 716 kali
Wabah DBD Tewaskan 2 Warga Dharmasraya
LAKUKAN FOGGING—Tim Dinkes Dharmasraya saat melakukan fogging di 3 jorong yang ada di Nagari Koto Laweh, Kecamatan Koto Besar.

DHARMASRAYA, METRO – Dua warga Nagari warga Nagari Koto Laweh, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya yang terserang Demam Berdarah (DBD) akhirnya meninggal dunia usai mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Terkait kejadian itu, Dinas Kesehatan pun langsung melakukan langkah-langkah mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, warga yang meninggal diketahui bernama Riani (27) yang sempat dirawat di RSUD Sungai Dareh, lalu dujuk ke RSUP M Djamil Padang dan meninggal Sabtu (28/12). Sedangkan Bagas (3) dirawat di ruang ICU RSUD Solok meninggal dunia, Minggu pagi (29/12).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dhamasraya, Rahmadian mengatakan, kedua pasien DBD itu sempat dirawat di RSUD Sungai Dareh. Namun, karena kondisi yang semakin kritis, dirujuk ke RSUP M Djamil dan RSUD Solok. Penyakit DBD ini berbasis lingkungan jadi banyaknya tempat perkembangbiakan nyamuk, seperti pengelolaan sampah yang mempermudah tergenangnya air.

“Sejak Sabtu (28/12) hingga hari ini, petugas kesehatan melakukan fogging di tiga jorong yang ada di Nagari Koto Laweh, yaitu di Jorong Koto Tangah, Koto Panjang dan Durian Gadang,” kata Rahmadian, Minggu (29/12).

Rahmadian menjelaskan, pihaknya juga melaksanakan investigasi untuk meneliti secara epidemologis untuk mengetahui peta penyebaran penyakir DBD. Hasil investigasi ini akan menjadi pijakan bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan terkait penanganan lanjutan kasus tersebut.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Dharmasraya, Budi Waluyo telah meminta, agar Dinas Kesehatan, camat hingga pihak nagari beserta jajaran untuk melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap penyebaran penyakit demam berdarah.

“Segera melakukan antisipasi dengan melaksanakan gerakan 3 M, menguras, mengubur dan membuang genangan air yang berpotensi dimanfaatkan untuk penyebaran nyamuk penyebab demam berdarah,” ungkap Budi Waluyo.

“Jika ada masyarakat yang mengalami gejala penyakit demam berdarah, agar segera melaporkan kepada petugas kesehatan terdekat, supaya bisa mendapatkan pertolongan dini,” ujar bupati.

Kepada masyarakat dihimbau untuk melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, mulai dari jorong, bidan desa hingga ke puskesmas dan RSUD. “Kita semua harus waspada dan segera mengambil langkah tepat untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional