Menu

Volume Sampah yang Masuk Terus Meningkat, Pemprov akan Perluas TPA Regional Payakumbuh

  Dibaca : 67 kali
Volume Sampah yang Masuk Terus Meningkat, Pemprov akan Perluas TPA Regional Payakumbuh
FOTO BERSAMA—Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi foto bersama usai meninjau TPA Regional bersama Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi dan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin, Senin (13/9).

SUDIRMAN, METRO–Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mendam­pingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meninjau Tempat Pembuangan A­khir (TPA) Regional Payakumbuh yang berlokasi di Kecamatan Payakumbuh Selatan, Senin (13/9). Turut mendampingi Bupati Li­ma­puluh Kota Safaruddin, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, Bupati Agam Andri Warman, Kepala Balai PPW Wilayah Sumbar, General Manager PLN Wilayah 3, beserta Pimpinan OPD terkait.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana melakukan perluasan TPA regional Payakumbuh mengingat volume sampah yang masuk terus meningkat, bahkan mencapai 220 ton sampah per hari dengan rata-rata ke­naikan 6% setiap tahunnya. Untuk itu Pemprov Sumbar berupaya mela­kukan pengembangan wi­layah TPA setidaknya seluas 2,7 hektar untuk digunakan 5 hingga 7 tahun ke depan.

Urgensi pengemba­ngan cell landfiill Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Payakumbuh yang menampung sampah dari Payakumbuh, Lima­puluh Kota, Bukittinggi, dan Agam itu sa­ngat tinggi, saat ini kondisi TPA sudah over capacity, hampir 200%, ketinggian sampah sudah sampai 30 meter dari idealnya hanya 15 meter.

Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Mah­yeldi tengah mempersiapkan eksekusi perluasan cell landfill baru guna memenuhi kebutuhan penampungan dan pengolahan sampah. Hal ini telah dibahas dalam  rapat pem­bahasan kondisi TPA regional Payakumbuh dan upaya penanganan yang diinisiasi Dinas Lingku­ngan Hidup Provinsi Su­matera Barat di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Minggu (12/9) kemarin.

Gubernur Mahyeldi menyampaikan langkah cepat yang harus diambil oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten kota untuk menghindari kelongsoran sampah. Diantara­nya opsi yang dimiliki pemerintah daerah adalah perluasan cell landfill, serta memperbaiki maupun menambah membran sementara untuk TPA yang berlokasi di Kelurahan Padang Karambia, Kota Payakumbuh ini.

“Untuk itu, penting a­danya sinergitas antara Kementerian Lingkungan Hi­dup dan Kehutanan, pemerintah provinsi, serta kabupaten/kota dalam menyikapi persoalan ini,” kata Mahyeldi.

Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi mengatakan urusan sampah a­da­lah hal yang paling vital, tidak bisa main-main, kalau dibiarkan maka nanti akan muncul masalah berkelanjutan. Meski kewenangan TPA Regional ini berada di tangan Pemprov Sumbar, tetapi lokasi­nya berada di wilayah administrasi Pemko Payakumbuh, serta manfaatnya dibagi untuk 4 kabupaten/kota.

Dijelaskan Riza, pe­ngembangan TPA ini, untuk tahap pertama adalah meminta anggaran ke pusat, karena dibutuhkan dana untuk membikin cell landfiill baru, karena yang lama sudah penuh, maka perlu diselesaikan secepatnya.

“Kedepan kita perlu mencarikan solusi agar bagaimana TPA untuk jang­­ka panjangnya, tentu harus dicari juga tempat yang representatif dan memadai, kalau bisa kata Riza seenggaknya 50 ta­hun. Rencana sementara ya disiapkan di sini dahulu, dan ini menjadi konsentrasi kita bersama dengan Pemprov Sumbar,” tukuk Riza.

Dijelaskan Riza lebih lanjut, bahkan untuk la­han pengembangan TPA juga sudah disediakan oleh pemko. Bila perlu, dikatakannya Pemko siap kapanpun untuk membeli lahan warga, bila ada lahannya yang ingin dibebaskan di sekitar TPA. “Kan mereka terdampak, kalau bisa sekaligus saja dibebaslahankan, daripada tanahnya tidak termanfaatkan,” kata Riza.

Riza juga menghimbau masyarakat agar dapat melakukan pemisahan dan pengolahan kepada sampah organik untuk meningkatkan efektivitas penampungan sampah di TPA. Dengan demikian sampah organik pun da­pat diolah untuk dijadikan pupuk dan sampah plastik bisa diolah menjadi berdaya guna.

“Ke depan kita upayakan pengendalian dan pe­ngolahan sampah organik yang lebih ramah ling­kungan supaya bisa menjadi pupuk. Masyarakat juga jangan suka membuang sampah sembarangan, apalagi ke saluran drainase, bila itu dilakukan maka akan berakibat tersumbat aliran air saat hujan dan memicu banjir, kita juga yang bakal kerugian,” pungkasnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional