Menu

Volume Sampah di Masa Pendemi Covid-19 Meningkat

  Dibaca : 190 kali
Volume Sampah di Masa Pendemi Covid-19 Meningkat
BERSIHKAN SAMPAH— Beberapa orang petugas kebersihan Kota Payakumbuh sedang membersihkan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

SUDIRMAN, METRO
Volume sampah di Kota Payakumbuh meningkat selama Pandemi Covid-19 lalu dan di masa New Normal saat ini. Bahkan peningkatan itu mencapai 76,1 ton perhari naik sekitar 5 ton perhari jika dibandingkan dengan hari biasanya yang hanya 71,2 ton perhari.

Hal tersebut terjadi karena saat pendemi dan dimasa new normal, warga banyak yang membeli makanan dengan cara dibungkus ataupun delivery ke alamat mereka masing-masing, sangat berbeda dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 yakni makan ditempat. Meski begitu, menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi, pihaknya masih bisa menangani lonjakan volume sampah itu.

“Saat pendemi Covid-19 dan New Normal, warga memang dianjurkan untuk banyak dirumah. Termasuk untuk makanan lebih dianjurkan untuk tidak makan ditempat/dibungkus saja ataupun delivery, hal ini tentu berdampak dengan naiknya volume sampah yang dihasilkan rumah tangga perharinya,” terang Dafrul Pasi, Senin (10/8) kepada wartawan.

Mantan Camat di Payakumbuh itu juga menghimbau warga Payakumbuh untuk terus melakukan pemilihan sampah dirumah tangga sebelum dibuang, sehingga sampah-sampah yang dihasilkan dirumah tangga telah dipisah sebelum akhirnya dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara ataupun ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah.

“Kita terus mengimbau warga untuk terus melakukan pemilihan sampah sebelum dibuang ke TPS atapun TPA sampah. Sehingga sampah yang dihasilkan dapat dikelompokkan mana sampah organik dan nonorganik,” terang Dafrul Fasi.

Dia juga mengajak dan mengingatkan warga untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Disampaikannya, sudah saatnya masyarakat beralih dengan menggunakan bahan lainnya yang lebih ramah lingkungan.

“Kita selalu mengingatkan warga untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dengan mengganti menggunakan bahan lainnya yang lebih ramah lingkungan,” sebut Dafrul Fasi. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional