Menu

VLG Evaluasi KLA Tahun 2021

  Dibaca : 480 kali
VLG Evaluasi KLA Tahun 2021
IKUTI—Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, saat mengikuti Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2021.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padang­paria­man Suhatri Bur,  kemarin,  mengikuti Verifikasi La­pangan Hybrid (VLH) eva­luasi Kabupaten Layak A­nak (KLA) tahun 2021. Bu­pati Padangpariaman Su­hatri Bur mengatakan un­tuk menuju Kabupaten La­yak Anak, Kabupaten Pa­dang­pariaman memiliki lima klaster.

Mulai dari katanya,  hak sipil dan kebebasan di­mana telah membuat be­berapa inovasi yang dila­kukan oleh masing-masing dinas yang saking ber­sinergi antara satu dengan yang lain diantaranya Di­nas Kependudukan dan Catatan Sipil telah men­ciptakan inovasi yang di­beri nama Anak Lahir Pu­lang Bersama Akta  ( AL­PABETA) yang bertujuan untuk memudahkan ma­sya­rakat.

“Untuk klaster satu ini kami juga bermitra dengan Kakankemenag terkait me­ngatasi perkawinan dini dengan melakukan bim­bingan perkawinan. Per­kawinan dini akan menye­babkan banyaknya per­ceraian,kekerasan dan ke­matian ibu hamil oleh ka­renanya terus dilakukan sosialiasi agar para kaum muda mengerti akan pe­ngaruh perkawinan dini,” terangnya

Ia juga menamba­ha­kan klaster kedua yakninya lingkungan keluarga dan pengasuh alternatif ini yang diprakarsai oleh Din­sos­P3A, menangani anak yang membutuhkan per­lin­du­ngan khusus dengan me­lahirkan inovasi Lapau Emak (Layanan Penga­duan Kekerasan Perem­puan dan Anak) untuk  men­­dapatkan kemudahan informasi tentang penga­duan kekerasan terhadap ibu dan anak dimana juga mendapatkan pelayanana antar jemput korban keke­rasan.

“Pada klaster dua ini kita juga bermitra dengan Baznas yakninya dengan memberikan bantuan ru­mah tidak layak huni se­hingga bisa bersinergi an­tar lembaga yang mena­ngani terutama bagi OPD yang menjadi leading sek­tor,juga melibatkan pe­kerja sosial terutama pada psikologi dan APH

Ia juga menambahkan Dinkes melakukan sosia­lisasi gerakan nikah sehat (Gernispapa) dan sudah berjalan dan bisa diman­faatkan gerakan ini ber­tujuan untuk memeriksa kesehatan calon pengantin guna mendekteksi kese­hatan masing-masing pa­sa­ngan, pemerintah dae­rah selalu berkomitmen dan menkampanyekan a­gar menghentikan kekera­san anak.

“Klaster ketiga yak­ni­nya tentang  kesehatan dasar dan kesejahteraan, program Padang Pariaman sehat dan Germas mampu menurunkan angka kema­tian dan meningkatkan status gizi balita yang berko­laborasi dengan TP-PKK terutama untuk pence­gahan stunting serta agar balita menndapatkan ma­kanan yg layak dan bergizi, sehingga dapat melahirkan bayi yang sehat dan ge­nerasi yang cerdas,”  ung­kapnya.

Katanya Pendidikan dan pemanfaatan waktu luang untuk belajar budaya ini merupakan klaster ke­em­pat dimana Pemerintah Daerah mendukung penuh bakat dari anak-anak de­ngan berupaya melengkapi sarana dan prasarana yang dapat menunjang kreativitas anak-anak ter­sebut sehingga menjadi sebuah prestasi.

“Kegiatan pada pendi­dikan non formal juga te­ngah dikembangkan di Ka­bupaten Padangpariaman contohnya Seperti gen­dang tasa di Nagari Ku­raitaji Timur sebagai ben­tuk kreativitas anak dan juga menunjang untuk me­nyiapkan generasi penerus bangsa selain itu pada malam hari dengan bata­san waktu juga menga­dakan pelatihan pasamba­han yang dilaksanakan dua kali seminggu

Iini untuk melahirkan generasi yang paham de­ngan kata pasambahan yang dibutuhkan oleh se­tiap nagari dan masya­krakat. Untuk mengatsi pandemi covid-19,anak-anak dapat beraktivitas namun tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujar­nya.

Terkait pendidikan kami juga bekerjasama dengan Dinas Kearsipan dan Per­pus­takaan dimana dinas ini menyediakan layanan perpustakaan keliling Pa­dangpariaman untuk me­ningkatkan minat baca para pelajar terlebih pada masa pandemi pembe­lajaran dilakukan secara daring juga menyediakan buku cerita.

Sehingga anak-anak tersebut mendapatkan ce­rita yg positif dari buku yang ada ini juga didukung dengan diadakannya per­lombaan cerita anak yang juga bekerjasama dengan TP-PKK.

Selain itu dalam men­ciptakan hafiz alquran Pe­me­rintah Daerah Padang­pariaman juga mencip­takan inovasi gebu pafa dimana ini juga salah satu program yang bekerja­sama dengan perguruan tinggi dimana para hafiz yang hafal alquran dapat diterima di perguruan ting­gi terkemuka tanpa tes,” sambungnya

Klaster kelima yakni­nya perlindungan khusus dimana unsur forkopimda snagat mendukung penuh dalan upaya pencegahan penyediaan layanan pe­ngua­tan dan pengem­ba­ngan lembaga yang ber­kon­tribusi aktif terhadap anak yang memerlukan perlindungan khusus,ini juga tidak terlepas dari peran Kajari ini juga wujud dalam mendukung Ka­bu­paten Padangpariaman menunun Kabupaten La­yak Anak.

Pada akhir kesempatan bupati berharap dengan adanya evaluasi ini dan telah diciptakan upaya-upaya yang dipenuhi de­ngan lima klaster tersebut semoga Padang Pariaman dapat menjadi Kabupaten Layak Anak Evaluasi ini juga dihadiri oleh Unsur Forkopimda Kabupaten Padangpariaman, Ketua TP-PKK Yusrita Suhatri Bur, serta Kepala OPD ter­kait. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional