Menu

Viral Remaja Mengejar Layangan Nyaris Ditabrak Mobil, Kasat Pol PP: Penertiban tidak Kewenangan Kami

  Dibaca : 216 kali
Viral Remaja Mengejar Layangan Nyaris Ditabrak Mobil, Kasat Pol PP: Penertiban tidak Kewenangan Kami
NYARIS DITABRAK—Seorang remaja yang mengejar layangan putus nyaris ditabrak mobil di Jalan Ir H Juanda, kecamatan Padang Barat.

PADANG, METRO
Sebuah video yang menayangkan segerombolan remaja mengejar layangan putus nyaris ditabrak mobil di Jalan Ir Juanda, Kecamatan Padang Barat, viral di media sosial. Video itu diunggah akun Instagram @soalpadang sekitar dua hari yang lalu telah ditonton 57.261 orang.

Diketahui, di Kota Padang saat ini memang sedang musim permainan layang-layang dan bahkan sudah menjadi ajang pertandingan. Dari anak-anak, remaja bahkan orang dewasa ikut bermain layang-layang. Ketika layangan putus, sudah menjadi tradisi untuk mengejar layangan. Siapa yang berhasil mendapatkan, bisa meminta uang tebusan kepada pemilik.

Hal itulah yang menjadi daya tariknya, sehingga sangat ramai yang mengejar layangan putus. Namun, saat mengejar layangan, mereka malah tidak mempedulikan keselamatan saat mengejar layangan tersebut. Seperti halnya yang dipertontonkan dalam video berdurasi sekitar 15 detik itu.

Terlihat sejumlah anak-anak dan remaja mengejar layangan hingga ke badan jalan, padahal jalanan itu ramai kendaraaan. Alhasil, mereka pun nyaris tertabrak mobil yang sedang melaju. Mereka asyik saling rebutan layangan putus itu tanpa memperdulikan pengguna jalan.

Padahal, jatuhnya korban jiwa akibat mengejar layangan sudah terjadi beberapa kali di Kota Padang. Seperti yang menimpa bocah 12 tahun bernama Fakhri yang tewas tersengat listrik saat mengejar layangan dan kejadian itu terjadi dikawasan Kampung Durian, Kelurahan Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Kamis (24/9) sekitar pukul 12.30 WIB lalu.

Kejadian serupa juga pernah menimpa seorang remaja bernama Irsyad (20), dikawasan kawasan Simpang Alai, Kecamatan Padang Utara pada 5 Agustus 2020 lalu. Korban tersengat listrik saat mengejar layangan. Beruntung, Isryad berhasil diselamatkan setelah dilarikan kerumah sakit. Namun korban mengalami luka bakar yang cukup serius di bagian betis dan pundaknya.

Dengan kejadian itu, semestinya harus mendapat perhatian ketat dari pihak terkait disamping orang tua, agar kejadian yang sama tidak terulang lagi. Apalagi ini telah menyangkut keselamatan nyawa seseorang.

Penertiban Bukan Wewenang Satpol PP
Saat dikonfirmasi kepada pihak Pol PP Padang mengatakan, untuk melakukan penertiban tersebut bukanlah wewenangnya. Melainkan wewenang Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) setempat.

“Itu adalah wewenang kepala seksi ketertiban umum yang ada di kecamatan dan kelurahan dan berkoordinasi dengan Babinkamtibmas untuk melakukan penertiban. Kemudian kami siap membantu jika diperlukan,” ungkap Kasat Pol PP Padang, Alfiadi, Senin (19/10).

Dikatakannya, kepala seksi ketertiban umum bisa berkoordinasi dengan unsur terkait seperti babinkamtibmas dan Babinsa. Apabila tidak terkoordinir, Satpol baru membantu.

“Kalau perlu backup, baru kami turun. Kalau kami, hanya sifatnya jika dibutuhkan. Kalau ingin melaporkan, langsung ke kecamatan. Kepada kami boleh juga melaporkan, nanti kami koordinasikan juga kembali ke kecamatan,” ujarnya.

Terpisah, Kapolresta Padang AKBP Imran Amir menghimbau kepada anak-anak agar tidak bermain layangan di pinggir jalan. Karena hal itu bisa membahayakan para pengguna lalu lintas, terutama para pengendara sepeda motor.

“Selain membahayakan pengguna jalan, bermain layangan di jalan juga riskan terhadap anak-anak yang berusaha mengejar layangan putus. Keselamatan anak tersebut sangat riskan saat mengejar layangan putus, dampaknya kemungkinan terbesar akan tertabrak pengendara. Selain itu tali layangan juga bisa berdampak lebih tragis yakni jika mengenai kabel listrik bertegangan tinggi,” kata AKBP Imran Amir.

AKBP Imran Amir akan memerintahkan jajaranya untuk turun mengimbau anak-anak sedang bermain layangan. Memberikan imbauan agar tidak bermain layang-layang tidak berdekatan pada kabel listrik bertegangan menengah maupun tinggi guna menghindari tersengat listrik.

“Diharapkan himbauan ini bisa diterima oleh anak-anak, sehingga akan meminimalisir terjadinya kecelakaan. Selama ini juga terjadi kesan pembiaran oleh orang tua terhadap anaknnya yang bermain di jalanan, tanpa melihat resiko yang lebih besar,” ucapnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional