Close

Viral Perusuh Muda Tewas Dipukuli Polisi, Polri : Video Dipastikan Hoax

VIRAL— Video yang beredar di media sosial sempat viral. Dalam video, memperlihatkan adanya adegan pemukulan oleh beberapa orang polisi terhadap salah satu perusuh aksi 22 Mei di Jakarta saat dilakukan penangkapan.

JAKARTA, METRO – Kabar bohong alias hoax kembali tersiar pasca kerusuhan 22 Mei 2019 yang pecah dibeberapa titik wilayah DKI Jakarta. Terbaru viral kabar seorang anak di bawah umur dipukuli petugas keamanan hingga tewas di depan masjid Al Huda Kampung Bali, XXXIII No 3, RT 2 RW 10, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Viralnya kabar itu berawal dari beredarnya video di jagat media sosial Twitter karena berisi rekaman pemukulan seorang pria oleh sejumlah anggota Brimob. Versi viral menyebut pria yang dipukuli adalah berusia di bawah umur dan tewas. Namun, Polisi memastikan tidak ada korban tewas dalam insiden itu. Lalu bagaimana kejadiannya?

Polri mengatakan peristiwa dalam video tersebut faktanya adalah penangkapan salah seorang perusuh di lokasi dekat masjid Al Huda oleh Brimob, dan si perusuh masih hidup. Kejadian itu sendiri terjadi pada Kamis (23/5) pagi. Polri menegaskan narasi dalam video yang viral di Twitter adalah tidak benar alias hoax.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memastikan kabar tersebut adalah hoax. Peristiwa sesungguhnya tidak seperti yang viral di media sosial. Pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kita amankan atas nama A alias Andri Bibir.

“Dalam video yang viral itu polisi tengah menciduk salah satu perusuh. Tersangka juga dipastikan bukan remaja itu. Namun, kabar yang viral di media sosial sudah dibesar-besarkan dan tidak sesuai fakta. Kami bisa buktikan akun tersebut sebagai penyebar berita hoax. Akan kami tindaklanjuti,” kata Brigjen Pol Dedi di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Sabtu (25/5).

Brigjen Pol Dedi menjelaskan kabar hoax yang disebarkan di akun twitter adalah bukan foto yang bersangkutan. Kami tahu ada yang menempel video tersebut dengan gambar korban lainnya. Tidak benar kalau korban adalah anak 16 tahun,” lanjutnya.

“Andri Bibir sendiri berperan sebagai pemasok batu untuk para pendemo. Sehingga dia diamankan petugas dan dilakukan penahan oleh Polda Metro Jaya. Tersangka Andri Bibir ini waktu lihat anggota, langsung dia mau kabur karena merasa salah, ketakutan dia. Dikepung oleh anggota pengamanan,” kata Dedi.

Terkait mengapa Andi sampai dipukuli beramai-ramai? Menurut Dedi, aparat melakukan tindakan represif terhadap Andri karena pria 30 tahun tersebut berupaya kabur saat hendak diamankan. Terkait pemukulan terhadap Andri Bibir tak dapat dibenarkan dan memang

“Dalam hal upaya penangkapan perusuh atas nama A alias Andri Bibir, apa yang dilakukan oleh oknum anggota tidak dibenarkan. Seharusnya kepada pelaku perusuh yang sudah menyerah tidak boleh lagi dilakukan tindakan berlebihan, eksesif,” tutur Brigjen Dedi Prasetyo.

Dedi mengatakan Polri akan melakukan pemeriksaan internal terhadap petugas yang terlibat dalam pemukulan tersebut. Dia mengatakan petugas mengambil tindakan represif karena Andri Bibir terlibat aktif dalam aksi 22 Mei yang berujung kerusuhan.

“Prinsip kepada personel Polri yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di kepolisian pasti akan kami proses sesuai mekanisme yang ada,” kata Dedi.

Sementara itu, Andri Bibir sendiri membenarkan jika orang dalam video yang viral itu adalah dirinya. Saat itu dia hendak melarikan diri, namun nasib apes malah tertangkap oleh anggota Brimob.

“Saat itu saya memang mau melarikan diri, tapi di belakang ada Brimob dan saya kembali lagi ke lapangan itu. Dan ternyata saat itu saya ditangkap,” ucap Andri Bibir.

Andri mengatakan, alasannya ikut membantu pendemo mengumpulkan batu hanya sebatas ikut-ikutan. Sebab dia merasa kesal ketika terkena gas air mata petugas.

“Awalnya saya ikut-ikutan dan di situ saya kena gas air mata, saya sakit hati dan saya membantu supaya pendemo semakin lebih mudah untuk mendapatkan batu,” terangnya.

Viralnya video penangkapannya lantas membuat Andri Bibir khawatir. Ia takut keluarga dan rekan-rekannya menganggapnya sudah meninggal. Apalagi, dia belum sempat bertemu keluarganya setelah ditangkap polisi.

“Untuk teman, rekan atau keluarga yang melihat video itu, itu saya dan saya belum meninggal,” pungkasnya.

Andri yang saat ini berstatus tahanan Direkrorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Dia dijerat dengan Pasal 170 dan atau 214 KUHP karena dinilai telah bersama-sama melawan petugas dan atau bersama-sama melakukan kekerasan terhadap barang atau orang. (jpnn/rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top