Menu

Viral, Ojol Bawa Mayat dari M Djamil

  Dibaca : 1581 kali
Viral, Ojol Bawa Mayat dari M Djamil
MENDATANGI— Rombongan drivel ojol bermai-ramai mendatangi RSUP M Djamil Padang setelah mendapat informasi jenazah anak dari salah satu rekannya tertahan karena tidak punya uang membayar biaya pengobatan. (ist)

Katanya Gara-gara Tidak Sanggup Bayar, RSUP M Djamil Bantah Tudingan

PADANG, METRO – Video sejumlah driver ojek online (ojol) beramai-ramai mendatangi RSUP M Djamil Padang lalu membawa jenazah bayi yang meninggal dunia dengan sepeda motor viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat jenazah dibawa dan dibalut dengan seragam ojek online lalu diiringi sejumlah driver Ojol lainnya di belakang.

Informasinya, jenazah tersebut terpaksa di bawa karena orang tua korban yang juga sebagai driver ojol dikabarkan tidak mampu membayar tagihan pengobatan selama di RSUP M Djamil dengan jumlah sekitar Rp25 juta. Tidak hanya itu, driver ojol ini juga siap menjaminkan akun gojek yang mereka miliki kepada pihak rumah sakit.

Dari keterangan video yang diupload akun Facebook Rank Panyalai. Pihak rumah sakit tidak mau mengeluarkan jenazah karena faktor ekonomi.

“Astaghfirullah, gara-gara faktor ekonomi jenazah anak kami Ramadhan Khalif Putra tidak bisa dikeluarkan dari RSUP M Djamil Padang Sumatera Barat,” tertulis dalam akun Facebook Rank Panyalai.

Selain itu, dia juga menyebutkan dalam tulisannya, ‘Insya Allah dari postingan ini, kami para driver ojol Sumatera Barat membutuhkan seorang dermawan yang mau menjamin agar anak kami dikeluarkan, sampai kami bisa mengumpulkan biaya yang diminta rumah sakit. Setidaknya anak kami bisa dimakamkan dengan layak terlebih dahulu. Insya Allah akan membalas kebaikan bapak-bapak yang ikhlas membantu anak kami’.

Dalam keterangan video, bayi yang masih berusia enam bulan bernama Ramadhan Khalif Putra itu meninggal akibat sakit kelenjer getah bening yang diderita.

Terkait informasi yang beredar tentang sejumlah driver Ojol terpaksa membawa jenzah tersebut karena orang tua jenazah itu tidak mampu menyelesaikan pembayaran administrasi lalu ditolak oleh pihak rumah sakit untuk mengeluarkan jenazah itu, dibantah langsung pihak RSUP M Djamil Padang.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Padang, Gustavianof mengatakan, pihaknya telah menjalankan mekanisme secara standar operasional prosedur. Pihak keluarga hanya diminta dalam mengurus administrasi.

“Pasien meninggal jam 09.15 WIB, setelah itu dibawa masuk kamar jenazah. Nah di sana, pihak keluarga harus mengurus administrasi. Dalam pengurusan administrasi itu keluarga mengaku tidak memiliki uang,” ujar Gustavianof, Rabu (19/11).

Karena tidak memiliki uang, kata Gustavianof, pihak rumah sakit hanya meminta keluarga membuat surat pernyataan dengan jaminan KTP. Setelah pengurusan itu selesai, jenazah bayi akan bisa dibawa pulang. “Tapi tiba-tiba jam 12.45 WIB para driver ojek online mengambil jenazah bayi dalam kamar jenazah,” katanya.

Gustavianof sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan para driver ojek online tersebut. Bahkan, dibawanya jenazah bayi tanpa sepengetahuan pihak keluarga pasien.

“Keluarga tidak mengetahui bayi dibawa pulang, itu ada kami buktinya. Sebenarnya pihak keluarga sangat mengucapkan terima kasih kepada rumah sakit karena kemudahan dalam pelayanan,” tuturnya.

Gustavianof mengungkapkan, seharusnya tindakan membawa jenazah dengan mengunakan sepeda motor sangat disayangkan. Padahal, pihaknya bersedia menyediakan mobil ambulans.

“Kita tentu sangat menyesal kejadian ini, apalagi jenazah dibawa dengan sepeda motor. Pihak keluarga padahal tidak ada merasa tertekan dengan masalah ini. Kami dari rumah sakit sebenarnya sudah menyelesaikan keluarga tidak ada uang kami malah telah menyediakan ambulans,” ucapnya.

Maka itu, Gustavianof menegaskan, pihak rumah sakit tidak melakukan penahanan terhadap jenazah bayi. Bahkan, keluarga pasien sebelumnya telah konsolidasi dengan jajaran rumah sakit.

“Kami tidak ada membela diri, kenapa ini bisa terjadi. Tiba-tiba jenazah dibawa keluar dari kamar jenazah ini tentu salah. Apalagi, keluarga sudah menyatakan tindakan itu tanpa sepengetahuan mereka,” pungkasnya.

Hareneli Mahyeldi Turun Tangan

Terkait adanya persoalan tersebut, Harneli Mahyeldi mengatakan, setelah melihat video yang beredar, ia langsung memfasilitasi untuk dapat memberikan bantuan agar bisa melunasi biaya rumah sakit Ramadhan Khalif Putra.

Ternyata, Baznas siap membantu Rp 10 juta.

“Umi tidak membayar, tapi memfasilitasi ke Baznas. Baznas siap membantu. Tadi Umi telpon pihak RSUP M Djami, ternyata warga miskin tidak dikenai biaya. Umi berharap, jika ada masalah, jangan langsung upload ke dunia maya. Telpon saja umi, karena setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.Umi akan bantu fasilitasi ke pihak-pihak yang bisa membantu,” kata Harneli Mahyeldi kepada POSMETRO. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional