Close

Viral Harimau Tertangkap di Agam, Sudah Dievakuasi di Pusat Rehabilitasi Dharmasraya

TINJAU PRHSD— Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat meninjau PRHSD di kawasan TKA, Dharmasraya, Rabu (12/1).

DHARMASRAYA, METRO–Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat, berhasil mengambil langkah penye­la­matan seekor Harimau Sumatera yang tertangkap di Jorong Kayu Pasak Timur Nagari Salareh Aie Kecamatan Palembayan, pada Senin (10/1) lalu.

Saat ini, Harimau Su­matra berjenis kelamin betina yang diperkirakan berumur tiga tahun itu telah dievakuasi dan direhabilitasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) Arsari.

Hal ini disampaikan Wa­kil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat meninjau PRHSD di kawasan TKA, Dharmasraya, Rabu (12/1). Ia mengatakan, Harimau yg kini telah dinamai Puti Maua Agam itu sudah berada di PRHSD untuk di rehabilitasi sebelum dilepaskan kembali.

“Harimau sudah ada disini, di pusat konservasi, nanti akan dilepas liarkan kembali setelah direhabilitasi,” kata Audy.

Lebih lanjut Audy menyampaikan, adanya pusat konservasi dan rehabilitasi satwa, dalam hal ini Harimau Sumatra, menunjukkan masyarakat Sumbar adaptif terhadap harimau.

“Sumatera is the land of tiger, meski terkadang terjadi konflik, masyarakat Sumbar bisa hidup berdampingan dengan harimau. Salah satu buktinya adalah dengan adanya pusat konservasi Harimau Sumatra ini,” ujar Audy.

Menurut Audy, PRHSD Arsari adalah kebanggaan Sumbar sebagai satu-satunya Pusat konservasi dan rehabilitasi Harimau Su­matera. Dalam pandangannya PRHSD dapat dikem­bang­kan menjadi eco edu tourism satwa.

“Meski saat ini akses masih terbatas, bukan ti­dak mungkin PRHSD kita kem­bangkan menjadi wisata minat khusus. Pemprov Sumbar mendukung secara penuh,” lanjutnya antusias.

Secara teknis, menurut Manager Operasional PRHSD­ Arsari, drh. Patrick Flagellata, Pusat konservasi yang telah beridiri sejak 2017 ini hingga kini telah menyelamatkan setidaknya 14 ekor Harimau Sumatera. 6 diantaranya telah berhasil dilepas liarkan kembali ke alam. Sementara saat ini terdapat 5 ekor Harimau yang tengah di rehabilitasi.

“Pada intinya yang kita lakukan di PRHSD adalah Rescue, Rehabilitation dan Release. setiap upaya pe­nye­lamatan, rehabilitasi dan pelepasan kembali yang dilakukan juga berkoordinasi dengan BKSDA,” jelasnya.

Tak hanya itu, PRHSD juga melakukan rehabilitasi dan observasi bio diversitas lainnya, seperti beruang, rusa, hingga elang dan berbagai satwa lainnya.

Dari segi fasilitas pun PRHSD Arsari sudah cukup baik. Dimana sudah tersedia klinik hewan dan kandang perawatan tindakan medis, kandang isolasi, serta kandang enklosur untuk persiapan pelepasan kembali satwa yang diobservasi dan direhabilitasi.

Turut hadir mendampingi Wagub pada peninjauan ini, Kepala Dinas Perhutanan Sumbar Yozawardi, Kepala BKSDA Ardi Andono, dan R&D manager PT TKA Huzri Yedi. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top