Menu

Viral Foto Bupati Solok Pakai Sepatu di Dalam Masjid, MUI: Jelas itu Dilarang karena Tempat Suci

  Dibaca : 395 kali
Viral Foto Bupati Solok Pakai Sepatu di Dalam Masjid, MUI: Jelas itu Dilarang karena Tempat Suci
PAKAI SEPATU— Bupati Solok Gusmal dan sejumlah pejabat memakai sepatu saat masuk ke dalam masjid yang baru saja diresmikan. 

SOLOK, METRO
Foto Bupati Solok, Gusmal bersama para pejabat memakai sepatu di dalam masjid yang baru diresmikan, viral di media sosial. Sontak, banyak pihak yang menyayangkan penggunaan sepatu di tempat suci umat Islam tersebut.

Dalam foto yang beredar terlihat bahwa ada sembilan orang yang berfoto di dalam masjid. Kemudian, sejumlah orang masih menggunakan sepatu termasuk Bupati Solok, sedangkan beberapa orang lainnya memakai kaos kaki.

Menanggapi viralnya foto tersebut, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Solok, H Alizar mengatakan, foto itu diambil pada saat kegiatan peresmian masjid Al Hidayah dinagari Gantung Ciri pada tanggal 26 Desember lalu.

“Kegiatan peresmian masjid yang 330 di Kabupaten Solok itu memang agak berbeda dengan kegiatan peresmian masjid sebelumnya. Pasalnya dalam peresmian masjid Al Hidayah ini kondisi masjid belum dilengkapi atau digelar tikar,” kata Alizar.

Alizar menambahkan, setelah Bupati Solok Gusmal melakukan pengguntingan pita sebagai tanda masjid diresmikan, rombongan selanjutnya masuk ke dalam masjid dan ketika itu ada suara suara yang mengatakan tidak perlu membuka sepatu.

“Ada yang meminta untuk tidak usah membuka sepatu. Makanya, Bupati Gusmal dan rombongan yang masuk ke dalam masjid melalui pintu utama langsung masuk dan sebagian tidak melepas sepatu. Kejadian ini justru baru viral setelah beberapa hari setelah peresmian masjid,” ujarnya.

Sementara, Kabag Humas Pemkab Solok, Syofian Syam mengatakan, kegiatan peresmian itu merupakan alih fungsi Musala Al-Hidayah menjadi Masjid Al-Hidayah di Nagari Gantung Ciri. Pada peresmian itu, pejabat yang hadir yaitu Bupati Solok Gusmal, Anggota DPRD Provinsi Sumbar Hardinalis Kobal, Anggota DPRD Kabupaten Solok Dendi, Kakan Kemenag Kabupaten Solok, Wali Nagari Gantung Ciri Hendri Yuda, Forkopimcam Kubung, dan perangkat Nagari Gantung Ciri.

“Masjid itu belum dipakai, karena penyempurnaan dari musala menjadi masjid, dan dalam peresmian itu juga hadir yang memberikan dana renovasi bernama Syawal. Dalam foto yang viral itu, donatur berdiri di sebelah paling kiri pakai baju batik hitam.

Jadi, diminta langsung saja masuk, karena waktu singkat. Soalnya hari Jumat,” kata Syofian Syam.

Syofian Syam menegaskan, tidak ada unsur kesengajaan dari foto yang beredar di media sosial. Sesudah peresmian dan dibersihkan, masjid itu baru digunakan. Karena saat peresmian belum dibersihkan dan belum ada dipasangi tikar.

“Jadi masjid ini selama direhap tidak dipakai, karena dirombak habis kemarin. Jadi, pemilik masjid yang mengajak untuk lanjut saja masuk. Jadi tidak ada maksud apa-apa,” katanya.

Dalam Masjid Tak Boleh Pakai Sepatu
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Solok Syahrul Wirda mengatakan, penggunaan sepatu jelas dilarang di dalam Masjid. Alasannya, karena merupakan rumah ibadah, dan tempat yang suci.

“Itu tempat sujud, itu harus dihormati kesuciannya tidak bisa sewenang-wenang yang namanya sepatu langsung ke Mihrab itu kan tak ada adab ke masjid namanya. Jadi itu apakah orang ini tidak tahu atau disengaja kalau disengaja itu sudah melanggar etika,” kata Syahrul, Senin (28/12).

Dia mengatakan, ada toleransi penggunaan sepatu di masjid namun harus tetap mempertimbangkan sejumlah hal. Ia mencontohkan dalam kondisi perang. Meski masjid belum digunakan, tetap saja tidak boleh menggunakan sepatu di dalam masjid.

“Kalau pun belum digunakan (masjid) tapi buat apa bersama-sama ke dalam masjid itu. Kecuali yang dibenarkan seperti dalam peperangan, tapi itu pun dengan persyaratan sepatunya benar-benar bersih. Dan dipakai oleh yang bersangkutan harus berwudhu dahulu,” ungkap Syahrul.

Syahrul menuturkan, bahkan dibenarkan orang yang menggunakan sepatu selama tiga hari dengan alasan tertentu. Namun, tetap saat masuk masjid sepatu tersebut harus terlebih dahulu dibersihkan. “Cukup dengan memeriksa sepatunya. Tapi ini harus orang tertentu dilihat dahulu apa kepentinganya. Nah ini kan tak ada,” pungkas Syahrul. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional