Close

Viral di Tiktok, Live Musik Langgar Prokes Covid-19, Satpol PP Padang Segel Kafe “Mungkin Esok Coffee”

SEGEL KAFE— Petugas Satpol PP Kota Padang menyegel kafe penyedia live music di kawasan Jalan Diponegoro. Kafe MCE berstatus illegal atau tak ada izin, namun tetap beroperasi dan juga melanggar prokes Covid-19.

TAN MALAKA, METRO–Satpol PP Padang me­nindak tegas salah satu kafe penyedia fasilitas live musik di Kota Padang. Lang­kah tegas diambil pe­tu­gas dengan mela­kukan penyegelan terhadap kafe yang berlokasi di Jalan Diponegoro No 17 A, Ke­lurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Rabu (17/11).

Diketahui kafe Mungkin Esok Coffee berstatus ilegal alias tak berizin, namun mereka telah beraktifitas belakangan ini. Bahkan, video yang mempertontonkan pesta musik tanpa masker dan menimbulkan kerumunan di kafe Mungkin Esok Coffee viral di media sosial.

“Kita hari ini melakukan penghentian sementara atau penye­gelan terhadap kafe terse­but, hal ini dika­renakan kafe ini jelas me­lakukan bebe­rapa pelanggaran, dianta­ranya me­langgar aturan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 sesuai Peraturan Daerah (Perda) No1 Tahun 2021, tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pasal 38 Ayat 1,” ungkap Kasat Pol PP Kota Padang melalui Kabid P3D Sat Pol PP Kota Padang Bambang Suprianto disela penyegelan, kemarin.

Selain itu, pihak pengelola juga melanggar Perda Kota Padang No 11 Ta­hun 2005, tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Turut serta dalam operasi pe­nyegelan tersebut Dandim 0312/Padang Kolonel Inf M. Ghoffar Ngismangil bersama Danramil 01/Pa­dang Barat, lalu Kapolsek Padang Barat dan sejumlah perwakilan OPD terkait di Pemko Padang.

Kasat Pol PP Padang, Alfiadi mengimbau kepada seluruh pelaku usaha yang ada di Padang, agar mematuhi setiap aturan dan ketentuan yang berlaku di Kota Padang, serta berharap setiap aktifitas kegiatan berupa kafe dan res­toran atau sejenisnya perlu ada izin dari pemerintah Kota Padang sesuai Perda yang berlaku.

“Kita aktif melakukan pengawasan Perda Nomor 1 tahun 2021, serta kami harapkan setiap tempat usaha yang beraktifitas harus memiliki izin dari pemerintah Kota Padang,” ucapnya

Terpisah, Wali Kota Padang, Hendri Septa ikut mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada semua pihak yang ikut melakukan tindakan tegas terhadap kafe tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak terkhusus Pak Kapolresta Padang dan Pak Dandim 0312/Padang beserta jajaran yang telah mendukung Satpol PP Kota Padang dalam menindak tegas kafe yang melanggar aturan tersebut,” katanya.

Selain melanggar pro­kes, kafe ini juga tidak berizin dan patut ditindak tegas. “Kita berharap hal serupa tidak terjadi lagi dimana saja di kota ini, apalagi Kota Padang masih dalam Pemberlakuan Pembata­san Ke­giatan Masyarakat (PPKM) Level II,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kafe Mungkin Esok Coffee telah terbukti mela­kukan sejumlah pelanggaran, yang diketahui baru-baru ini melalui sejumlah akun media sosialnya terlihat menayangkan puluhan muda-mudi bernyanyi menari bebas di kafe tersebut. Bahkan, rata-rata dari me­reka melanggar aturan prokes Covid-19 seperti tidak menggunakan masker dan tidak menerapkan phys­ical distancing. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top