Menu

Viral di Medsos Minta Uang Rp 20 Ribu, Juru Parkir Pemalak Ditangkap

  Dibaca : 307 kali
Viral di Medsos Minta Uang Rp 20 Ribu, Juru Parkir Pemalak Ditangkap
DIAMANKAN— Juru parkir berinisial AT (26) yang aksinya memungut Rp 20 ribu terhadap pengunjung Pasar Aur Kuning diamankan jajaran Polres Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO
Aksi juru parkir melakukan pungutan liar (pungli) yang videonya sempat viral di media sosial lantaran memaksa pengunjung di kawasan Pasar Aur Kuning, Kota Bukittinggi untuk membayar jasa parkir Rp 20 ribu, akhirnya ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian.

Dalam video berdurasi 15 detik itu, terlihat pemuda berinisial AT (26) meminta jasa pembayaran parkir jauh di atas tarif yang sudah ditetapkan Pemerintah Kota. Tukang parkir yang viral itu pun kemudian diamankan oleh Satreskrim Polres Bukittinggi dengan barang bukti uang hasil pungutan parkir liar Rp 250 ribu.

Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso melalui Kasat reskrim AKP Chairul Amri Nasution. Menjelaskan pihaknya merespos video yang berisi aksi pelaku AR melakukan pungutan lita di pasar tersebut pada Sabtu (8/8). Berbekal video yang viral itu, pihaknya langsung bergerak ke lokasi dan menyisir keberadaan pelaku.

“Di dalam video terlihat jelas wajah pelaku sehingga tidak butuh lama, pelaku AT berhasil diamankan tidak jauh dari lokasi tempat ia memalak para pengujung Pasar Aur Kuning. Saat diamankan pelaku tidak melakukan perlawanan karena kita memperlihatkan video aksi premanismenya sehingga ia tidak dapat berkilah lagi,” kata AKP Chairul Amri.

AKP Chairul Amri menjelaskan, usai diamankan, pihaknya kemudian melakukan penggeledahan dan ditemukanlah uang tunai Rp 250 ribu yang diduga hasil pungutan parkir liar yang dilakukannya. Setelah itu, pelaku dibawa ke Mapolres untuk diproses lebih lanjut.

“Parkir liar termasuk kategori pungli namun sebagian masyarakat menyebutnya dengan premanisme. Jika ada petugas parkir yang memungut tarif di luar ketentuan, maka bisa disebut pungutan liar,” tuturnya.

AKP Chairul menegaskan, dalam kasus ini pelakunya bukan penyelenggara negara, maka belum bisa dijerat pasal terkait pungli. Kendati begitu perbuatan pelaku tidak bisa pula ditolerir. Sesuai Pasal 368 KUHP perbuatan meminta uang atau barang milik orang lain dengan paksaan atau ancaman kekerasan bisa diancam pidana maksimal sembilan tahun penjara.

“Untuk saat ini belum ada laporan dari masyarakat, pelaku masih kami tahan 1×24 jam untuk dilakukan pembinaan. Dengan catatan pelaku sudah mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Kami mengimbau kepada masyarakat, Kota Bukittinggi maupun para pengujung apabila melihat atau mengalami sendiri kejadian yang sama agar segera melaporkan ke petugas kepolisian terdekat atau bisa menghubungi Polres Bukittinggi di nomor Call Center 110,” ujar AKP Chairul. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional